My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 47 Aku harus bilang apa ke ayah..



Waktu nya untuk Enju berangkat ke kantor hanya untuk menerima ucapan tersebut supaya dia terlihat profesional. Itu juga supaya tak ada rumor yang menyangkut nama keisya.


"Iyaa gapapa kamu berangkat saja Hiko ke kantor nanti telat loh" jawab Keisya menghawatirkan kalau Enju telat.


"Iyaa aku sudah buatkan sarapan buat kamu dimakan ya di dapur kalau ada apa apa hubungi aja aku" ucap khawatir Enju.


"Iyaa aman aku bisa jalan kok" ucap Keisya yakin bahwa dirinya bisa jalan padahal belum di coba untuk jalan.


"Bagus deh, yasudah aku berangkat ya.. dah sayang" ucap Enju keceplosan lagi.


"Iyaa dah semangat ya" ucap Keisya senyum.


Enju pun berangkat ke kantor. Enju pun menaiki sebuah mobil yang biasa dia gunakan saat berangkat sendiri sebagai ciri khas tersendiri.


Sesampainya di kantor terlihat karpet merah dan para karyawan yang sedang berbaris rapih di samping karpet merah tersebut. Karpet merah itu digunakan untuk jalan nya Enju menuju ke kantor nya. Para karyawan juga sudah mempersiapkan beberapa acara untuk menyambut kedatangan kembali sang big bos. Bos dari perusahaan lain dan para investor juga datang untuk menyambut Enju.


Karena ini ketiga kalinya Enju di sambut dan sambutan sebelumnya tidak semeriah ini jadi Enju sedikit kaget "Wah ga ku sangka meriah sekali" Batin nya. Enju pun turun dari mobil lalu ia berjalan di atas karpet merah.


Enju juga menerima ucapan ucapan dari beberapa bos dari perusahaan lain.


Karena keberangkatan Enju ke luar negeri menyangkut kepentingan semua perusahaan di negara ini jadi beberapa bos dari semua perusahaan dan investor ikut datang memberi ucapan selamat datang kembali.


"Selamat datang kembali Enju" ucap semua orang satu persatu.


"Terimakasih" jawab enju


Beberapa kali kalimat itu pun di ucapkan beberapa bos dan karyawannya. Sampai pada sang ayah mengobrol dengan nya.


"Gimana? ada masalah?" tanya sang ayah


"Kita sebaiknya bicarakan itu nanti yah" jawab Enju bisik bisik.


"Baiklah ku tunggu di ruangan ku" jawab sang ayah menunggu jawaban enju.


"Baik silahkan nikmati acaranya"


"Kau juga, sampai nanti" jawab sang ayah


Sang Ayah Enju pun pergi. Ayah Enju tiba tiba menanyakan itu karena Enju tiba tiba pulang mendadak karena tak mengasih kabar ke sang ayahanda.


Alasan Enju pulang hanya karena Keisya bukan karena masalah perusahaan atau masalah lainnya. Keisya pun mungkin tak bisa di jadikan sebagai tameng karena sang ayah juga tak mengenal siapa itu Keisya, Nanti malah panjang urusan nya kalau Enju menceritakan semuanya. Tiba tiba ponsel Enju berdering, padahal Enju sedang bingung dan tak mau di ganggu ia pun marah. Kemarahan Enju padam karena dirinya mendengar suara lembut dari Keisya. Keisya menghubungi Enju hanya karena ia ingin kembali ke apartemen nya, tapi Enju melarangnya.


Enju melarang Keisya untuk kembali ke apartemen nya karena nanti akan banyak jalan. Kakinya Keisya kan habis terpeleset jadi pikiran Enju kaki Keisya masih sakit sekarang padahal tidak. Keisya pun memaksa Enju untuk mengizinkan nya.


"Hiko aku kembali ke apartemen ku ya?" tanya Keisya berharap dia mengizinkan nya.


"Jangan lah nanti kamu kebanyakan jalan itu malah tambah sakit gimana?" larang dan tanya khawatir Enju.


"Tak apa sudah tak sakit lagi kok" jawab Keisya meyakinkan Enju.


"Bohong sudah diam saja di sana" perintah Enju marah karena khawatir juga.


"Hm kalau tak mengizinkan aku akan berangkat ke kantor saja" ancam Keisya.


Rencana Keisya kalau memang Enju tak mengizinkan sebaliknya dia ke kantor saja lalu bekerja seperti biasa.


Keisya tak mau di masakan saat makan siang karena Enju masih di kantor jadi tak bisa pulang itu yang ada dipikiran Keisya. Enju pun penasaran kenapa Keisya tak mau di masakan saat makan siang padahal dia tak sibuk sekali.


"Okei makasih" ucap senang Keisya.


"Oh iya sudah sarapan? gimana?" tanya penasaran Enju ingin tau pendapat Keisya soal masakan nya.


"Sudah enak banget" jawab Keisya senang.


"Makasih, mau di buatkan lagi?" tanya Enju.


"Boleh nanti makan malam saja" jawab Keisya ingin di masakan lagi.


"Kenapa tak nanti saat makan siang saja?" tanya Enju penasaran


"Tak apa aku hanya ingin kamu fokus ke kantor saja" suruh Keisya.


Karena Keisya tak mau membuat repot orang lain jadi Keisya menyuruh Enju untuk fokus saja ke kerjaan nya.


Enju ingin Keisya menuggu dirinya untuk pulang jadi dia menyuruh Keisya untuk menunggunya untuk pulang. Enju ingin segera pulang tapi urusan dengan ayahnya masih belum selesai.


"Yah yasudah deh tunggu aku di situ ya, jangan keluar dari area gedung" perintah Enju.


"Baik hiko" jawab Keisya mengerti.


"Dah ya jaga diri" ucap Enju khawatir.


Telepon pun di matikan sepihak oleh enju.


Enju pun menuju ke ruangan sang ayah untuk menjelaskan sesuatu. Sesuatu itu adalah alasan mengapa Enju pulang tiba tiba sebelum waktunya. Padahal jadwal Enju di luar negeri masih banyak jadi sang ayah pun penasaran.


Enju sampai sekarang masih bingung bagaimana cara mengelak dari ayah nya yang tahu segalanya. Seperti mustahil untuk mengelak, tapi ia harus mengelak untuk urusan Keisya. Bisa tidak bisa mau ga mau harus bisa mengelak karena nanti urusan nya panjang. Tapi namanya juga sang ayah dengan anak tunggalnya yaitu Enju jadi dia tak bisa mengelak. Semuanya pun terungkap tanpa Enju mengatakannya.


Sesampainya di ruangan sang ayah Enju pura pura tak mengetahui apa apa dan tak mengerti apa apa jadi dia diam saja.


"Emihiko Enju" panggil sang ayah.


"Iyaa ada apa yah?" tanya Enju.


"Siapa perempuan itu? mengapa kau sangat dekat dengannya? seberapa spesial dia bagimu? apa hubunganmu dengan dia?" pertanyaan beruntun dari sang ayah.


"Satu satu nanyanya ayah…" Ucap Enju kesal.


"Berani berani nya kamu memberi perintah ke ayahmu sendiri!" Ucap marah sang ayah.


"Yasudah maaf, dia hanya teman ku" Jawab Enju beralasan bahwa Keisya hanya teman.


"Teman darimana? orang kau deket banget sama dia sampai sampai memberikan apartemen ke dia dan pulang demi dia" tanya sang ayah yang mengetahui semua nya.