
Selesai membeli beberapa makanan ia pun kembali ke kamar Keisya, Karna tak tau dimana kamar Keisya ia pun bertanya di meja resepsionis.
"Permisi, atas nama Keisya efrinda dimana?" tanya Nana ke suster yang menjaga meja resepsionis
"Di ruang xxxx lantai 2" jawab suster
"Baik terimakasih" jawab Nana berterima kasih. Nana pun menuju ke ruangan yang di dalamnya ada Keisya. Sesampainya di ruangan Keisya, Nana melihat Keisya yang menangis tersedu-sedu. Karena Nana kebetulan sendiri datang ke ruangan itu ia pun pura pura menanyakan kepada Keisya apa yang terjadi. Kenapa pura pura? karena ia tau kalau yang membuat Keisya begini adalah rasa kangen nya ke Enju. Dan Nana tau kalau Enju akan kembali besok.
Nana pun menanyakan apa yang terjadi pada Keisya. Ternyata benar dugaannya. Nana pun memberikan obat dan beberapa makanan hangat untuk Keisya. Tapi sayang sekali Keisya tak mau makan, nana pun menghibur Keisya supaya mau makan. Beberapa menit kemudian akhirnya ia mau makan.
"Keii kamu kenapa?" tanya Nana sambil menutup pintu
"O-oh Nana, gapapa kok" jawab kagetnya
"Ayo lah cerita saja" paksa nana
"Karena kamu baik yasudah, jadi... aku.. kangen dia lagi" Jawab Keisya suara kecil
"Oh begitu, nanti juga dia akan kembali percaya aku deh" jawab Nana yang sudah tau kalau besok memang terjadi
"Bagaimana kamu bisa tau na?" tanya curiga
"Insting saja, semoga saja terjadi" jawab nana
"Iyaa" jawab Keisya lalu ia melirik apa yang di bawa oleh Nana, ternyata obat dan makanan.
Keisya tau kalau itu obat dan makanan, karena ia tak nafsu makan ia pun memalingkan pandangannya menuju ke televisi yang sedang menyala. Tiba tiba Nana ingat harus menyuruh Keisya tuk meminum obatnya lalu istirahat.
"Oh iya ini makan lalu minum obat" perintah Nana sambil ngasih obat dan makanan panas
"Ga mau, aku ga nafsu makan" jawab Keisya
"Mau tentu saja" jawab bahagia Keisya
"Kamu pilih kasih nih?" jawab bete Nana
"Engga, dia seperti penyelamat ku saja jadi..." jawab Keisya yang mengganggap Enju penyelamat nya selama ini.
"Huh yasudah anggap aku sebagai Hiko" jawab Nana tak masuk akal, mana bisa Enju menjadi seorang perempuan.
Keisya pun diam sedang berfikir lalu..
"Baiklah aku mau makan"
"Anak pintar"
Keisya pun makan lalu meminum obatnya.
Setelah Keisya minum obatnya Nana pun menyuruh Keisya untuk istirahat dulu.
"Keii selesai minum obat kamu lanjut istirahat ya, tidur" perintah Nana sambil mengelus rambut Keisya dengan lembut.
"Iyaa, makasih ya sekali lagi" jawab Keisya sambil tiduran di ranjang lalu tak lama kemudian ia pun memejamkan matanya.
"Iyaa" jawab Nana suara kecil.
Keisya pun tertidur.
Setelah Keisya tidur pulas Nana pun memutuskan untuk menyuruh bawahan Enju untuk mengambilkan laptop di kantor.
Supaya tak bosan ia pun memutuskan untuk melakukan pekerjaan nya Keisya. Nana sebenarnya tak punya pekerjaan kecuali menjaga Keisya, jadi ia mengerjakan tugas Keisya saja sementara Keisya sakit terbaring di ranjang rumah sakit. Setelah Nana mengerjakan beberapa tugas Keisya ia pun lelah lalu tertidur sampai malam tiba. Saat malam tiba Nana tiba tiba terbangun kaget karena ia ketiduran.