
Sebenarnya Enju juga menginginkannya, tapi mereka sama sama takut.
"Yasudah ayo, nanti siap siap ada tamu ya. Tamunya kan datang ke rumah" balas Enju.
"Siapa tamunya?" tanya Keisya.
"Sudah siap siap saja" jawab Enju.
"Baiklah, sampai ketemu di ruang tamu sayang" balas Enju. Mereka berdua pun mandi dan bersiap siap. Setelah itu mereka berdua langsung menuju ke ruang tamu tuk menyambut tamu itu. Beberapa menit setelah mereka duduk manis, tamu itu pun datang.
Tamu kali ini penting karena tamu satu ini kan membantu Enju tuk terus bersama Keisya selamanya. *toktoktok*
"Silahkan masuk, bapak sudah menunggu anda pak Hito." ucap bibi sambil membuka pintu tuk tamu itu masuk.
"Selamat datang pak Hito, silahkan duduk. Terimakasih atas kunjungannya" ucap Enju.
"Terimakasih" ucap Hito lalu ia duduk.
"Sayang siapa beliau?" tanya Keisya sambil bisik bisik ke Enju. Enju juga menjawabnya dengan bisik bisik.
"Beliau adalah orang ku yang akan membantu mengurus semuanya" jawab Enju.
"Perkenalkan nama saya Hitoshi Menma, dari keluarga Menma cukup panggil saya Hito. Salam kenal bu Keisya" ucap Hito.
"Salam kenal juga pak Hito saya Keisya Efrinda" balas Keisya. Salah satu pembantu Enju pun mendekati mereka, ia memberi dua gelas kopi dan 1 teh untuk mereka. Setelah itu, pembantu itu pun pergi meninggalkan mereka. Tak ada yang mendengar pembicaraan mereka atas perintah Enju. Enju dan Hito tiba tiba mode serius, Keisya yang tak tau apa apa pun hanya bisa diam saja. Mereka pun mulai mengobrol dengan topik yang tak di ketahui oleh Keisya, ia pun memutuskan tuk diam saja. Lalu tiba tiba Enju menanyakan sesuatu kepada Keisya yang membuatnya bingung.
"Sayang bagus ga yang desain ini?, terus yang gaya ini kamu pilih yang mana?" tanya Enju.
"Bagus, pilih yang nomer 4,6,9" jawan Keisya.
"Baiklah kamu siap gaya itu?" tanya Enju.
"Apa? buat apa?" tanya kembali Keisya.
"Ini buat gaya foto prewedding kita sayang. Gambar desain tadi itu buat undangan pernikahan kita" jawab Enju.
"Apa? sudah dekat?" tanya Keisya.
"Sebenarnya ayah dan ibu kan kesini bentar lagi tuk menentukan tanggal" jawab Enju.
"Mereka berdua saja kan?" tanya Keisya curiga kalau Enju tak mengundang mereka berdua saja.
Tiba tiba ada ketukan pintu dari seseorang, karena pintu itu masih terbuka jadi pembantu tak datang ke ruang tamu lagi. Setelah pintu itu di ketuk, orang yang mengetuknya pun masuk setelah di persilahkan Enju masuk.
"Silahkan masuk" ucap Enju. Orang orang itu pun masuk. Ternyata benar saja kalau yang di undang Enju bukan cuman orang tuanya saja, ia mengundang saudara nya Leona juga tuk membicarakan tentang masa depan Enju.
"Silahkan duduk" ucap Enju mempersilahkan, mereka pun duduk. Tak lama dari itu seperti tadi, pembantu pun langsung membawakan dan menghidangkan mereka segelas teh.
Para pembantu itu hafal dengan selera mereka karena Enju yang memberitakannya.
"Halo nak, gimana hasilnya?" tanya Toji.
"Kata Keisya ini bagus dan nomer 469" jawab Enju sambil menunjukkan gambar di laptop.
"Nah bagus itu. Ayah dan ibu juga sudah membicarakan ini jadinya Minggu depan tanggal 10. Gimana?" ucap Toji.
"Boleh tu, itu juga sekalian ulang tahun Keisya biar jadi satu sekalian" jawab Enju.
"Apa maksudnya?" tanya Keisya.
"Jadi gini sayang, tanggal 10 bulan 10 itu akan jadi tanggal pernikahan kita. Tanggal itu juga kan hari dimana kamu ulang tahun, jadi biar acaranya jadi 1. Boleh?" jawab dan tanya Enju tuk meminta izin ke Keisya.
"Boleh sayang" jawab Keisya.
"Nah om sudah setuju?" tanya Enju.
"Sudah kok dari awal kita diskusi" jawab Rizzu. Uchita Rizzu adalah keluarga Uchita.
"Baiklah dengan begini semua setuju. Keluar lah Na, Kau mau bilang apa?" ucap Enju memerintah Keisya tuk keluar dari persembunyiannya di balik pintu.
"Cih.., aku cuma mau bilang kalau aku juga setuju" jawab Nana.
"Eh Nana? ngapain kamu di sana? masuklah ayo sini" ucap Keisya mengajak masuk Nana ke dalam rumah.
Tapi Nana pergi begitu saja tanpa menjawab Keisya. Keisya pun ingin segera mengejarnya tapi Enju menghalangi nya.
"Sudah biarkan saja, nanti juga kembali. Sekarang fokus dulu sama ini" ucap Enju.
"Ta-tapi.." jawab Keisya.
"Sudah tak apa sayang, kalau sudah selesai kamu boleh ke tempatnya" ucap Enju.
"Baiklah" jawab Keisya.
Mereka pun melanjutkan diskusi nya. Sampai beberapa menit kemudian akhirnya selesai. Setelah Toji, Leona, dan Rizzu keluar dari rumah dan pulang, Keisya pun segera menemui Nana. Tapi sayang sekali tak bisa karena ia tak tau dimana Nana berada. Keisya pun meminta Enju tuk memberitahu nya.
"Sayang dimana Nana?" tanya Keisya.
"Nana lagi ada di pos samping kanan rumah. Jangan kemana mana" jawab Enju.
"Iyaa, dah sayang" balas Keisya lalu ia pun menuju ke tempat yang di tunjukan oleh Enju tadi. Keisya menuju ke tempat itu dengan berlari karena ia takut ada yang menganggu Nana. Fikiran Keisya saat ini sedang bertanya tanya kenapa Nana berubah, biasanya Nana tak seperti itu. Keisya juga bingung berubah nya seperti apa, ia pun langsung mempercepat larinya. Sesampainya di pos, Keisya melihat Nana sedang menghisap sesuatu. Nana yang langsung tau keberadaan Keisya pun menyembunyikan barang itu.
"Kenapa kamu kesini?" tanya Nana.
"Aku hanya ingin menanyakan sesuatu kepadamu" jawab Keisya
"Silahkan" balas Nana.
"Kenapa kamu tadi bersikap seperti itu na? biasanya kamu tak seperti itu" tanya Keisya.
"Oh, tidak ada. Kamu kembali sana sudah larut nanti malah nyasar lagi" jawab Nana mengalihkan topik pembicaraan.
Namun Keisya bersikeras tuk ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada Nana.
"Ga mau, jawab lah yang jujur" ucap Keisya.
"Huh.." Hela nafas lelah sambil kembali menghisap benda itu. Suasana pun hening beberapa detik. Nana pun memanfaatkan suasana itu, ia harus berfikir sejenak. Nana berfikir apa ia harus memberitahu Keisya soal perasaannya. Nana takut jika ia memberitahukannya Enju marah.
"Huh yasudah sini duduk dulu" ucap Nana yang mempersilahkan Keisya tuk duduk terlebih dahulu.
Keisya saat itu sedang berada di tengah tengah pintu masuk. Keisya pun segera duduk tuk mendengarkan cerita Nana.
"Gini.. jangan bilang bos ya jika aku menceritakan ini" ucap Nana.
"Iyaa, jadi kenapa?" jawab dan tanya Keisya.
"Aku sebenernya sedih karena kalian kan segera menikah. Jika kalian menikah nanti aku pasti tak bisa menemanimu lagi, dan lagi aku kan menikah juga dengan Barra awal tahun depan. Huh.." jawab Nana menghela nafas lalu menghisap benda itu lagi. Keisya pun kaget, tak menyangka bahwa Nana kan berkata seperti itu dan mempunyai perasaan seperti itu.
Bagi yang mau ajaa..
https://trakteer.id/lyaak/tip?.open\=true