My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 58 Black box



Di luar juga kebetulan Enju sedang berjalan menuju kembali ke ruangan itu. Enju juga mendengar suara itu, seketika ia langsung berlari menuju ke tempat dimana Keisya dan suara tangis itu berada.


"Heii kamu kenapa?" tanya Enju ngos-ngosan.


"Takut.." jawab keisya gemetar ketakutan.


"Sudah tak apa, ayo pulang saja" ajak Enju.


"Tapi pekerjaan ku dan kamu.." jawab Keisya.


"Sudah selesai kok jadi kita bisa pulang bersama" ucap Enju mengajak.


"Yasudah ayo" jawab Keisya.


Keisya pun memutuskan untuk mengikuti kata Enju tuk pulang ke apartemen saja.


Mereka pun berjalan melewati para karyawan yang masih bekerja. Karena rumor yang di buat belum selesai dan semakin meluas, jadi saat Enju dan Keisya melewati mereka malah makin menjadi. Semua karyawan seketika berbisik satu sama lain. Akhirnya Enju menyadari nya bahwa karyawannya berbisik soal mereka setelah ada keributan tadi. Enju seketika membatin "Haduh Barra sekarang giliran mu, atau aku yang turun tangan?". Sesampainya di mobil Enju pun menyuruh Keisya untuk menunggu sebentar di mobil.


Enju tak ingin Keisya mendengar pembicaraan Enju dengan barra yang sedang membahas soal rumor yang menyangkut nama baik Keisya dan dirinya.


"Barra, tolong urus sisanya" perintah Enju.


"Baik" jawab Barra dan Barra seketika membatin "Haduh ada ada saja bos nih, untung ga mengungkap semuanya". Barra pun segera menyelesaikan semua nya sebelum jam kantor berakhir. Selesai menghubungi Barra, Enju pun kembali masuk ke dalam mobil untuk mengantar Keisya pulang. Tapi sebelum itu Enju ingin membawa Keisya ke tempat yang ingin Keisya kunjungi.


Karena Keisya masih takut jadi dia tak mau kemana mana, ia hanya ingin kembali ke apartemen nya saja.


"Keii kamu ada tempat yang ingin di kunjungi?" tanya Enju penasaran.


"Tidak ada, aku pengen kembali saja" jawab Keisya masih takut.


"Yakin?" tanya Enju.


"Ya, tolong antar aku kembali" jawab Keisya.


"Baiklah maaf" ucap Enju kecewa.


Karena mereka belum makan malam jadi Enju mampir ke sebuah restoran pizza untuk memesan beberapa makanan dari situ.


Perasaan keisya makin ga karuan saat Enju sedang mengantri. Keisya pun berkeringat dingin dan dirinya makin panik ketika di tinggal Enju untuk pergi ke dalam untuk memesan pizza. Keisya pun menangis, untung saja Enju sambil melihat black box. Setelah tau bahwa Keisya sedang menangis ketakutan, Enju seketika langsung menuju ke mobil untuk menemui Keisya. Tak perduli lagi dengan pizza nya, ia berlari menerobos segerombolan orang yang datang masuk ke restoran tersebut. Sesampainya di mobil Enju terlihat ngos-ngosan dan membuat Keisya kebingungan.


Keisya pun curiga ke Enju setelah di tanya oleh Enju kenapa ia bisa tau bahwa Keisya habis menangis tadi.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Enju.


"Gapapa ko, dan kamu kenapa terlihat lelah begitu?" jawab dan tanya Keisya.


"Hehe maaf, soalnya aku lari kemari" jawab Enju ngos-ngosan karena lari menuju mobil.


"Kamu lari?" tanya Keisya curiga.


"Iyaa soalnya firasat ku ga enak" jawab Enju bohong soal tau kalau Keisya habis nangis.


"Hmm gitu ya, oh iya mana pizza nya?" tanya Keisya penasaran karena tangan Enju kosong.


"Oh iya lupa, bentar ya sayang" jawab Enju lalu mengecup kening Keisya. Enju pun kembali masuk ke restoran tersebut, sedangkan Keisya menahan malu di mobil.


Selesai mengambil pizza, Enju kembali ke mobil sambil berlari kecil juga. Enju tak ingin Keisya menunggu lama dan nangis lagi. Sesampainya di mobil Enju langsung saja mengendarai mobil nya menuju ke apartemen nya, karena sudah malam juga.


"Sayang nanti mau ga ku buatkan jus buah spesial buat kamu?" tanya Enju.


"Alpukat, suka?" jawab dan tanya Enju.


"Suka suka aja si, soalnya aku suka makan hampir semua buah" jawab bangga Keisya.


Karena hanya ada makanan yaitu pizza yang di beli jadi Enju berencana untuk membuatkan Keisya jus buah spesial.


Karena Enju pernah memakan buah yang ada ulatnya jadi ia trauma. Enju pun iri kepada Keisya karena Keisya bisa memakan hampir semua buah.


"Wahh sehatnya, jadi iri deh" ucap Enju.


"Iri kenapa?" tanya Keisya.


"Iri aja bisa suka makan hampir semua buah, sedangkan aku.." jawab Enju.


"Haha kamu ga suka makan buah?" tanya Keisya tertawa kecil.


"Yaa begitulah" jawab Enju malu.


"Baiklah sepertinya itu tugas ku" ucap Keisya.


"Tugas apa?" tanya penasaran Enju.


"Ada deh hehe" jawab Keisya.


Sesampainya di apartemen. Enju menyuruh Keisya untuk ganti baju dahulu lalu menuju ke apartemen nya untuk makan malam.


Sedangkan Enju sendiri ingin mempersiapkan bahan bahan yang akan dia gunakan untuk membuat jus alpukat. Mereka pun masuk ke gedung apartemen lalu masuk ke apartemen masing-masing. Keisya pun segera bersihkan badan lalu menuju ke apart Enju untuk makan malam bersama sama.


"Keii nanti kamu mandi dulu lalu setelah selesai kamu boleh ke apartemen ku" ucap Enju menyuruh Keisya mandi dahulu.


"Baiklah tunggu aku ya" ucap Keisya.


"Iyaa dahh" jawab Enju.


Sesampainya di apartemen Enju, ternyata Enju sudah menata semuanya. Semua tertata rapih di meja makan milik nya. Tak hanya ada pizza, Enju juga memasak steak untuk memanfaatkan waktu saat Keisya bersih bersih badannya.


Saat Keisya datang Enju menyambut nya dengan ramah dan berharap masakan nya bisa membuat Keisya semakin sayang kepadanya. Enju juga memasak dengan penuh kasih sayang.


"Sayang, selamat datang" ucap Enju.


"Banyak sekali, ini tak apa?" tanya Keisya.


"Tak apa makan saja sepuasnya" jawab Enju.


"Kamu juga makan ya?" tanya Keisya.


"Iyaa tenang saja, oh iya nih cobain jus buatan ku dan steak nya" jawab dan tawar Enju.


"Iyaa satu satu" jawab Keisya.


"Semoga cocok sama lidah kamu" ucap Enju.


"Iya selamat makan" jawab Keisya.


Keisya pun makan steak yang di masak oleh Enju dengan penuh kasih sayang itu.