My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 88 Tamu penting.



Mereka memesan lebih karena Keisya sudah terlalu lapar karena mereka hampir mengelilingi penuh mall.


"Selamat makan" ucap Enju.


"Selamat makan" balas Keisya. Mereka pun memakan nya dengan lahap. Selesai makan mereka langsung menuju ke toko handphone, toko yang menjual handphone, tablet, laptop dan beberapa barang lainnnya. Sesampainya di toko, seperti biasa Enju pun membiarkan Keisya tuk memilih beberapa perlengkapan laptop termasuk laptopnya juga. Seperti biasa, Keisya tak mengerti apa apa. Kali ini Enju yang akan menemaninya tuk memilih, karena di tempat itu bukan tempat pribadinya melainkan tempat umum. Enju juga tak membawa bawahannya tuk masuk, karena Enju ragu pada bawahannya.


"Nah sekarang kamu pilihlah laptop dan beberapa perlengkapannya yang lain, terserah kamu mau ambil yang mana" ucap Enju.


"Tapi aku tak mengerti.." jawab Keisya


"Kali ini kan ku temani, ayo" balas Enju.


Lalu mereka pun mengelilingi toko untuk memilih laptop tuk Keisya. Setelah beberapa menit kemudian, mereka pun akhirnya menemukan pilihan.


"Aku mau ini saja" ucap Keisya.


"Baiklah, ada lagi yang lain?, mau earphone juga?, mau handphone baru?" tanya Enju.


"Su-sudah ini saja, tapi aku juga mau earphone boleh?" jawab dan tanya Keisya.


"Boleh, sini" jawab Enju, mereka pun kembali melihat lihat beberapa earphone yang cocok untuk Keisya. Earphone yang cocok biasanya di tentukan oleh warna, bentuk, dan merek. Setelah itu Enju juga memilihkan Case untuk earphone itu. Keisya pun merasa jika itu semua terlalu banyak jadi ia merasa tak enak kepada Enju. Keisya merasa tak enak karena dirinya selalu bergantung pada Enju, padahal sebelumnya ini ia sudah lama tak masuk ke kantor. Keisya selalu di larang, tidak, lebih tepatnya di halangi oleh Enju tuk berangkat ke kantor.


"Sudah sayang ini aja" ucap Keisya.


"Kenapa? kalau mau yang lain bilang aja ya, mumpung kita masih disini" tanya Enju.


"Sudah ini aja Honey" jawab Keisya.


"Ba-baiklah, sudah ini saja kak" balas Enju lalu ia berbicara kepada kasir.


Semua barang barang Keisya pun di bungkus. Tak lupa juga Enju membayarnya tentu saja. Setelah semua urusan Enju dan Keisya di mall sudah selesai mereka berdua pun kembali ke mobil lalu berangkat pulang.


"Sayang makasih ya" ucap Keisya.


"Iya sama sama, di jaga ya" jawab Enju.


"Pasti" balas Keisya. Keisya kali ini lagi lagi merasa senang tapi juga merasa tak enak kepada Enju. Sesampainya di rumah mereka pun langsung bersih bersih lalu beristirahat sampai waktunya makan siang tiba.


Setelah mereka makan siang, mereka pun ke kamar Enju dan Keisya pun membuka laptop itu dan mengisinya dengan data data. Data data itu data dari laptop Enju yang telah di kerjakan oleh Keisya berserta data data lain.


"Sayang sekali lagi terimakasih ya" ucap Keisya sambil memindahkan data.


"Iya sama sama" jawab Enju.


"Kamu mau apa?" tanya Keisya tiba tiba.


"Mau terus di cintai kamu, di jaga kamu, di sayangi kami, dan terus bersama mu" jawab Enju sambil mendekati Keisya lalu memeluk Keisya dari belakang.


"Itu saja?, baiklah aku kan berusaha" tanya Keisya. Enju pun melepaskan pelukannya lalu dirinya berbaring di samping Keisya. Tiba tiba Keisya teringat jika Enju tak berangkat ke kantor hari ini, makin bersalah lah dia. Enju malah bersikap santai dan seolah tak terjadi apa apa.


"Loh sayang kamu ga kerja hari ini? kok malah nemenin aku" tanya Keisya kaget.


"Tak apa seperti itu?" tanya Keisya.


"Tak apa kok, ayo buruan mindahin nya habis ini ayo tidur siang" jawab Enju.


"Tapikan aku belum selesai" ucap Keisya.


"Apa yang belum selesai?" tanya Enju.


"Pekerjaan yang ada di laptop kamu" jawab Keisya panik karena ia belum mengerjakan semua tugas yang ada di laptop Enju. Enju saat itu ingin sekali tidur siang bersama Keisya, tapi Keisya malah ingin menolaknya.


"Ohh sudah biarkan saja, ayo tidur siang dulu nanti di lanjutkan" balas Enju sambil menarik Keisya tuk tidur. Keisya pun jatuh ke dalam pelukan Enju dan dalam posisi tidur.


"Sayang nanti laptopnya jatuh.." ucap Keisya.


"Haha biarkan saja, nanti kita beli lagi kalau laptop nya rusak" jawab Enju.


"Jangan lahh, bentar ya" balas Keisya lalu ia kembali bangun dan memindahkan laptopnya ke meja lampu.Tak lupa Keisya juga untuk mematikan laptopnya, setelah itu ia kembali tidur di pelukan Enju. Enju pun membelai rambut Keisya dengan sangat lembut hingga Keisya akhirnya tertidur. Perasaan Enju saat itu, ia sangat bahagia karena ia akhirnya memiliki seorang wanita yang akan ia nikahi dan kawini. Wanita yang polos dan lugu itu telah berada di tangan yang tepat saat itu. Mereka pun tidur sampai hampir larut. Enju yang enak enak tidur itu langsung terbangun karena ia lupa jika ia ada janji dengan seseorang yang kan ia temui di rumahnya. Tamu itu akan datang kerumahnya jadi mereka tak perlu untuk pergi ke luar area rumah yang di luar pengawasan ketat Enju. Enju pun terbangun lalu membangunkan Keisya. Enju ingin bangun tapi tangannya merasa menyentuh suatu benda yang kenyal dan lembut. Enju pun yang masih setengah sadar itu meraba-raba benda itu.


Saat Enju meraba raba benda itu, ada gerakan juga dari benda itu yang membuat Enju semakin merabanya. Setelah beberapa saat, pemilik benda itu pun terbangun lalu menatap Enju dengan sinis. Enju yang masih setengah sadar itu tentu saja kaget dengan tangan yang masih meraba benda itu.


"Ehh? sayang?" tanya Enju kaget dan bingung.


"Kamu ini ternyata cabul ya" ucap Keisya.


"Apa?" tanya Enju.


"Coba lihat tangan kamu, kamu memegang apa sayang?" jawab dan tanya Keisya.


Seketika Enju pun segera melepaskan tangannya dari benda itu. Enju pun segera mengalihkan pandangan dan topik. Karena Keisya tak terima jika miliknya di pegang dengan santainya seperti itu jadi ia membahasnya. Tentu saja Enju kan segera meminta maaf, Enju ini termasuk suami yang takut istri.


"Beraninya kamu memegangnya" ucap keisya.


"Maaf sayang aku ga sadar" jawab Enju.


"Huh yasudah iyaa, ayo bangun terus ayo mandi" ajak Keisya. Sebenarnya Keisya ingin sekali mandi bersama Enju, tapi karena mereka belum sah atau belum menikah jadi Keisya ragu dan takut tuk mengajak Enju.


Sebenarnya Enju juga menginginkannya, tapi mereka sama sama takut.


"Yasudah ayo, nanti siap siap ada tamu ya. Tamunya kan datang ke rumah" balas Enju.


"Siapa tamunya?" tanya Keisya.


"Sudah siap siap saja" jawab Enju.


"Baiklah, sampai ketemu di ruang tamu sayang" balas Enju. Mereka berdua pun mandi dan bersiap siap. Setelah itu mereka berdua langsung menuju ke ruang tamu tuk menyambut tamu itu. Beberapa menit setelah mereka duduk manis, tamu itu pun datang.


Bagi yang mau ajaa..


https://trakteer.id/lyaak/tip?.open\=true