
Enju datang dengan tiba tiba menyerang sosok itu dan memerintah Barra tuk mundur, karena ia melihat mereka seperti sedang kewalahan menghadapi sosok itu. Barra pun langsung mundur atas perintah Enju.
"Sayang kamu gapapa?" tanya Nana.
"Tak apa, luka sekecil ini tak ada apa apanya di banding luka waktu itu" jawab Barra.
"Baiklah, coba perhatikan pergerakannya, seperti familiar. Tak hanya itu suaranya juga seperti pernah mendengarnya" ucap Nana.
"Benar juga, tapi siapa ya?" jawab dan tanya Barra penasaran dan bingung.
"Entah" balas Barra, mereka pun kembali mengamati sosok itu.
Enju pun memerintah Barra tuk ikut menyerang nya, namun tetap saja tak mengenainya. Sampai serangan mereka berhenti karena kedua pihak kelelahan.
"Siapa kau sebenarnya, mengapa kau seperti kenal aku. Buka tudung mu" ucap Nana.
"Sial.." ucap sosok itu lalu mengeluarkan benda yang mengeluarkan asap. Sosok itu tak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia pun kabur dari mereka. Sebelum kabur, sosok itu ternyata menusukkan sesuatu di arah tengah dada Enju. Untung saja Enju menghindari nya tapi tetap saja kena di bagian samping dada Enju. Nana dan Barra tak menyadarinya karena asap itu.
Setelah itu sosok itu pun kabur dengan sekali lagi melewati cctv dan sensor.
"Mau kemana kau--" ucap Nana.
"Sudah sayang biarkan.." jawab Barra.
"Sial.. Aku.." ucap Enju tiba tiba, lalu ia terjatuh karena tusukan itu.
"Bos.." ucap Barra dan Nana serentak.
Mereka pun segera mengangkat Enju lalu membawanya ke dalam rumah tuk mengobati lukanya dan luka Barra. Sebelum itu Barra memerintahkan semua bawahan Enju tuk terjun ke rumah Enju.
"Semua yang sedang istirahat cepat ke rumah bos, cepat!!" ucap Barra di HT.
"Baik" jawab serentak mereka di HT lalu datang ke rumah Enju. Tak sampai 5 menit mereka sudah sampai di rumah Enju.
Mereka langsung memperketat pengamanan di rumah Enju. Seperti di kanan, kiri, depan, belakang, bawah tanah dan atas. Disisi lain mereka bertiga sedang panik sambil mengobati Enju. Mereka saat ini tak berani tuk memanggil dokter karena takut kalau dokter itu penghianat. Mereka takut seperti itu juga karena sosok itu seperti familiar bagi mereka bertiga.
"Bos bertahanlah, nanti bagaimana aku bilang ke Keisya nyaa.." ucap Nana.
"Oh iya sayang kamu coba ke Keisya, biar aku yang mengobati bos" ucap Barra.
"Baiklah" jawab Nana lalu pergi ke tempat Keisya. Tenang Barra tak akan berhianat. Sesampainya di depan ruangan Keisya, Nana langsung masuk ke dalam.
Ternyata Keisya masih tidur di kasur. Nana pun lega, "Dasar istri Enju, di situasi seperti ini malah tidur.. Untung saja aku sayang" batin Nana sambil membelai rambut Keisya hingga tak selang beberapa detik, Keisya pun membuka matanya.
"Nana?, dimana ini?" tanya Keisya.
"Ini di ruangan bawah tanah" jawab Nana.
"Kenapa kita disini? loh dan dimana Enju?" tanya Keisya lagi.
"Nanti kamu kan tau, sekarang tidurlah lagi. Inget ya jangan keluar sebelum Enju memerintah kamu tuk keluar" jawab Nana.
"Baiklah" balas Keisya.
"Sudah ya aku mau keluar dulu" ucap Nana lalu keluar dari ruangan itu.
Nana keluar lalu kembali menuju ke ruang tamu tuk menemui Barra yang masih mengobati Enju.Tiba tiba setelah beberapa saat ada orang yang mengetuk pintu. Nana dan Barra kaget, Nana kan membuka pintu sedangkan Barra kan membawa Enju tuk ke kamarnya Tak di sangka yang datang adalah Toji, ia membawa seseorang lagi di sampingnya.
"Ba-bapak? ada apa ke sini?" tanya Nana.
"Sepertinya situasinya gawat, mana Enju? biar dokter saya yang mengobatinya" jawab Toji.
"Percaya lah" ucap Toji.
"Baik.. Bos sedang berada di kamar bersama Barra pak" jawab Nana. Dokter itu pun masuk ke dalam lalu menuju ke kamar Enju.
Dokter itu kan mengobati Enju di temani oleh Barra tuk jaga jaga. Sedangkan Nana di beri perintah Toji untuk menceritakan awal mula kejadian hingga kini. Setelah cerita itu selesai, Toji pun segera menuju ke kamar Enju tuk mengecek keadaan anaknya itu. Untung saja pendarahan sudah berhenti dan Enju sudah di perban oleh dokternya Toji.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Toji.
"Beliau sudah tenang karena tadi sempat sesak nafas" jawab dokter itu.
"Baiklah terimakasih, anda boleh keluar. Barra antarkan beliau keluar" ucap Toji.
"Baik, mari" jawab Barra, lalu ia mengantarkan dokter itu tuk keluar dari kamar.
Sedangkan di kamar Enju, Enju tiba tiba bangun setelah tak lama dari Barra mengantarkan dokter itu. Saat Enju pertama bangun ia malah meminta bertemu Keisya.
"Bos.. akhirnya anda bangun.." ucap Nana.
"Ukh.. mana Keisya?" tanya Enju.
"Nak kau baik baik saja?" tanya Toji.
"Sudah baik, mana Keisya? Bawa dia kesini.." jawab dan tanya Enju.
"Biarkan dia disana dulu, di sana lebih aman dan lagi orang tadi.." Jawab Nana.
"Sudah jangan bahas itu lagi, orang orang saya juga ikut turun jadi tak perlu khawatir. Sekarang biarkan dia istirahat dulu" ucap Toji.
"Baik.. maaf pak" jawab Nana.
"Iya kau juga istirahat lah" balas Toji lalu ia pergi ke ruang tamu tuk menemui dokter itu.
Toji ingin menanyakan lebih detail apa yang telah terjadi pada tubuh Enju setelah dokter itu periksa. Sedangkan Barra kembali ke kamar Enju tuk. Untung saja saat ini keadaan Enju baik baik saja. Dokter berkata bahwa tusukan itu hampir mengenai organ penting.
"Apa?, baiklah terimakasih dokter bisa pergi atau tunggu disini untuk memeriksa anak saya berkala. Saya permisi dulu" ucap Toji.
"Baik sama sama" jawab dokter itu.
Toji pun pergi ke luar rumah untuk memerintah beberapa orang orangnya tuk mencari orang yang telah melukai anak satu-satunya itu. Toji juga memeriksa satpam yang berada di sana tuk di interogasi.Toji melakukan itu karena hanya para satpam itu yang berada di area rumah Enju selain Nana dan Barra. Sedangkan di sisi lain Enju sekali lagi ingin bertemu dengan Keisya.
"Tolong antarkan aku ke Keisya, aku ingin bertemu dengannya" ucap Enju.
"Tapi bos, anda tak boleh terlalu banyak bergerak" jawab Nana.
"Kalau begitu bawa dia kemari, aku ingin bertemu dengannya" ucap Enju.
"Baiklah batu" jawab Nana lalu ia pergi kembali ke ruangan itu, ruangan dimana Keisya berada. Keisya saat itu sedang asik menonton televisi sambil memakan makanan ringan yang tersimpan khusus untuk Keisya.
Keisya kaget karena Nana tiba tiba membuka pintu ruangan itu lalu masuk.
"Nana? ada apa?" tanya Keisya.
"Boa ingin bertemu denganmu" jawab Nana.
"Baiklah ayo" balas Keisya lalu ia bangkit dari tidurnya dan menuju ke Nana. Keisya juga tak lupa membawa makanan ringan. Tak hanya membawa Keisya, ia juga membawa penjaga ruangan itu tuk jaga jaga. Sesampainya di kamar Enju, Keisya tiba tiba menjatuhkan makanan yang ia bawa itu. Keisya juga meneteskan air matanya sambil mendekati Enju perlahan dengan tubuh yang bergetar.
Bagi yang mau ajaa..
https://trakteer.id/lyaak/tip?.open\=true