My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 55 Nana kemana?



Sesuatu yang kurang dari biasanya, sesuatu itu adalah Nana. Sudah beberapa hari setelah Keisya keluar dari rumah sakit, Nana belum muncul. Bahkan jejaknya juga tak ada. Keisya pun menghubungi Enju untuk menanyakan itu, tapi telepon itu tak di angkat oleh Enju. Keisya seketika ingat jika Enju saat ini sedang meeting. Keisya langsung kirim pesan ke Enju "Hiko, Nana kemana? aku tak bertemu dia selama beberapa hari ini semenjak aku keluar dari rumah sakit. Kemana dia?" Isi pesan Keisya yang di kirimkan ke Enju. Disisi lain Enju sedang hanya menyimak Enju terlihat sedang mengerutkan dahinya. Sampai sekertaris CEO pun menyadari.


Karena sang big bosnya itu sedang merasa tak nyaman, jadi sekertaris itu bertanya.


"Ada apa pak?" tanya sekertaris.


"Tidak ada" jawab Enju.


"Saya harap bapak fokus" ucap sekertaris.


"Ya" jawab singkat Enju.


Enju pun kembali fokus ke meeting. Sampai pada akhirnya jam makan siang pun datang. Enju memutuskan untuk pergi ke ruangan Keisya. Enju bermaksud untuk mengajak Keisya makan siang di rumah saja. Enju berencana untuk memasakkan Keisya sebagai permintaan terimakasih dan maaf.


Sebelum ke ruangan Keisya, Enju duduk santai dahulu di ruangan meeting untuk menjawab pesan dari Keisya.


"Maaf aku tak tau, nanti aku akan cari tau. Sekarang coba kamu tunggu aku di lobby" balasan Enju. Tak lama setelah menerima pesan, Keisya langsung menjawab pesan tersebut karena Keisya juga sedang bermain ponselnya untuk menunggu balasan dari Enju. Keisya menjawab


"Baiklah akan ku tunggu" jawab Keisya.


Selesai mendapat balasan itu Enju segera pergi ke mobilnya untuk menganti jas nya supaya Keisya tak curiga. Cukup melelahkan baginya harus sembunyi dari Keisya dan para karyawannya.


Setelah mengganti jasnya Enju harus kembali lagi masuk ke kantor untuk menemui Keisya. Setelah bertemu dengan Keisya, Enju langsung mengajak keisya tanpa memberitahu kemana mereka akan pergi.


"Sudah siap honey?" tanya Enju.


"Iya sudah, mau kemana kita?" jawab dan tanya Keisya penasaran.


"Sudah ikut saja" jawab Enju.


"Baiklah jangan jauh jauh" ucap khawatir Keisya takut di bawa kemana mana.


"Iyaa tenang" jawab Enju santai.


Mereka pun pergi ke apartemennya Enju. Karena mereka sudah berpacaran, kini Enju sudah tak malu dan salah tingkah lagi karena keceplosan nya itu.


Sesampainya di apartemen, Keisya terlihat kebingungan kenapa malah ke sini. Biasanya mereka makan siang di restoran mewah. Dan yang ada di pikiran Keisya saat sampai, mungkin Enju ingin berduaan saja di apart jadi Enju mengajaknya ke sini.


"Sayang, mau ngapain?" tanya Keisya.


"Ayo masuk dulu saja" jawab Enju.


"Baiklah" jawab keisya.


Mereka pun masuk ke apartemennya Enju. Keisya terlihat semakin kebingungan dan Enju suruh Keisya untuk duduk saja diam sambil menonton telivisi.


"Tunggu sebentar ya sambil menonton televisi" perintah Enju.


Enju akan memasakkan sesuatu sebagai bentuk terimakasih nya.


Karena Keisya paling takut jika jam makan siangnya sudah habis dan mereka akan telat masuk kantor jadi Keisya menyuruh Enju untuk cepat cepat memasaknya.


"Mau ngapain?" tanya Keisya.


"Sudah diam saja" jawab Enju.


"Baiklah jangan lama lama" ucap Keisya.


"Iyaa sayangku yang paling rajin" ucap Enju.


Enju pun ke dapur untuk memasak, sedangkan Keisya duduk di sofa sambil menonton televisi. Beberapa menit kemudian Keisya bosan menonton televisi, ia pun memutuskan untuk melihat jendela yang bisa melihat semua gedung gedung di bawah.


Tak lama dari itu, Enju pun datang membawa semangkuk nasi goreng dan telur omlete yang masih panas. Enju pun melihat Keisya yang bengong melihat kebawah, lalu menghampiri nya.


"Keii, ayo makan" ajak Enju.


"Maaf, aku tiba tiba ga nafsu makan" jawab Keisya yang tiba tiba tak nafsu.


"Ayo dong aku sudah masakin kamu" ucap Enju mengajak Keisya untuk makan.


"Oh iya kah?" tanya Keisya.


"Baiklah aku akan makan dan kamu juga" ucap Keisya bahwa ingin makan bersama.


"Iyaa yuk" ajak Enju.


Mereka pun kembali duduk di meja ruang tengah lalu memakan masakan Enju. Keisya pun menghargai masakan Enju dengan menghabiskan nya dengan lahap.


Untuk jaga jaga Enju juga membawakan minuman jus, supaya tak lari ke dapur untuk mengambil minum saat genting. Benar saja, Keisya kepedesan setelah beberapa suap.


"Gimana? enak?" tanya Enju.


"Enak banget, tapi sedikit pedas" jawab Keisya kepedesan.


"Maaf, kamu tak suka pedas?" tanya Enju.


"Sedikit suka" jawab Keisya.


"Itu minum dulu jus pisang biar pedasnya reda sayang" perintah Enju.


"Iyaa" jawab Keisya.


Keisya pun meminum jus tersebut karena tak tahan dengan pedas. Keisya bilang sedikit suka supaya Enju tak merasa bersalah. Beberapa menit kemudian, mereka pun selesai makan.


Keisya tiba tiba beridir saat selesai makan, Keisya berdiri karena ia ingin mencuci piring kotornya tapi Enju melarangnya dengan alasan nanti telat masuk kantor supaya Enju saja yang mencucinya.


"Sudah? gimana enak ga?" tanya Enju.


"Sudah enak banget makasih ya" jawab keisya


"Iyaa, Mau kemana?" tanya Enju.


"Cuci piring" jawab Keisya.


"Jangan nanti aja, nanti telat loh" ucap Enju.


"Yasudah deh jangan di cuci ya?, biar aku aja" perintah Keisya kesal.


"Iyaa, Ayo berangkat lagi" ajak Enju.


"Iyaa ayo" jawab Keisya.


Mereka pun berangkat ke kantor.


Sesampainya di kantor seperti pagi tadi, Enju harus mengganti jas nya. Tapi Keisya melarang nya, Karena Keisya tak ingin masuk sendirian jadi ia mengajak Enju untuk masuk bersamaan. Enju panik sendiri dan Enju meminta waktu untuk berfikir sebentar untuk mengelabui para karyawan.


"Kamu duluan saja ya? aku mau parkir mobil dulu" perintah Enju.


"Ga mau, aku mau masuk bersama" jawab Keisya ingin bersama.


"Sebentar ya" ucap Enju sembari berfikir.


Enju akhirnya mendapatkan ide setelah berfikir beberapa menit.


Karena para karyawan masih di luar karena masih waktu makan siang jadi aman aman saja untuk masuk bersama.


"Ya sudah ayo masuk bersama" ajak Enju.


"Yey ayoo" jawab Keisya senang.


"Iyaa, aku ganti jas dulu ya" ucap Enju.


"Kenapa memang?" tanya Keisya.


"Sudah basah kena keringat" jawab Enju.


"Yasudah aku tunggu di luar" ucap Keisya.


"Iyaa" jawab Enju.


Keisya pun keluar mobil dan Enju mengganti jasnya di dalam. Selesai mengganti jas, Enju pun keluar dari mobil lalu mengajak Keisya untuk masuk ke kantor.