
Saat Enju mengancam bosnya, ia sambil menanyai dimana mereka menyembunyikan keisya. Mereka tak bisa menjawab karena ya mereka tak tau apa apa.
"Dimana kau menyembunyikan tunangan ku?" tanya Enju sambil menarik kerah bos itu.
"Apa yang kau perbuat? beraninya kau.." ucap salah satu anak buah nya.
"Diam" bentak bos itu. Setelah itu seketika anak buahnya diam semua.
"Jawab pertanyaan ku!" ucap Enju.
"Kami tak tau apa apa, dan anda siapa?" tanya bos itu jujur.
"Siapa?, saya tunangannya" jawab Enju.
"Baiklah, tapi kami benar tak tau apa apa" balas bos itu.
"Sial" ucap Enju lalu pergi dari tempat itu. Tak lama setelah Enju pergi, Bos itu menyusul Enju. Bos itu menawarkan kerja sama dengan Enju karena mereka sedang butuh pekerjaan.
Kedua pihak saling membutuhkan satu sama lain. Enju butuh mereka untuk mencari Keisya dan mereka butuh Enju supaya dapat pekerjaan dan uang tentu saja. Setelah beberapa menit basa basi akhirnya mereka saling bekerja sama. Sebelum Bos itu mengerahkan seluruh bawahan nya untuk mencari Keisya, ia di tunjukan foto keisya oleh Enju. Sebelum Enju mengancam bos itu, ia menghancurkan markas mereka untuk mencari keisya. Tak hanya untuk mencari Keisya, ia juga menyelidiki sedikit soal mereka. Setelah bos itu di tunjukan foto keisya, ia langsung mengerahkan bawahnya tuk keliling mencari keisya.
Mereka mencari Keisya tak seperti Enju yang mencari informasi sana sini, mereka mencari dengan cara menyamar di keramaian kota dan di gang sempit. Semua pihak Enju termasuk Nana telah dikerahkan untuk mencari Keisya sampai 6 jam lama nya. Jika di hitung semuanya, keisya sudah hilang selama 11 jam. Sampai pada malam hari di saat semua orang waktunya istirahat, tapi malah bawahan Enju memperketat pengawasan mereka. Sampai di pelabuhan xxxx, salah satu bawahan Enju yang bernama Eric Xapire melihat ada sebuah kapal yang mencurigakan. Eric pun memberitahu bawahan Enju yang lain.
Tapi yang lainnya itu tak percaya karena mereka melihat kapal itu hanya kapal pengangkut barang biasa. Eric pun segera melaporkan pada Nana, ia tak berani melaporkan kepada Enju karena dirinya takut salah melaporkan.
"Halo ada apa Eric?" tanya Nana.
"Di pelabuhan xxxx ada kapal pengangkut barang yang mencurigakan, tapi yang lain tak percaya" jawab Eric.
"Baiklah aku akan segera ke sana, sementara itu tahan kapal itu" ucap Nana.
"Baik" jawab Eric. Eric pun memberitahu yang lain untuk segera menahan kapal itu.
Setelah menerima laporan itu, Nana pun segera berangkat tuk menuju ke pelabuhan itu dengan membawa beberapa senjata. Sesampainya di pelabuhan xxxx Nana pun segera menghampiri bawahan Enju yang sedang tak menahan kapal itu. Mereka ada di sana karena memiliki tugas untuk memberitahu Nana soal situasi.
"Bagaimana situasi nya?" tanya Nana serius.
"Mereka masih menahan kapalnya dan ada seseorang yang berteriak untuk di lepaskan di dalam kapal" jawab salah satu bawahan Enju. Tak lama kemudian, kapal itu tiba tiba bergerak, Nana pun langsung berlari menuju ke kepal itu.
Saat sampai ia langsung melompat ke pintu masuk yang belum tertutup itu. Untung saja sempat untuk naik, jadi Nana berhasil naik ke kapal itu dengan cara melompat. "Sial, untung saja" batin Nana. Setelah itu Nana pun menyusup ke dalam kapal sebagai pelayan. Sebelum menjadi pelayan, Nana tentu saja pergi ke dapur kapal untuk mengambil perlengkapan pelayan. Setelah sampai di dapur, untung saja para pelayan belum datang jadi ia bisa menyusup dengan mudah. Nana pun mengambil perlengkapan untuk menjadi pelayan lalu mengenakannya. "Duh sempit sekali" batin Nana sambil memakai seragam pelayan.Tak hanya memakai pakaian sempit itu, Nana juga harus membawa beberapa senjata untuk jaga jaga.
Beberapa menit kemudian akhirnya pakaian yang sempit itu terpakai. Nana terpaksa untuk memakai pakaian itu untuk menyelamatkan Keisya. Selesai memakai seragam pelayan, Nana pun menuju ke tempat dimana Eric berada. Saat bertemu, Nana pun langsung menanyakan sesuatu.
"Eh bu-, ee.. boleh" jawab Eric.
"Dimana asal suara itu?" tanya Nana.
"Di gudang kapal, kami sedang mencari cara untuk masuk" jawab Eric.
"Baiklah, kau ganti jadi koki dulu, lalu setelah itu ikut aku" balas Nana. Eric pun menuju ke dapur untuk memakai seragam koki, koki dan pelayan cukup serasi kan untuk tak membuat curiga keamanan.
Selesai memakai seragam koki, Eric langsung menemui Nana, lalu mereka menuju ke gudang kapal. Lagi lagi kali ini keamanan sangat ketat. Saat hendak masuk ke gudang pun, Nana di perintah untuk menunjukkan kartu identitasnya. Untung saja pemilik dari seragam Keisya meninggalkan kartu identitas nya bersama seragamnya.
"Tunggu, tunjukkan kartumu" ucap salah satu penjaga gudang.
"Ini, dan dia anak baru jadi belum mempunyai kartu identitas" balas Nana sambil memberi kartu identitas milik pemilik seragam itu.
"Baiklah silahkan" ucap salah satu penjaga gudang kapal. Setelah di persilahkan Nana langsung masuk ke gudang.
Nana dan Eric pun berpencar untuk mencari sumber suara itu. Saat mereka berdua di gudang, mereka sama sekali tak mengeluarkan suara sedikitpun. Ternyata benar saja, di sana ada seorang wanita yang sedang di sekap. Saat menemukan wanita itu, Nana langsung bahagia karena telah menemukan keisya. Tapi ternyata itu salah, wanita itu bukan keisya melainkan orang lain. Wanita itu juga sudah tak bernafas lagi, jadi Nana meninggalkan wanita itu begitu saja. Nana dan Eric pun segera keluar dari gudang itu dengan membawa beberapa kardus yang berisi beberapa kaleng.
Saat hendak keluar, Nana terdiam di belakang pintu. Nana terdiam karena ia mendengarkan obrolan para penjaga gudang itu.
"Hey apakah masih lama?" tanya salah satu penjaga gudang.
"Sabar saja, lagian mereka tak akan mungkin menemukan keisya" jawab penjaga lain.
"Baiklah, dan apakah senjata ini bisa melawan mereka?" tanya salah satu penjaga itu.
"Sudah diam dan tunggu saja" jawab penjaga lain. Setelah itu salah satu dari mereka menarik sebuah senjata untuk membunuh Nana *Kretek*. Nana pun kembali ke dalam gudang lagi untuk menyusun rencana.
Nana tak ingin terbunuh sebelum ia bertemu dengan keisya lagi, maka dari itu dia kembali kedalam lagi tuk menyusun rencana.
"Sial bagaimana ini?" tanya Eric.
"Sudah dengarkan aku.." jawab Nana dengan menjelaskan rencananya. Setelah semua sudah siap, mereka pun menjalankan rencana itu. Mereka membuka pintu gudang itu lalu melemparkan benda yang mengeluarkan asap tebal. Setelah benda itu keluar dan mengeluarkan asap tebal, selanjutnya adalah Nana dan Eric keluar dari gudang. Tak hanya keluar begitu saja, Nana juga memukul tengkuk mereka supaya mereka tak menembaknya.
Bagi yang punya uang lebih silahkan..
https://trakteer.id/lyaak/tip?.open\=true