
Keisya membatin tentang rumah Enju yang begitu mewah, tiba tiba Keisya kepikiran kalau beliau ayahnya big bos. Lalu Keisya bertanya-tanya apa alasan Enju mengajak Keisya ke rumahnya. Tiba tiba Enju datang lalu seolah menjawab pertanyaan keisya.
"Maaf ya Keii aku hanya bermaksud mengenalkan mu dengan ayah ku" ucap Enju.
"Iyaa tak apa" jawab Keisya.
Tiba tiba pembantu datang.
"Permisi ini tehnya, silahkan dinikmati" ucap pembantu. Pembantu pun pergi setelah menaruh teh di meja ruang tamu. Sang ayah dan Enju pun duduk, mereka duduk sambil berbincang mengenai pekerjaan Enju di kantor.
Sampai pada akhirnya ayah Enju bertanya kepada Enju dan membuat Enju terkejut sendiri dengan pertanyaan nya.
"Hiko, kau sudah berpacaran dengan keisya?, sudah berapa lama?" tanya sang ayah santai.
"Ayah.. kami masih belum pacaran" jawab Enju kesal dan kagetnya.
"Yasudah segeralah pacaran dengan Keisya di depan ayahmu ini, atau kalau bisa kalian langsung tunangan saja" ucap sang ayah dengan santainya tanpa memperdulikan Keisya yang malu sendiri.
"Ayah aku masih belum siap" jawab Enju.
Tiba tiba situasi menjadi canggung. Karena Keisya merasa situasinya canggung jadi ia mengalihkan topik dan bertanya tentang keluarganya Enju.
Tiba tiba Enju memotong pembicaraan Keisya. Sambil memperhatikan sang anak bicara begitu di depannya, ia juga sambil tersenyum karena akhirnya hati yang beku itu dilelehkan oleh wanita sederhana seperti Keisya.
"Oh iya ini rumah mu kan?, besar sekali.. ada banyak pembantu nya juga, aku jadi pengen.. tapi sepertinya--" ucap Keisya basa basi.
"Keii.." panggil Enju malu malu.
"Iyaa hiko?" jawab Keisya.
"Mau tidak kamu berhubungan lebih spesial daripada teman?" tanya Enju penasaran.
"Maksudnya?" tanya Keisya tak paham apa yang di maksud oleh Enju. Dalam hidupnya Keisya juga belum pernah berpacaran.
Selanjutnya sang ayah pun berbicara supaya Enju terbantu untuk mendapatkan Keisya.
"Maksudnya, kamu di ajak pacaran dengan dia Keisya Efrinda" jawab sang ayah
"Pacaran?" tanya Keisya.
"Iyaa pacaran, dia baru pertama kali begitu, jadi dia bingung harus bilang apa" jawab sang ayah menjelaskan dengan santai.
"Ayah.. jangan ikut campur" ucap kesal Enju.
"Biarin, orang kau ga jelas gitu mengajaknya mana paham keisya" jawab santai sang ayah. Sang ayah ingin Enju cepat cepat berpacaran dengan keisya, atau kalau bisa bertunangan lalu menikah. Karena Enju juga baru pertama kali dalam hidupnya seperti ini jadi dia bingung mau bicara apa untuk mengajak berpacaran.
Keisya merasa bersalah karena tak mengerti apa yang di ucapkan oleh Enju.
"Iyaa maaf Hiko, aku ga paham" ucap Keisya.
"Maaf, jadi mau tidak?" tanya Enju.
"Mau, aku juga baru pertama kali" jawab keisya memberitahukan bahwa ia juga pertama kalinya, sama seperti Enju.
"Wah sudah jodoh kalian" ucap sang ayah.
"Ayah.." ucap Enju kesal.
Tiba tiba Keisya ikut ikutan memanggil 'ayah' ke sang ayahanda karena ia merasa harus melakukannya.
Karena Keisya ingin memakan camilan jadi Keisya ijin memakannya.
"Maaf ayah boleh saya memakan camilan ini?" tanya Keisya ingin memakan camilan.
"Ayah?" tanya Enju kaget.
"Hahaha iyaa silahkan, habiskan jika mau" jawab sang ayah bahagia.
"Baik terimakasih yah" ucap Keisya.
"Tuhkan langsung di panggil ayah" ucap ayah.
"Emm lalu aku di panggil apa?" tanya Enju.
"Sayang?" jawab dan tanya keisya.
"Hahaha sudah cocok kalian" ucap sang ayah.
"Emm..." ucap Enju malu.
Situasi pun menjadi canggung lagi karena Enju malu sendiri dan sang ayah bahagia sampai senyum senyum sendiri.
Sedangkan Keisya masih asik memakan beberapa camilan yang menggiurkan dirinya.
"Keii ayo ke dapur, sudah waktunya" ajak Enju.
"Iyaa ayo, ayah juga" jawab dan ajak keisya.
"Iyaa ayo" jawab sang ayah.
Mereka pun menuju ke meja makan. Di meja makan sudah tertata rapi makan mewah.
Saking mewahnya Keisya sampai tak tega memakannya. Enju pun langsung mempersilahkan Keisya untuk memakannya tapi Keisya masih ragu apakah boleh di makan semua atau hanya beberapa.
"Silahkan di makan Keii" ucap Enju.
"Tapi…" ucap Keisya ragu.
"Iyaa boleh di makan semuanya" ucap Enju.
"Ehh? beneran?" tanya keisya tak yakin.
"Iyaa beneran kok nak" jawab sang ayah.
"Makasih yah, selamat makan" ucap Keisya.
Mereka pun makan bersama. Mereka semua memakan dengan tentram dan sangat hening.
Sampai tiba tiba salah satu pelayan menumpahkan teh panas ke bagian depan tubuh keisya.
"Hiko, panas.." rintih Keisya kepanasan.
"Maaf non saya tak sengaja" ucap sedih bibi.
"Kau ni gimana sih bi.." ucap Enju khawatir Enju. Tak pakai lama bibi tersebut langsung di pecat oleh sang ayah supaya tak mengulangi kesalahan yang sama ke keluarga nya nanti.
"Maaf tuan saya tak sengaja" ucap sedih bibi.
"Sudah kau tak perlu banyak alasan kau, saya pecat!, dan pergi dari sini!" bentak sang ayah.
Bibi pun pergi dari ruang makan lalu ia mengemasi barang-barangnya lalu pergi.
Selesai memecat, Enju langsung mengajak ke kamar mandi untuk membilas baju Keisya yang ketumpahan teh lalu di bawa ke rumah sakit, takut Keisya kenapa-napa.
"Bi siapkan baju dan taruh ke kamar mandi untuk Keisya!" perintah Enju.
"Baik tuan" ucap mengerti pembantu.
"Maaf ya Keii, ayo ke kamar mandi" ajak Enju.
"Ngapain?" tanya Keisya.
"Ee.. ya cuci bajumu lalu kita ke rumah sakit buat periksa" ajak khawatir Enju.
"Ga mau ke rumah sakit" ucap tolak Keisya.
"Kenapa?, gapapa ga si suntik" bujuk Enju.
"Yasudah iyaa mau" ucap Keisya mau.
Enju dan Keisya pun pergi ke kamar mandi untuk membilas baju Keisya.
Sesampainya di depan kamar mandi Enju pun menyuruh Keisya untuk membilas bajunya, kalau bisa Keisya bisa langsung mandi.
"Keii kamu bisa sendiri ?, dan ada baju juga di dalam pakai ya" tanya Enju.
"Iyaa jangan di tinggal ya" jawab Keisya.
"Iyaa aman" jawab Enju.
Keisya pun masuk ke kamar mandi. Selesai membilas Enju langsung mengajak Keisya berangkat ke rumah sakit.
"Sudah?" tanya Enju.
"Sudah, makasih bajunya pas" jawab Keisya.
"Iyaa ayo berangkat" ajak Enju.
"Iyaa, masih sakit Hiko.." rintih Keisya.
"Iyaa sebentar tahan ya sampai di rumah sakit" perintah Enju.
"Iyaa" jawab Keisya.
Mereka pun berangkat ke rumah sakit untuk memeriksakan Keisya.