My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 46 Keisya terpeleset?!



Setelah melihat sekeliling nya Keisya memutuskan untuk pergi ke dapur (dapurnya dekat dengan kamar mandi) untuk mencari tahu apartemen siapa itu. Karena biasanya pagi pagi waktunya untuk masak dan mandi. Tapi sayang sekali ia tak menemukan siapa siapa di dapur tersebut. Setelah melihat lihat dapur akhirnya Keisya menuju ke kamar mandi. Kamar mandi tersebut terbuka jadi Keisya mengira kalau tak ada orang, ia pun asal masuk saja. Dibuat terkejut nya ia dengan sesosok lelaki yang sedang mandi di kamar mandi nampaknya ia lupa untuk menutup pintu kamar mandi tersebut. Keisya pun reflek teriak dan lari ke menuju keluar kamar mandi. Tapi ia terpeleset sampai akhirnya jatuh. "Duh" rintihnya.


Seketika Enju yang sedang enak enak mandi pun langsung mengambil handuk lalu langsung keluar dari kamar mandi.


"Loh... Keii kamu ga kenapa-napa kan? mana yang sakit?" Tanya Enju khawatir.


"Tidak ada yang sakit, duh.." jawab Keisya pura pura tak sakit tapi merintih.


"Ada itu, ayo ke kamar ku gendong" jawab Enju menawarkan untuk mengendong Keisya.


"Ga mau" tolak keisya.


"Kenapa?, sudah diam saja" tanya Enju.


Enju pun langsung mengangkat Keisya. Keisya hanya bisa menurut saja karena tubuhnya menempel ke dada Enju yang tak berbalut sehelai benang pun. Enju memakai handuk hanya di bagian bawah nya saja.


Sesampainya di kamar Enju Keisya pun langsung memalingkan wajahnya lalu memerintahkan Enju sebelum menyentuh dirinya. Keisya tau kalau Enju hendak mengobati dirinya. Tapi Enju ingin mengusili Keisya dengan pura pura diam lalu saat Keisya sudah tenang ia pun langsung menyerang.


"Hiko, Sebelum itu tolong pakai baju dahulu" Ucap Keisya memerintah.


Keisya pun tenang, lalu Enju langsung menyerang Keisya.


"Kenapa Keii apa kamu tak suka dadaku?" tanya Enju iseng.


"Ee.." jawab Keisya panik.


"Hadaplah ke sini Keii, lihat nih sixpack loh" ucap Enju makin iseng.


Tiba tiba Keisya teriak yang membuat Enju malu dan pipinya memerah.


"Ga mauu Hikoo cepet pakai bajumu kok" perintah keisya karena Enju semakin iseng.


"Haha baiklah tapi jawab dulu pertanyaan ku tadi, kamu ga suka dada ku?" tanya Enju penasaran. Keisya pun malu sendiri.


"Su-Suka" jawab Keisya suara kecil.


"Apa? aku tak dengar" tanya iseng Hiko.


"AKU SUKA HIKO!!" teriak Keisya.


"Haha baiklah tunggu sebentar ya" Enju pun langsung menuju ke ruangan khusus untuk ganti baju. Saat ganti baju Enju kembali salah tingkah "Aku ga salah denger kan?" Gumam nya sambil memakai baju.


Hari ini Enju masuk kantor untuk menerima sambutan selamat datang kembali yang di berikan oleh karyawannya. Selesai ganti baju Enju pun kembali ke kamar dimana Keisya berada.


"Keii kamu gapapa kan? ada yang berdarah?" tanya khawatir penasaran Enju.


"Ga ada, maaf sudah masuk tiba tiba" ucap minta maaf keisya.


"Iyaa, maaf juga sudah bawa kamu kesini tanpa beri tahu kamu" ucap maaf Enju.


"Ke rumah sakit aja yuk?" tanya khawatir Enju.


"Kenapa? aku gapapa kok" tanya dan ucap keisya yakin bahwa dirinya tak apa apa.


"Yakin?" tanya khawatir Enju. Karena sudah waktunya untuk masuk kantor dan jam janjian para karyawan untuk memberikan ucapan selamat datang.


Waktu nya untuk Enju berangkat ke kantor hanya untuk menerima ucapan tersebut supaya dia terlihat profesional. Itu juga supaya tak ada rumor yang menyangkut nama keisya.Waktu nya untuk Enju berangkat ke kantor hanya untuk menerima ucapan tersebut supaya dia terlihat profesional. Itu juga supaya tak ada rumor yang menyangkut nama keisya.


"Iyaa gapapa kamu berangkat saja Hiko ke kantor nanti telat loh" jawab Keisya menghawatirkan kalau Enju telat.


"Iyaa aku sudah buatkan sarapan buat kamu dimakan ya di dapur kalau ada apa apa hubungi aja aku" ucap khawatir Enju.


"Iyaa aman aku bisa jalan kok" ucap Keisya yakin bahwa dirinya bisa jalan padahal belum di coba untuk jalan.


"Bagus deh, yasudah aku berangkat ya.. dah sayang" ucap Enju keceplosan lagi.


"Iyaa dah semangat ya" ucap Keisya senyum.


Enju pun berangkat ke kantor. Enju pun menaiki sebuah mobil yang biasa dia gunakan saat berangkat sendiri sebagai ciri khas tersendiri.


Sesampainya di kantor terlihat karpet merah dan para karyawan yang sedang berbaris rapih di samping karpet merah tersebut. Karpet merah itu digunakan untuk jalan nya Enju menuju ke kantor nya. Para karyawan juga sudah mempersiapkan beberapa acara untuk menyambut kedatangan kembali sang big bos. Bos dari perusahaan lain dan para investor juga datang untuk menyambut Enju.


Karena ini ketiga kalinya Enju di sambut dan sambutan sebelumnya tidak semeriah ini jadi Enju sedikit kaget "Wah ga ku sangka meriah sekali" Batin nya. Enju pun turun dari mobil lalu ia berjalan di atas karpet merah.


Enju juga menerima ucapan ucapan dari beberapa bos dari perusahaan lain.


Karena keberangkatan Enju ke luar negeri menyangkut kepentingan semua perusahaan di negara ini jadi beberapa bos dari semua perusahaan dan investor ikut datang memberi ucapan selamat datang kembali.


"Selamat datang kembali Enju" ucap semua orang satu persatu.


"Terimakasih" jawab enju


Beberapa kali kalimat itu pun di ucapkan beberapa bos dan karyawannya. Sampai pada sang ayah mengobrol dengan nya.


"Gimana? ada masalah?" tanya sang ayah


"Kita sebaiknya bicarakan itu nanti yah" jawab Enju bisik bisik.


"Baiklah ku tunggu di ruangan ku" jawab sang ayah menunggu jawaban enju.


"Baik silahkan nikmati acaranya"


"Kau juga, sampai nanti" jawab sang ayah


Sang Ayah Enju pun pergi. Ayah Enju tiba tiba menanyakan itu karena Enju tiba tiba pulang mendadak karena tak mengasih kabar ke sang ayahanda.


Alasan Enju pulang hanya karena Keisya bukan karena masalah perusahaan atau masalah lainnya. Keisya pun mungkin tak bisa di jadikan sebagai tameng karena sang ayah juga tak mengenal siapa itu Keisya, Nanti malah panjang urusan nya kalau Enju menceritakan semuanya. Tiba tiba ponsel Enju berdering, padahal Enju sedang bingung dan tak mau di ganggu ia pun marah. Kemarahan Enju padam karena dirinya mendengar suara lembut dari Keisya. Keisya menghubungi Enju hanya karena ia ingin kembali ke apartemen nya, tapi Enju melarangnya.