My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 61 Selamat datang kembali ibu.



Enju juga berencana untuk membongkar semuanya. Dari rahasia bahwa ia adalah seorang big bos dan kalau dia adalah keluarga konglomerat. Selesai mandi Enju pun mengecek apakah Keisya sudah bangun, dan ternyata sudah. Karena keisya sudah bangun, Enju pun menyuruh keisya untuk bangun lalu pulang ke apartemen nya untuk bersiap siap.


Beberapa jam kemudian mereka pun sudah siap lalu menuju ke lobby untuk bertemu satu sama lain. Lagi lagi keisya di beri hadiah sebuah dress lagi untuk datang ke acara itu. Berhubung acara itu adalah acara yang spesial jadi keisya harus menggunakan dress yang sopan. Keisya wajib menggunakan di depan Enju dress karena Enju suka saja.


"Sayang cocok deh dress nya di kamu ga sia sia aku milihin beberapa jam" ucap Enju.


"Hah? beberapa jam?" tanya keisya.


"Ah tidak kok, sudah ayo jalan" ajak Enju.


"Baiklah" jawab keisya.


mereka pun berjalan menuju ke lokasi perjanjian dengan sekertaris sang orang tua Enju dengan Enju sendiri beberapa hari lalu.


Sesampainya di lokasi ternyata sang ayah sudah sampai duluan dengan sang ibunda. Enju pun terkejut karena janji awalnya tak begini, seharusnya sang ibunda dan sang ayah lah yang datang terlambat. Karena rencana nya di hancurkan oleh sang ibunda sendiri, jadi Enju pun izin menuju ke kamar mandi untuk menyusun lagi. Sedangkan keisya dibiarkan Enju duduk tepat di samping sang ibunda biar mereka akrab.


Saat di kamar mandi, Enju pun memanggil kepala pelayan untuk menyusun rencana lagi, jadi rencananya akan berubah. Rencana yang awal nya sang ibunda yang akan di kasih kejutan tepat disaat sang ayah dan ibunda baru datang, menjadi kejutan tiba tiba sebelum Enju mengumumkan bahwa Enju sudah punya pacar. Selesai menyusun semuanya, Enju pun kembali ke tempat duduk tadi untuk berbincang dan untuk mengulur waktu.


Sembari para pelayan mempersiapkan kejutan itu supaya tak berantakan juga.


"Maaf lama, silahkan di makan ayah ibu dan kamu" ucap Enju yang baru kembali.


"Kamu ini yaa selalu deh ke kamar mandi mulu" jawab kesal ibunda.


"Maaf bun aku kebanyakan minum" jawab Enju beralasan.


"Oh iya dia siapa nak?" tanya sang ibunda.


"Sebelum itu.." jawab Enju


lalu tiba tiba para pelayan datang. Pelayan pelayan datang dengan memberikan beberapa kata sebagai ucapan selamat datang kembali untuk sang ibunda.


Untung saja sang ibunda suka dengan tema nya. Mereka pun menikmati acara yang di adakan oleh Enju dengan mengundang teman teman sang ibunda. Sampai pada akhirnya sang ibunda ingat akan sesuatu, ia belum kenalkan keisya oleh Enju. Sang ibunda pun memerintah sang sekertaris untuk mengalihkan perhatian mereka. Sedangkan sang ibunda menanyakan pertanyaan itu lagi selagi mereka sibuk menikmati acara bersama sekertaris nya.


Mereka pun akhirnya pindah jauh dari meja utama setelah di ajak sekertaris sang ibunda yang ada ayah ibu keisya dan Enju. Selagi mereka tak memperhatikan meja utama jadi sang ibu bisa menanyakan kepada Enju lagi tentang siapa keisya sebenarnya.


"Nak, siapa sebenernya perempuan ini? apa teman mu?" tanya sang ibu.


"Perkenalkan nama dia keisya dia.." ucap Enju setengah-setengah karena malu.


"Dia siapa? jangan setengah-setengah kebiasaan deh kamu ini dari dulu" tanya dan perintah sang ibunda kesal.


Ini pertama kalinya Enju menjalin hubungan spesial dengan wanita, jadi ia malu untuk memperkenalkan keisya. Sebelum menjali hubungan dengan wanita, ia dulu selalu menolak untuk mengobrol dengan para wanita yang bertemu dengan nya. Keisya pun memberanikan Enju untuk memperkenalkan nya kepada sang ibunda supaya tak lama-lama mengobrolnya.


"Ayo sayang.. apa perlu aku memperkenalkan diriku sendiri?" bujuk keisya.


"Tak usah tak apa, biar aku saja" ucap Enju.


Enju pun meyakinkan dirinya untuk berani memperkenalkan keisya kepada ibunda. Setelah beberapa saat untuk meyakinkan dirinya, akhirnya ia berani.


Enju takut dirinya di marahi oleh sang ibu karena tiba tiba membawa dan menjalin hubungan seorang wanita yang terlihat polos.


"Nah ayah sudah tau, sekarang tinggal ibu saja yang belum tau" ucap Enju basa basi.


"Jadi?" tanya ibunda.


"Jadi dia adalah kekasihku" ucap Enju lancar.


"Ibu tak marah?" tanya Enju.


"Mengapa ibu marah? ibu malah senang akhirnya kamu jatuh cinta" jawan sang ibu.


"Syukurlah kalau ibu tak marah" ucap lega.


Saatnya untuk Enju membongkar rahasia nya, ia menunggu momen dimana ibu ibu pulang.


Beberapa saat kemudian akhirnya para ibu ibu pulang. Saat menunggu para ibu ibu pulang Keisya berusaha untuk mengakrabkan diri dengan sang ibu sambil menikmati makan. Akhirnya para ibu pulang dan kini giliran Enju untuk membongkar rahasianya.


"Ehem.." batuk Enju.


"Kenapa sayang?" tanya keisya.


"Sayang aku pengen ngomong" ucap Enju.


"Apa?" tanya keisya.


"Sebenernya ayah itu seorang konglomerat dan berhubungan aku anaknya jadi.." ucap Enju setengah-setengah.


Keisya pun kesal kepada Enju, dan seperti kata sang ibunda benar saja Enju suka ngomong setengah setengah.


"Jadi?" tanya keisya.


"Jadi aku sebenarnya adalah Emihiko Enju bis bos di kantor dimana tempat kamu bekerja saat ini" ucap Enju.


"Apa? kamu pasti bercanda" tanya keisya.


"Aku serius sayang, coba perhatikan deh namaku Emihiko Enju pasti ada di suatu berkas yang pernah kamu mintai tanda tangan waktu itu kan?" penjelasan Enju.


"Ohh iya aku ingat, jadi aku telah berpacaran dengan orang penting seperti mu?" tanya tak percaya Keisya.


"Iyaa benar dan ayah adalah orang terpenting di negara ini" jawab Enju.


"Apa benar yah?" tanya keisya tak percaya.


"Iyaa benar nak mangkanya keamanan nya ketat kan diluar tadi?" tanya sang ayah.


"Iyaa yah ternyata itu penjaga ayah toh?" jawan dan tanya keisya akhirnya tau sesuatu.


"Iyaa benar sekali kamu pintar deh nak" jawab sang ibu menyela.


"Lalu bagaimana caraku membalas semuanya?" tanya keisya panik.


"Membalas semuanya?" tanya sang ibunda.


"Tak apa kok, sebagai gantinya kamu harus bersama ku selamanya" ucap Enju.


"Yakin itu saja?" tanya keisya.


"Iyaa cuma itu saja kok" jawab Enju.


Mereka pun mengobrol sambil menghabiskan makan malam mereka.