My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 40 Ayo main ke rumah ku Keii.



Mereka pun masih melanjutkan.


"Lalu kamu tinggal sama siapa?" tanya Enju penasaran dan khawatir.


"Aku tinggal di kos teman ku sampai aku mendapatkan pekerjaan" jawab Keisya.


"Syukurlah kalau kamu punya temen baik seperti itu" jawab Enju lega


"Iyaa baik tapi sebagai gantinya aku harus membersihkan kosnya dan merawat kucingnya" ucap Keisya santai.


"Keii aku boleh menjawab pertanyaan mu tadi?" tanya Enju penasaran tiba tiba


"Yang mana?" tanya Keisya bingung


"Soal kepantasan kamu menerima semua ini" Jawab orang yang memberi semua itu.


"Ohh boleh" jawab Keisya memperbolehkan.


Karena Enju yang memberi "semua itu" jadi Enju pun berhak menjawab pertanyaan itu.


Enju pun menjelaskan kalau Keisya tuh sangat pantas menerima itu semua. Karena Keisya juga dari awal tak punya itu semua Enju pun mengatakan kalau itu memang takdirnya.


"Keii kamu pantas kok menerima itu semua karena kamu juga dari awal ga punya kan?. Jadi semua itu sudah takdir kamu" penjelasan dari Enju.


"Syukurlah takdir ku bagus" ucap syukur keii


"Iyaa, oh iya kapan kamu boleh pulang?" tanya Enju ingin mengantarkan pulang Keisya.


"Entah aku belum nanya, Nana juga" jawab Keisya yang juga penasaran.


Tiba tiba Nana masuk.


"Nanti malam kamu boleh pulang" jawab nana


"Hah benar kah?" tanya tak percaya Keisya.


"Iyaa, sudah saya beli makan dulu sudah jam makan siang, Hiko mau apa?" jawab dan tanya Nana santai.


Enju pun di buat kaget oleh panggilan itu, karena ia memanggil Hiko tak pakai pak dan biasanya juga manggil big bos.


Karena Hiko ingin tau makanan favoritnya Keisya apa jadi di samain aja sama keisya.


"Rice bowl aja" jawab keisya


"Oke, titip Keisya ya saya permisi" jawab nana


Nana pun keluar dari ruangan lalu menuju ke kantin rumah sakit yang buka 20/7.


"Keii kamu suka makan rice bowl?" tanya Enju


"Lumayan, aku minta karena pengen aja" jawab Keisya yang sesuai melihat iklan di tv


"Ohh baiklah" jawab Enju.


Karena canggung beberapa saat Enju pun menanyakan apakah Keisya mau kapan kapan ke rumah orang tua Enju untuk sekedar bermain saja.


Padahal ia ingin mengenalkan Keisya ke kedua orangtuanya supaya Enju tak di jodohkan ke sana kemari.


"Keii kamu mau ga main ke rumahku?" tanya Enju penasaran.


"Rumah kamu?" tanya Keisya


"Bukan sih lebih tepatnya rumah orang tua ku" jawab Enju takut Keisya menolak


"Boleh, tapi bukannya ada masalah?" jawab dan tanya Keisya penasaran.


"Sudah selesai kok mangkanya aku ke sini" jawab Enju alasan.


"Wah bagus deh, yasudah kapan kapan saja aku bilang kamu" jawab Keisya lega.


"Iyaa kalau bisa secepatnya" jawab Enju santai yang membuat Keisya tak mengerti.


Kalau tidak Enju akan di jodohkan dengan 20 lebih wanita pilihan orang tuanya jadi dia hanya perlu memilih.


Enju dan orang tua Enju berjanji jika belum bisa mengenalkan Keisya ke orang tua Enju sebelum akhir tahun maka semua wanita itu akan berbondong bondong ke kantor Enju. Karena Keisya penasaran tentang maksud kata kata Enju sebelumnya, ia pun menanyakannya.


"Hiko, maksud dari secepatnya apa?" tanya Keisya tak mengerti dan penasaran


"Emm apa ya.. orang tua aku pengen saja mengenalkan kamu ke mereka karena kamu wanita yang bikin aku berubah" jawab Enju beralasan lagi