
Penjaga itu pun keluar lalu memperbolehkan masuk Keisya. Keisya pun masuk dengan gugup karena ini pertama kali nya dia bertemu Emihiko Enju sang big bos. Setelah menyerahkan beberapa berkas tersebut Keisya pun di suruh untuk menunggu dan duduk di sebuah sofa yang berbeda di pojok. Keisya pun menurutinya, tapi Keisya sedikit curiga dengan suaranya.
"Permisi ini berkas nya" ucap Keisya.
"Iya taruh saja di meja dan kau tunggu di sofa pojok itu dengan tenang" perintah Enju.
"Baik" jawab Keisya.
Keisya pun duduk.
Enju menandatangani berkas tersebut sambil menghadap ke arah jendela karena tak mau wajah dan badan nya ketauan Keisya.
Beberapa menit kemudian setelah Enju mengecek dan menandatangani berkas tersebut Enju langsung menaruh berkas tersebut di meja. Keisya di suruh untuk mengambil nya lalu pergi dari ruangan nya.
"Sudah ni ambil dan segera keluar dari ruangan ku" perintah Enju.
"Untuk perbaikan nya..." tanya Keisya.
"Tidak ada" jawab cepat Enju.
"Baik saya permisi" jawab Keisya.
Keisya pun keluar dari ruangan itu dan kembali ke ruangan miliknya. Keisya pun bengong sebentar saat di jelaskan oleh Retina.
"Kei ada apa? kau bengong" tanya retina.
"Tidak ada tadi sampai mana?" jawab dan tanya Keisya.
"Huh sudah nanti saja lanjutan nya kau tenangkan pikiran mu" perintah retina.
"Baiklah terimakasih" jawab keisya.
Retina pun keluar dari ruangan Keisya.
Keisya melanjutkan bengong nya. Apa sih yang di pikiran Keisya? tentu saja Enju sang big bos. Keisya dari tadi semenjak kembali dari ruangan Enju dia memikirkan suaranya, suaranya seperti dia kenal tapi siapa. Keisya sempat berfikir kalau itu Hiko tapi sepertinya bukan karena Hiko bilang kalau dia hanya karyawan biasa disini. Karena alasan dia sudah di traktir beberapa juta, Keisya pun percaya kalau Hiko bukan Enju. Keisya pun memutuskan untuk membuat kopi di lobby, karena di lobby ada mesin kopi beserta kopinya tentu saja. Oh iya ada OB tapi di kantor itu OB nya hanya untuk yang berkedudukan tinggi.
Saat membuat kopi Keisya ternyata bertemu Hiko yang sedang meminta sebuah berkas di meja resepsionis. Keisya pun menyapa nya dan semua karyawan yang ada di lobby pun terkejut. Karena Hiko adalah Enju sang big bos yang terkenal dingin tiba tiba di sapa dengan akrab.
"Hai Hiko sedang apa kamu?" tanya Keisya.
"Oh baiklah aku ada kopi nih, minta ga?"
"Udah tadi, kamu minum aja deh" jawab Enju.
"Yah yasudah semangat ya kerjanya"
"Iya makasih kamu juga" jawab Enju.
"Iyaa makasih juga, kalau begitu aku kembali dulu ya" ucap keisya.
"Iyaa" jawab enju senyum sendiri.
Keisya pun kembali ke ruangan nya.
Penjaga meja resepsionis pun memberikan berkas ke Enju dan menanyakan sesuatu.
"Big bos, tadi.." ucap penjaga meja.
"Kau ga berhak tau" jawab enju.
"Baik" jawab penjaga meja resepsionis.
Enju pun kembali ke ruangan nya.
Karyawan pun mulai ramai menyebarkan rumor rumor yang menyangkut mereka. Tentu saja Enju tak akan tinggal diam, ia akan mengancam yang membuat atau menyebarkan rumor itu dengan mati lewat sekretaris nya. Sekertaris Enju di beri perintah Enju untuk melaksanakan nya dengan segera.
"Sekertaris Barra Ravindra" panggil Enju.
"Baik?" tanya barra
"Tolong hentikan rumor yang menyangkut Keisya segera!" perintah Enju.
"Baik" jawab barra.
Barra pun langsung keluar ruangan dan menyelesaikan nya dengan sangat cepat dan teliti. Syukurlah saat jam makan siang rumornya sudah mereda. Untung Keisya masih polos jadi tak terlalu khawatir kalau mereka menyerang Keisya dengan omongan yang pedas dari mulut mereka.