My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 53 Syukurlah tak parah, maaf ya.



Selesai membilas Enju langsung mengajak Keisya berangkat ke rumah sakit.


"Sudah?" tanya Enju.


"Sudah, makasih bajunya pas" jawab Keisya.


"Iyaa ayo berangkat" ajak Enju.


"Iyaa, masih sakit Hiko.." rintih Keisya.


"Iyaa sebentar tahan ya sampai di rumah sakit" perintah Enju.


"Iyaa" jawab Keisya.


Mereka pun berangkat ke rumah sakit untuk memeriksakan Keisya.


...******...


Sesampainya di rumah sakit Enju langsung menggendong Keisya tuk menuju ke IGD. Keisya seketika kaget karena Enju tiba tiba mengendong Keisya.


"Ehh kenapa di gendong?" tanya kaget Keisya.


"Sudah kamu diam saja" jawab panik Enju.


Keisya seketika langsung diam. Sesampainya di IGD Keisya langsung di periksa oleh dokter untung saja Keisya tak mengalami luka parah jadi tak usah di rawat.


"Bagaimana kondisinya dok?" tanya Enju.


"Dia baik baik saja lukanya tak terlalu parah jadi tak usah tuk di rawat" jawab dokter.


"Jadi harus bagaimana supaya sembuh?" tanya Enju tak tahu apa apa.


"Rutin minum obat dan oles lukanya secara rutin, ini resepnya" jawab dokter.


"Baik dok terimakasih, saya permisi" jawab Enju lalu pergi. Enju pun mengambil obat sendirian. Enju senang karena Keisya tak usah di rawat lagi.


Sedangkan Keisya disuruh Enju untuk menunggu nya di mobil. Enju takut jika ia ikut mengambil obat nanti malah bosan.


"Kamu tunggu di mobil saja ya, sambil main game" perintah Enju.


"Mau ikut.." ucap Keisya ingin ikut.


"Jangan nanti kamu bosan" larang Enju.


"Yasudah deh" jawab Keisya.


"Iyaa aman hati hati ya ke mobilnya" ucap Enju khawatir dan ga enak meninggalkan Keisya sendirian ke mobil dan di mobil.


"Heem" jawab sedih Keisya.


Keisya pun pergi ke mobil dan Enju mengantri untuk mengambil obat. Sesampainya di mobil sesuai kata Enju, ia langsung bermain laptop nya Enju untuk melihat lihat saja.


Beberapa menit kemudian akhirnya Enju kembali setelah 20 menit mengambil obat.


"Halo Keii aku kembali" ucap Enju senang.


Keisya tak menjawab karena ia tertidur pulas, karena hari juga semakin malam jadi Keisya mengantuk dan tertidur dengan pulas.


"Yah tidur ya, maaf ya semua jadi kacau" batinnya Enju yang merasa kecewa dan sedih. Enju pun langsung mengendarai mobil dengan kecepatan rendah menuju ke apartemen. Lagi lagi Enju membawa ke kamarnya karna tak tahu apa sandi pintunya.


...*****...


Keesokan harinya, Enju pun akhirnya bangun. Enju tidur di sampingnya Keisya, tapi Enju membatasi jarak menggunakan beberapa guling. Enju takut jika malam ia menyerang Keisya saat tidak sadar.


"Keii maaf ya soal semalam, semuanya kacau andai saja aku ga mengajakmu makan malam di rumah ku tapi di restoran mewah jadi semua itu ga akan terjadi. ini semua gara gara aku, maaf ya" gumam Enju sedih.


"Hmm gapapa, itu juga ga sengaja kan?" jawab dan tanya Keisya tiba tiba.


"Ohh maaf aku membangunkan mu kan?" tanya Enju panik.


"Engga kok" jawab Keisya.


Enju panik karena Keisya tiba tiba bangun dan menjawab gumaman Enju yang tak jelas.


Enju saat ini ingin sendiri dahulu, ia ingin merenungkan semuanya dan menenangkan dirinya supaya tak aneh di depan Keisya.


"Iyaa aku akan kembali, jangan merasa bersalah lagi ya?" jawab dan tanya Keisya.


"Iyaa selamat pagi" jawab Enju.


Keisya pun turun dari tempat tidur lalu menuju ke apartemen nya. Keisya tau kalau Enju ingin sendiri meskipun ini pertama kalinya ia berpacaran.


Saat di apartemen, Keisya akhirnya mandi lalu memasakkan sebuah makanan untuk Enju. Keisya memaksakan Enju beberapa makanan supaya Enju tak merasa bersalah lagi. Selesai memasakkan Keisya mencari informasi di internet tentang bagaimana membujuk keadaan Enju yang sekarang ini. Lalu Keisya menghubungi Enju untuk membukakan pintu.


"Hiko sayang buka kan pintunya" ucap Keisya.


"Ga" jawab singkat Enju yang masih kecewa.


"Kenapa? aku bawa sesuatu spesial nih" ucap Keisya membujuk Enju.


"Apa memang?" tanya Enju lemas.


"Buka dulu mangkanya" bujuk Keisya.


"Ok" jawab Enju singkat.


Enju pun membukakan pintu untuk sang kekasihnya Keisya.


Saat di buka kan pintu, Keisya langsung masuk dan bengong beberapa waktu karena suasana di apartemen Enju tiba tiba suram. Suram sekali sampai hampir tak ada kehidupan di dalam.


"Nih makan ya dan habiskan" suruh Keisya.


"Iya makasih" jawab Enju.


Enju pun membuka kotak bekal yang di bawa oleh Keisya dan kaget dengan isinya.


"Telur kecap?" tanya Enju.


"Iyaa maaf ya seadanya" jawab Keisya sedih.


"Selamat makan" ucap Enju lalu memakannya


Keisya memasakkan telur kecap, walaupun sederhana tapi Keisya menuangkan cinta ke masakan nya itu juga karena Informasi yang terdapat di Internet tersebut. Selama Enju memakan masakan Keisya, ia terlihat senyum senyum sendiri karena Enju terlihat lebih membaik daripada sebelumnya.


Tiba tiba Enju hampir sesak karena susah menelan makanan, Keisya pun panik lalu mengambilkan air di dapur.


"Pelan pelan mangkanya, Sini ku suapi biar ga susah menelan lagi" ucap keisya marah.


"Iya makasih" ucap singkat Enju.


Keisya pun menyuapi Enju dengan sangat penuh kasih sayang.


"Sudah ya ga perlu sedih lagi aku ga kenapa-napa kok, ya? tanya Keisya.


"Tapi kamu-" jawab Enju lalu di potong Keisya.


"Sudah buka mulutnya pesawat nya mau mendarat siapkan landasannya" hibur Keisya.


"Emm" jawab Enju sambil mengunyah.


Keisya merasa jika Enju seperti anak kecil yang pernah Keisya bantu asuh di panti asuhan saat dia masih di sana waktu itu.


Keisya juga merasa kalau Enju itu bersikap lucu di depan nya, sikapnya berbeda ketika di depan orang orang dan di depan dirinya.


"Kamu kaya anak kecil aja haha, lucu" batinnya sembari tersenyum manis. Enju menyadari kalau Keisya senyum senyum sendiri sembari menyuapinya.


"Kenapa? ada apa?" tanya Enju penasaran.


"Tidak kok, sudah habiskan 1 lagi nih, Dah tunggu disini aku mau ke dapur dulu" izin Keisya ingin ke dapur setelah Enju makan habiskan makanan nya.


"Mau ngapain?" tanya Enju.


"Cuci piring sama ambil air lagi" jawab Keisya.


"Intinya ga boleh" larang Enju.


"Yasudah sini tiduran" tawar Keisya.


Enju pun tidur di pangkuannya Keisya. Beberapa menit kemudian akhirnya Enju tertidur di pangkuan Keisya dan Keisya juga ikut tertidur. Enju dan Keisya seperti anak dan ibu yang sedang tertidur di sofa.