My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 72 Pertemuan antar big bos dari seluruh dunia.



Selesai membayar, Enju pun mengajak keisya langsung ke rumah nya. Untuk barang barang keisya sudah di pindahkan saat mereka belanja, karena Enju mendapat laporan bahwa anak buah Ryu jin berkeliaran. Yang ada di pikiran Enju adalah daerah zona merah mengelilinginya. Setelah keluar dari gedung minimarket, Enju mendapat laporan lagi bahwa bawahan Ryu jin semakin mangamuk karena tak dapat menemukan keisya. Gara gara keisya, anak buahnya banyak yang di habisi oleh bawahan Enju. Sesampainya di rumah, seperti biasa mereka bersih bersih badan lalu lanjut untuk istirahat. Beberapa bulan setelahnya Enju mengadakan pertemuan antara big bos dari kantor lain.


Pada sore hari, hari dimana Enju akan mengadakan pertemuan antar big bos yang dari beberapa negara. Saat pagi tiba Enju pun datang ke kamar keisya untuk menjemput keisya tentu saja. Disisi lain keisya sedang memasukkan beberapa barang ke tasnya, lalu tiba tiba. *Toktok* Suara ketukan dari Enju yang tak asing lagi ditelinga keisya.


"Tunggu sebentar" ucap keisya.


Tak lama dari itu keisya pun membukakan pintu untuk Enju. Terlihat seorang pria yang berpakaian rapi berdiri di depan pintu.


Keisya pun bengong setelah membuka pintu karena Enju yang terlihat sangat tampan berdiri didepan pintu.


"Kenapa?" tanya Enju karena keisya bengong.


"Tidak, hanya saja jas yang kamu kenakan itu cocok untuk mu" jawab keisya.


"Kamu juga, pas kan dressnya?" tanya Enju.


"Iya pas, sudah ayo" jawab keisya.


Mereka pun pergi dari depan kamar keisya menuju ke depan rumah Enju. Kali ini Enju ingin memberikan sesuatu ke keisya. Sesuatu itu adalah... baca sampai habis ya.


Mereka pun masuk kedalam mobil lalu berangkat menuju tempat acara akan di mulai. Tak hanya mengadakan pertemuan antara para big bos, tapi Enju juga memberikan sesuatu ke keisya dan memberikan pertanyaan spesial ke keisya. Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka sampai di tempat dimana acara akan di mulai. Saat sampai, keisya kaget dengan jumlah orang orang yang berada di tempat itu. Jumlah nya ternyata melebihi jumlah yang dipikirkan keisya. Ya wajar mereka semua hadir karena Enju juga telah memberitahu mereka kali ini Enju akan melakukan apa.


Setelah keisya melihat sekeliling nya, ia pun duduk di meja.


Setelah keisya duduk, Enju memutuskan untuk menyapa beberapa tamu.


"Kamu mau ikut aku nyapa beberapa tamu yang hadir?" ajak Enju.


"Tentu saja aku ikut" jawab keisya.


"Baiklah ayo berdiri" ajak Enju.


Mereka pun pergi untuk menyapa beberapa tamu yang telah datang di acara Enju. Enju pun mengajak keisya kesana-kemari untuk mengenalkannya ke beberapa tamu. Sampai pada akhirnya Enju bertemu Eric Sebastian.


"Nah ini namanya pak Eric Sebastian beliau memegang Perusahaan Paletro Magnofy salah satu perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan State Sheet National"


Seperti kata Enju, Eric pemimpin perusahaan Paletro Magnofy salah satu perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan Enju.


Eric pun menanyakan kabar Enju dan basa basi untuk menanyakan sesuatu. Saat pertanyaan itu di ucapkan oleh Eric, keisya pun langsung curiga dengan Enju.


"Jadi ini wanita itu?" tanya Eric.


"Wanita itu?" tanya keisya.


"Eeemm kalau begitu sudah dulu ya kita mau makan sesuatu dulu, terimakasih dan mohon bantuannya kedepan" ucap Enju mengalihkan topik. Setelah itu Enju pun mengajak keisya untuk pergi dari tempat duduk Eric supaya keisya tak curiga. Enju mengajak keisya untuk pergi ke tempat dimana makanan tertata rapi. Enju tau bahwa keisya suka makan jadi ia mengajak keisya untuk makan saja, lalu makanan yang sudah di ambil mereka nikmati di meja utama tadi.


Sampai tiba tiba seorang wanita datang menghampiri mereka berdua. Wanita itu menggoda Enju saat keisya sedang tak fokus ke Enju, ia malah fokus ke makanannya.


"Selamat sore keisya Efrinda" ucap Resa.


"Maaf anda siapa?" tanya keisya.


"Enju kau ni gimana si" ucap Resa kesal.


"Maaf kak aku lupa" jawab Enju.


"Tega sekali kau, padahal aku sudah lelah menunggu mu untuk ke meja ku" ucap Resa.


"Kak? siapa dia?" tanya keisya.


"Perkenalkan dia adalah Tarresa Argnes orang yang mengajarkan ku di bidang ekonomi" jawab Enju. Tarresa adalah senior Enju jadi wajar saja dia memanggil nya dengan sebutan "Kak".


Keisya pun bingung harus memanggil Tarresa dengan apa karena ga mungkin keisya memanggil nya dengan "Tar".


"Salam kenal saya Keisya Efrinda kak..?" ucap dan tanya keisya.


"Resa saja" jawab Resa.


"Salam kenal kak Resa, silahkan duduk" ucap keisya mempersilahkan duduk. Resa pun duduk di samping Enju. Setelah beberapa menit, ia terlihat sedang mendekati Enju secara diam diam. Karena Enju sangat tak nyaman jadi ia berusaha menghindar dari Resa, tapi nyatanya gagal, dan Resa terus mendekati nya. Keisya tak sedang memperhatikan mereka, ia hanya fokus pada makanannya saja, sambil melihat sekeliling nya tanpa menoleh ke arah Enju.


Tiba tiba Nana datang menegur Resa yang sedang menggoda Enju. Nana rela membongkar identitas nya sebagai pengawal pribadi yang Enju baru berikan beberapa waktu lalu.


"Kau ni tetap saja mendekati orang yang sudah mempunyai kekasih" ucap Nana.


"Apa? siapa kau?" tanya Resa.


"Saya pengawal pribadi kekasih big bos yang sudah mengawal 2 bulan" jawab Nana.


"Lalu siapa kekasihnya?" tanya Resa.


Tiba tiba Enju mengajak keisya untuk pergi dari tempat itu. Mereka kecuali Resa pergi dari tempat itu untuk menuju ke meja direksi.


Setelah mendengar Enju mengucapkan kata kata yang membuat hatinya sakit, Resa pun langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Itu samping kursi big bos" jawab Nana.


"Apa? keisya?" tanya Resa.


Resa pun berdiri dari tempat duduknya.


"Tentu saja, ayo honey" jawab Enju.


Enju, keisya, dan Nana meninggalkan Resa sendirian yang sedang bengong. Mereka bertiga pergi ke tempat yang jauh dari tempat duduk yang ada Resa.


"Honey itu gapapa ka Resa?" tanya keisya.


"Gapapa kok sudah biarkan saja dia lagian aku sudah punya kamu" jawab Enju.


Tiba tiba seseorang datang mendekati mereka.


Seseorang itu membisikan sesuatu kepada Enju. "Big bos semuanya sudah siap" bisik seseorang itu. Keisya tak tau apa yang dibisikkan oleh seseorang itu jadi ia menanyakan ke Nana.


"Na apa yang dia bisikkan?" tanya keisya.


"Entah aku juga ga denger" jawab Nana.


"Sudah ayo ikut aku" ajak Enju.


"Kemana? Kok tiba tiba?" tanya keisya.


"Sudah ikut saja, dan Nana tinggalkan saja" ucap Enju sambil menarik tangan keisya. Mereka pun menuju ke suatu tempat untuk memberikan sesuatu itu. Saat berjalan Enju tentu saja mengandeng tangan keisya supaya tak hilang dia nya.