
Sedangkan penjaga itu masih mengobrol dengan penjaga lain. Sampai pada akhirnya penjaga lain itu sadar jika Keisya dan Nana sudah pergi dengan cepat.
"Sial wanita itu di bawa kabur sama pelayan tadi, kau si" ucap penjaga itu.
"Kau yang mengijinkan mereka untuk pergi, apalagi sampai mengantar ke sini" ucap salah penjaga lain.
"Apa lagi?, kejar mereka" ucap penjaga lain yang datang. Mereka pun menurunkan kapal lain untuk mengejar Nana dan keisya. Untung saja nahkoda pribadi Enju cepat, jadi ada kemungkinan untuk tak di kejar.
Sedangkan disisi lain Enju sedang memeluk keisya dengan sangat erat.
"Maaf ya aku ga bisa jagain kamu" ucap Enju.
"Iya gapapa dan Sa-sayang aku ga bisa nafas, sesak" jawab keisya.
"Oh maaf maaf" ucap Enju sambil melepaskan pelukannya. Lalu Enju ingin meminta sesuatu dari keisya.
"Sayang boleh minta sesuatu?" tanya Enju.
"Apa?" jawab dan tanya keisya.
"Kiss me, disini.." jawab Enju sambil menunjuk keningnya.
"Boleh, sini" ucap keisya lalu dirinya mencium kening Enju dan tak hanya kening, keisya juga mencium pipi Enju. Saat keisya mencium Enju, Nana terlihat sangat menginginkannya.
Sifat usil Enju pun muncul lagi, ia menggoda Nana. Nana saat ini jauh dari Barra.
"Kenapa kamu? pengen ya?" tanya Enju.
"Ti-tidak" jawab Nana.
"Haha baiklah terimakasih sudah menemukan keisya, oh iya yang lain mana?" tanya Enju.
"Masih di dalam kapal, biarkan mereka berkeliaran dulu" jawab Nana.
"Jadi apa yang kau dapat?" tanya Enju.
"Untuk itu nanti saja, biarkan keisya beristirahat" jawab Nana.
"Baiklah kau temani dia, biar aku yang mengawasi" balas Enju.
"Sini keii tidur di sini" ucap Nana sambil berjalan menuju kamar. Kapal pribadi Enju kali ini bukan kapal utama Enju, melainkan kapal yang digunakan untuk keadaan darurat.
Setelah mereka berdua menuju ke kamar, Enju pun menuju ke Ruang komando kapal untuk mengawasi keadaan sekitar kapal pribadinya itu. Ruang komando kapal di mana ditempatkan roda kemudi kapal, peralatan navigasi untuk menentukan posisi kapal berada dan biasanya terdapat kamar nakhoda dan kamar radio. Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di sebuah pulau yang berada jauh dari permukiman. Namun pulau tersebut ada sebuah villa yang lumayan besar dan mewah, bahkan dari kejauhan tampak terang benderang.
Setelah sampai, keisya yang masih tertidur itu di gendong oleh Enju. Enju mengendong keisya untuk menuju ke kamar. Sedangkan Nana tidur sendiri di sambung kamar keisya. Meskipun Enju dan keisya sudah tunangan tapi Enju tak akan tidur sekasur, jika dirinya tidur sekasur sang ibu akan memarahinya. Setelah Enju menidurkan keisya di kasur, dirinya memerintah bawahan nya untuk memperketat penjagaan. Setelah itu Enju juga tidur di depan kamar keisya.
Setelah pintu terbuka, Enju pun tersenyum tak bersalah dengan manisnya lalu mengucapkan selamat pagi untuk keisya.
"Selamat pagi sayang" ucap Enju.
"Pagi, aku dimana ini?" tanya keisya.
"Kamu berada di villa ku sayang" jawab Enju.
"Apa?" ucap keisya terkejut, kemudian dirinya terjatuh ketakutan. Keisya takut para penjaga itu datang lagi untuk menyekap dirinya.
"Sayang kamu kenapa? hei bangun" ucap Enju sambil jongkok dan menggoyangkan tubuh keisya yang gemetar itu.
"Pegangan ya" ucap Enju sambil mengendong keisya, ia membawa keisya untuk pergi ke kamar keisya untuk menenangkan nya.
"Tunggu sebentar ya, aku mau ambil air putih dulu di dapur" ucap Enju lalu pergi. Setelah Enju membalikan badannya, keisya ternyata menahannya dengan memegang tangan Enju. Tak ada cara lain selain menemaninya kala itu. Enju pun memanggil pembantu yang selalu siap siaga di depan kamar keisya.
"Bii tolong segelas air putih" ucap Enju. Lalu beberapa menit kemudian pembantu tersebut membawakan segelas air putih.
"Ini pak silakan" ucap pembantu itu.
"Terimakasih silahkan keluar" ucap Enju memerintah pembantu itu tuk keluar. Lalu pembantu itu keluar dan menutup kembali pintu kamar keisya.
"Ini minum sayang, sudah tak apa aku disini" ucap Enju sambil menyodorkan segelas air putih. Keisya saat itu sedang memikirkan kejadian kemarin sampai mendiamkan Enju. Karena keisya diam saja dan tak berkata apa apa, Enju pun meletakkan gelas itu di meja lalu mengambil tangan keisya. Enju mengambil tangan keisya untuk ia cium sambil meminta maaf. Setelah itu, Enju meminta maaf berkali kali kepada keisya sampai menangis. Keisya pun tersadar dari lamunannya setelah mendapatkan tetesan air mata Enju.
"Kenapa kamu menangis?" tanya keisya.
"Ti-tidak, syukurlah kamu sudah mau berbicara" jawab Enju sambil mengisap air matanya itu. Setelah itu keisya pun memeluk Enju, ia merasa bersalah karena tak bisa menjaga dirinya sendiri dan selalu bergantung pada Enju dan bawahannya. Saat Enju di peluk ia merasa tak enak karena hanya ia yang di peluk, ia pun memutuskan untuk memeluk keisya kembali. Sampai mereka pun berpelukan sampai keisya tertidur lagi. "Kamu lelah sekali ya sayang? maaf ya aku malah menyeret mu ke dalam bahaya seperti ini" batin Enju lalu Enju juga ikut tertidur di dalam pelukan keisya.
Lalu tiba tiba beberapa menit kemudian pintu itu di ketuk oleh seseorang. *Toktoktok*. Enju yang mendengar itu pun langsung bangun dengan perlahan untuk membukakan pintu itu. Ternyata orang yang mengetuk pintu itu adalah Nana. Nana datang ke kamar keisya karena Nana punya firasat jika Enju berada di kamar itu. Nana ingin menemui Enju untuk melaporkan keadaan. Keadaan dimana kapal sudah siap untuk berangkat pulang.
"Pagi bos, Kapal sudah siap, mau berangkat sekarang bos?" tanya Nana sambil mengintip kedalam kamar keisya.
"Pagi, kita sarapan dahulu, setelah itu kita berangkat. Lagian keisya juga masih tidur ini masih terlalu pagi" jawab Enju.
"Baik bos" balas Nana lalu pergi. Sebelum berangkat, mereka bertiga harus sarapan terlebih dahulu untuk mengisi tenaga. Setelah itu, Enju masuk lagi kedalam kamar keisya lalu membangunkan keisya yang masih tertidur. Enju membangunkan keisya dengan sangat lembut.
"Sayang ayo bangun, ayo kita sarapan dan setelah sarapan kita berangkat" ucap Enju sambil menggoyangkan tubuh keisya yang masih dalam posisi tertidur.
Bagi yg punya uang lebih silahkan..
https://trakteer.id/lyaak/tip?.open\=true