
Nana tak ingin terbunuh sebelum ia bertemu dengan keisya lagi, maka dari itu dia kembali kedalam lagi tuk menyusun rencana.
"Sial bagaimana ini?" tanya Eric.
"Sudah dengarkan aku.." jawab Nana dengan menjelaskan rencananya. Setelah semua sudah siap, mereka pun menjalankan rencana itu. Mereka membuka pintu gudang itu lalu melemparkan benda yang mengeluarkan asap tebal. Setelah benda itu keluar dan mengeluarkan asap tebal, selanjutnya adalah Nana dan Eric keluar dari gudang. Tak hanya keluar begitu saja, Nana juga memukul tengkuk mereka supaya mereka tak menembaknya.
Untung saja prediksi Nana benar, mereka masih pemula jadi tak semahir Eric cara bertarung nya. Setelah para penjaga gudang itu tak sadarkan diri, Nana pun memindahkan para penjaga itu ke gudang lalu mengunci gudang itu. Sedangkan Eric mengawasi gerak-gerik penjaga lain. Setelah memindahkan para penjaga ke gudang, Nana juga tak lupa untuk membersihkan tempat supaya tak meninggalkan jejak.
"Ayo pergi dari sini lalu perintah yang lain untuk mencari informasi tentang siapa pemilik kapal ini" ucap Nana.
"Baik ayo" balas Eric. Setelah itu mereka pun pergi dari tempat itu menuju ke ruang utama.
Ruangan yang akan di gunakan untuk pesta sebuah perayaan. Saat itu Nana dan Eric tak tau perayaan apa yang akan mereka lakukan. Nana dan bawahan Enju yang sedang menyusup juga sambil mencari informasi. Sampai salah satu dari mereka mendengar obrolan 2 lelaki yang sudah berumur.
"Bukankah membawa wanita itu terlalu berbahaya?, tunangannya tak hanya sebatas CEO perusahaan besar loh" tanya pria satu.
"Menurut ku juga lumayan berbahaya tapi kita ikuti saja kemauan bos, bos juga kasian karna telah di tinggalkan oleh kakaknya" jawab pria lain. Mereka mengobrol sambil minum.
Selesai mereka mengobrol, mereka pun diam sambil menikmati minuman mereka. Salah satu bawahan Enju pun segera menuju ke dapur untuk memberitahu Nana yang sedang mencari informasi lewat pelayan lain. Setelah Nana di bisikan sesuatu oleh salah satu bawahan Enju yang mendengar itu, Nana pun segera menghentikan ngobrolnya dengan pelayan lain. Setelah itu, Nana menuju ke luar dapur untuk memerintah bawahan Enju yang membisikan sesuatu tadi. Nana memerintah mereka untuk menyiapkan kapal.
"Siapkan kapal untuk kita kabur, lalu jika perlu hubungi bos" perintah Nana.
"Baik" jawab salah satu bawahan Enju.
menuju ke lorong kamar kapal untuk memata-matai. Tak lama setelah Nana berjalan-jalan di lorong kamar, Nana pun menemukan sebuah cincin yang tak asing baginya terletak begitu saja di depan pintu kamar. Nana pun mengintip kamar itu, ternyata benar saja ada seseorang di dalam yang sedang menunduk diam. Nana mempunyai firasat bahwa itu adalah keisya, namun tiba tiba ada langkah kaki seseorang menuju ke arahnya. Nana pun segera bersembunyi, tak di sangka ia pun masuk ke sebuah ruangan. Untung saja ruangan itu adalah ruangan dimana keisya berada.
Setelah mengetahui bahwa wanita itu adalah keisya, Nana langsung memeluknya.
"Keii, maafin aku ya" ucap Nana sambil memeluk keisya lalu meneteskan air mata. Tak hanya memeluknya, Nana juga memasangkan cincin itu. Tak lama dari itu, Nana pun segera melepaskan ikatan tali yang mengikat tangan dan kaki keisya. Nana kesusahan untuk membuka ikatan tali itu, sampai tiba tiba ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan itu. Seseorang itu bingung mengapa pintu tersebut terkunci, ia membuka berkali kali sambil mengetuk pintu.
"Hey buka pintunya!!" ucap orang itu. Setelah itu orang itu memanggil bantuan.
Pintu itu tak segera terbuka karena Nana menguncinya sebelumnya. Lalu Nana mempunyai ide untuk menjalankan rencana yang sama seperti rencana yang di jalankan di gudang tadi. Saat Nana sedang fokus menjalankan rencananya, tiba tiba keisya bangun. Keisya bangun lalu memanggil nama Enju, Nana pun seketika memukul terlalu keras para penjaga. Setelah semua penjaga sudah tak sadarkan diri, Nana pun segera menuju ke keisya. Setelah sampai, Nana langsung memeluk keisya lagi dan membisikkan sesuatu kepada keisya.
Nana membisikan sesuatu itu sambil menangis tersedu-sedu.
"Sekarang sudah tak apa, kamu bisa berdiri sendiri kan?, ayo kita segera lari dari sini" ucap Nana sambil bisik bisik.
"Dimana aku?, maaf aku ga bisa lari, badan ku sakit semua" tanya keisya.
"Shh... kamu sekarang lagi di atas kapal pengangkut barang" jawab Nana. Keisya pun tiba tiba memegang kepalanya sambil merintih kesakitan. Jadi Nana mau tak mau harus mengendong keisya untuk pergi ke luar lalu naik ke kapal yang sudah di siapkan.
Nana pun mengendong keisya untuk menuju ke luar kapal. Tapi tiba tiba Nana bertemu dengan penjaga lainnya yang sedang menjaga kapal. "Sial" batin Nana. Nana pun mau tak mau berbohong.
"Ini pak, dia lagi sakit jadi aku mengantarnya ke kapal pribadi miliknya" jawab Nana.
"Baiklah ikut aku" balas penjaga itu. Nana pun mengikuti penjaga itu, ternyata penjaga itu mengantarkannya untuk pergi ke pintu masuk dan keluar kapal. Tak lupa untuk Nana mengucapkan terimakasih.
Nana mengucapkan terimakasih supaya ia tak di curigai. Nana berterimakasih sambil menaiki kapal yang ada Enju dan bawahannya
"Terimakasih pak" ucap Nana . Tiba tiba ada penjaga lain yang memanggil penjaga tadi.
"Tunggu, apa yang sedang kalian lakukan, kok hendak keluar dari kapal?!" tanya penjaga itu.
"Ini pak dia mau pulang sambil menaiki kapal pribadinya" jawab penjaga tadi, penjaga itu pun lengah. Tak menyia-nyiakan kesempatan, Nana pun menaiki kapal Enju itu.
"Cepat, di luar ramai penjaga" ucap Nana.
"Baik" jawab nahkoda pribadi Enju. Kapal pun melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan kapal barang itu.
Sedangkan penjaga itu masih mengobrol dengan penjaga lain. Sampai pada akhirnya penjaga lain itu sadar jika Keisya dan Nana sudah pergi dengan cepat.
"Sial wanita itu di bawa kabur sama pelayan tadi, kau si" ucap penjaga itu.
"Kau yang mengijinkan mereka untuk pergi, apalagi sampai mengantar ke sini" ucap salah penjaga lain.
"Apa lagi?, kejar mereka" ucap penjaga lain yang datang. Mereka pun menurunkan kapal lain untuk mengejar Nana dan keisya. Untung saja nahkoda pribadi Enju cepat, jadi ada kemungkinan untuk tak di kejar.
Sedangkan disisi lain Enju sedang memeluk keisya dengan sangat erat.
"Maaf ya aku ga bisa jagain kamu" ucap Enju.
"Iya gapapa dan Sa-sayang aku ga bisa nafas, sesak" jawab keisya.
"Oh maaf maaf" ucap Enju sambil melepaskan pelukannya. Lalu Enju ingin meminta sesuatu dari keisya.
"Sayang boleh minta sesuatu?" tanya Enju.
"Apa?" jawab dan tanya keisya.
Bagi yg punya uang lebih silahkan..
https://trakteer.id/lyaak/tip?.open\=true