My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 67 Kaki yang terus menerus terinjak.



Untung saja sang ayah memperhatikan sang ibunda jadi sang ayah segera melambatkan pergerakan nya, begitu pula Enju. Musik pun usai kini waktunya untuk menikmati hidangan utama sebelum dessert. MC pun mempersilahkan para tamu undangan untuk menikmati makanannya. Disisi lain Enju dan keisya berada di suatu ruangan, keisya sedang mengobati luka pada kaki Enju akibat ulahnya. Saat berdansa keisya terus menerus menginjak kaki Enju dengan sepatu yang berhak tinggi miliknya. Karena hak pada sepatu keisya tinggi jadi kaki Enju memar. Jadi keisya mengobati luka pada kaki Enju di suatu ruangan itu.


Saat sedang di obati oleh Keisya, Enju sengaja merengek kesakitan supaya terlihat manja di mata Keisya. Ternyata benar saja, ia di manja oleh keisya.


"Keii sakit.." rengek Enju.


"Iyaa tahan sebentar ya sayang" jawab keisya.


"Hmph perih banget nih.." Ucap Enju makin merengek menjadi jadi.


"Sabar iyaa habis ini selesai" ucap keisya.


Akhirnya Enju diam setelah keisya bilang seperti itu, Enju juga tersenyum karena berhasil manja ke keisya. Saatnya tahap ke 2 untuk manja. Selesai mengobati Enju, keisya pun di mintai Enju untuk menuntun nya tuk menuju ke meja utama tadi.


Sesampainya di meja utama, sang ayah dan ibunda terlihat bingung mengapa Enju di tuntun oleh Keisya. Sebelum sang ayah dan ibunda bertanya, Enju memberitahu mereka. Enju memberitahu bahwa ia di injak oleh keisya saat dansa, sedangkan disisi lain keisya menahan malu sendiri.


"Kaki ku di injak sama keisya saat dansa tadi yah, bu" ucap Enju.


"Waduh itu sakit sekali?" tanya sang ibunda.


"Sudah mendingan" jawab Enju.


"Bagus deh, jadi keinget waktu dulu deh saat ibu mu juga pertama kali dansa" ucap ayah.


Enju pun duduk ke kursinya dan meminum segelas teh yang sudah di sediakan.


Sang ayah pun tiba tiba teringat akan sesuatu, ia teringat saat sang ibunda pertama kali berdansa juga. Kejadiannya sama persis, snag ibunda menginjakan kaki berkali kali ke kaki sang ayah seperti Enju dan keisya. Tapi karena tak mau malu sang ibunda pun menghentikan sang ayah.


"Sudah ah yahh mari kita makan dulu" ucap sang ibunda malu.


"Yasudah iyaa, ayo makan nak keisya dan Enju juga keburu dingin" jawab sang ayah.


"Iya yah selamat makan" balas keisya.


Keisya pun makan makanan yang sudah disediakan di meja bersama teh.


Mereka semua pun memakan makanan itu, sampai pada akhirnya waktu untuk sesi pesta. Keisya ingin mengajak Enju untuk pergi saja dari tempat itu. Tapi keisya tak enak dengan Enju, karena Enju yang mengajak keisya ketempat itu. Entah kemana pun asal pergi dari tempat itu dan asal bersama Enju. Enju pun merasakan jika keisya tak nyaman ketika sesi ini di mulai jadi ia akhirnya mengajak Keisya untuk pergi.


"Sayang ayo pergi dari sini?" ucap Enju.


"Iyaa ayo, tapi apa kamu yakin?" jawab dan tanya keisya tak yakin.


"Yakin kok lagian ini acara ku jadi tak apa kok kalau kita pergi" jawab Enju.


Tiba tiba sang ayah menyela pembicaraan mereka yang sedang bertengkar.


Sang ayah memperbolehkan mereka untuk pergi, jadi biar dirinya yang mengurus sisanya. Sang ayah juga tau jika Enju tak suka pesta jadi ia memperbolehkan Enju untuk membawa keisya pergi dari taman.


"Sudah kamu pergi saja Enju, biar ayah yang mengurus sisanya" ucap ayah tiba tiba.


"Baiklah aku pergi" jawab Enju.


"Baik yah terimakasih" jawab keisya.


Mereka pun pergi dari tempat itu lewat gerbang belakang saja dan untuk pulang saja. Enju saat itu tak memiliki rencana untuk pergi ke mana jadi pulang saja.


Setelah mereka pergi dari area taman dan menaiki mobil untuk pulang. Keisya pun khawatir dengan Enju, ia khawatir jika Enju tak bisa menyetir mobil karena kakinya terluka.


"Sayang kamu bisa nyetir kan?, kakimu terluka gitu tadi karena aku" tanya keisya.


"Bisa kok aman, sudah kamu istirahat saja dulu ya?" jawab dan tanya Enju.


"Iyaa, kalo sakit lagi bilang ya?" jawab dan tanya keisya khawatir.


Enju pun mengendarai mobil dengan sangat pelan karena ia ingin sambil memikirkan rencana selanjutnya.


Setelah beberapa menit jalan, Enju pun memiliki ide untuk membawa keisya ke suatu tempat. Enju ingin membawa keisya tuk ke rumah Enju sendiri. Jadi sebelum ada keisya, Enju tinggal sendiri di rumahnya sendiri jadi pisah dengan sang ayah dan ibunda.


"Keisya sayang, kamu cape ga?" tanya Enju.


"Tidak, kenapa?" jawab dan tanya keisya.


"Aku mau ajak kamu ke suatu tempat yang akan menjadi tempat kamu juga" jawab Enju.


"Ke tempat yang akan aku tempati?" tanya keisya bingung.


"Sudah kamu istirahat saja sayang, lumayan jauh soalnya" jawab Enju mengalihkan topik.


Enju pun menyetir mobil menuju ke tempat tersebut, tempat itu adalah rumah Enju.


Rumah yang akan di tinggali bersama dengan kekasihnya, keisya. Saat Enju kepikiran untuk menunjukkan rumah itu ke keisya, ia pun merasa bahagia dan merasa bahwa itu adalah ide yang sangat berlian. Sesampainya di rumah Enju, keisya lagi lagi tertidur di mobil. Mau tak mau Enju harus membangunkan nya, tapi keisya tak bangun bangun dari tidurnya. Mungkin keisya lelah dengan dansa tadi jadi ia berinisiatif lagi untuk menggendong nya tuk di tidurkan ke rumah itu saja. Enju tak membawa keisya ke apartemen, karena ia juga kebetulan lelah karena tadi, jadi ia tak berani untuk mengendarai mobil saat dirinya sedang ngantuk berat.


Karena mobil nya Enju belum masuk ke dalam area rumah jadi ia memasukannya dahulu, lalu ia baru memindahkan keisya ke kamar nya keisya sendiri. Keisya dan Enju pisah kamar karena ya mereka belum menikah, dan sang ibunda juga melarang Enju untuk tidak menyentuhnya. Selesai memindahkan Keisya ke kamarnya, ia pun segera membersihkan badan nya sendiri. Tapi sebelum ia kembali ke kamarnya ia merasa bahwa keisya kegerahan, Enju bingung karena ia tak enak membukakan bajunya keisya karena merasa ia akan menyentuhnya. Setelah beberapa menit kemudian ia pun membukakan setengah baju keisya lalu ia segera pergi dari kamar keisya.


Keesokan harinya, keisya pun terbangun dahulu sebelum Enju bangun. Setelah bangun ia kembali di buat bingung oleh Enju kekasih nya. Keisya bingung oleh ruangan di mana keisya telah tiduri. Keisya tampak asing oleh ruangan tersebut karena tak seperti biasanya. Biasanya kan ia tidur di kamarnya sendiri dan kamar Enju, sekarang nampak berbeda dengan kedua kamar tersebut. Keisya sekarang berada di kamar yang sangat luas dan mewah.