My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 69 Nana dan Fina kembali.



Enju tak menyangka bahwa keisya akan berpakaian seperti itu, sederhana. Enju juga heran mengapa keisya cocok cocok saja dengan semua pakaian yang telah ia belikan. Untung aja cocok dan keisya tak memberontak minta ini itu.


"Sayang sudah siap?" tanya Enju.


"Sudah makasih ya bajunya" jawab keisya.


"Iya sama sama cocok sekali" balas Enju.


"Sudah ayo kita berangkat" ajak keisya.


Mereka pun berangkat bersama menuju ke kantor.


...***...


Sesampainya di kantor, seperti biasa mereka mengerjakan tugas nya masing masing. Begitu pula Enju, Tiba tiba Nana dan Fina adiknya datang ke ruangan Enju. Mereka berdua hendak melapor soal hasil pencarian mereka mengenai orang tua keisya. *Toktok*


"Masuk" ucap Enju.


Nana dan Fina pun masuk ke ruangan Enju.


"Selamat pagi" ucap Nana.


"Pagi, duduklah" balas Enju.


Tiba tiba Enju bangkit dari tempat duduknya, ia mengambil sebuah remote. Ternyata ia menggunakan remote itu untuk menutup dan mengunci semua ventilasi.


Kedua adik kakak itu tak lagi heran dengan semua itu, karena mereka akan memberikan sebuah informasi penting. Setelah Nana dan Fina duduk, Enju pun langsung meminta informasi tersebut tanpa basa basi.


"Jadi?" tanya Enju.


"Huh.. jadi orang tua keisya adalah orang yang mengetuai salah satu geng mafia yang lumayan kuat di dunia ini" jawab Nana.


"Dan alasan mereka hutang sebanyak itu karena mereka membeli senjata yang kuat dan banyak sekali dan ini fotonya.." sambung Fina. Fina pun menunjukkan beberapa bukti foto yang menggambarkan senjata yang banyak sekali.


Seketika Enju langsung menelpon Ryan Murphy, ia adalah bawahan yang memimpin bawahan Enju. Tugasnya adalah mengatur semua bawahan Enju yang akan di kerahkan untuk melaksanakan tugas dari Enju.


"Halo, tolong perketat keamanan keisya dan kantor, utamakan keisya. Kerahkan beberapa orang untuk apartemen dan rumah. Dan yang terakhir 3 orang ke ruangan saya " perintah Enju khawatir dengan keamanan keisya.


"Baik bos" jawab Ryan.


Enju pun menutup telepon. Setelah menerima perintah dari Enju, Ryan pun segera mengerahkan seluruh bawahan Enju untuk ke kantor, apartemen, dan rumah.


Setelah menghubungi Ryan, Enju pun langsung menanyakan informasi lain kepada Nana dan Fina. Informasi terakhir adalah nama orang tua keisya beserta fotonya.


"Lanjutkan" perintah Enju.


"Ini beberapa bukti foto tentang mereka" ucap Nana, sedangkan Fina memberikan beberapa foto ke atas meja.


"Lalu keadaan mereka?" tanya Enju.


"Mereka masih hidup, bahkan tadi saya bertemu dengan nya di bar" jawab Nana.


"Sedang apa kalian di sana?" tanya Enju.


"Mencari informasi, tenang saya tak suka minum bos" jawab Nana. Setelah Nana berkata seperti itu, Enju langsung melirik kearah Fina.


Fina pun kaget dengan lirikan mata curiga dari Enju itu. Seakan akan Enju mencurigai Fina yang lebih nakal kelakuannya daripada kakaknya itu, Nana. Tatapan Enju ke Fina sungguh tajam.


"A-ada apa bos?" tanya Fina gagap.


"Sa-saya tak minum kok, aman" ucap Fina membela diri. Sebenarnya ya memang dirinya tak minum jadi ia mengatakan kebenaran. Setelah Fina berkata seperti itu, Enju pun langsung berpindah tatapannya, kini menatap Nana sebagai gantinya.


Nana pun mengatakan bahwa memang adiknya tak minum minuman itu.


"Memang tak minum kok" ucap Nana.


"Huh baiklah ada lagi?" tanya Enju.


"Tidak, saya masih sedang mencari informasi lain sekarang, jadi ringankan hukuman saya" ucap Fina yang sebelumnya sudah di hukum oleh Enju untuk tak kembali sebelum menemukan beberapa informasi mengenai orang tua keisya.


"Baiklah, oh iya Nana ke ruangan keisya sekarang. Keisya sudah mencari mu" ucap Enju lelah menutupi semua tentang Nana.


"Baik bos saya permisi" jawab Nana dan Fina.


Mereka pun berdiri lalu keluar dari ruangan Enju lalu pergi kearah yang berbeda.


Untuk tujuan mereka berbeda beda, Nana ke ruangan keisya dan Fina melanjutkan pekerjaannya. Pekerjaan Fina masih sama, ia mencari informasi tentang orang tua keisya.


"Kita berpisah disini ya" ucap Nana.


"Iya ka, makasih ya" jawab Fina.


"Sama sama, hati hati ya" balas Nana.


"Kakak juga" balas Fina.


Mereka pun berpisah tepat di depan pintu ruangan Enju. Nana pun menuju keruangan keisya untuk menemui keisya tentu saja. Sesampainya di ruangan keisya, Nana sangat ingin memeluk keisya. *Toktoktok*


"Masuk lah" ucap keisya mempersilahkan.


Nana pun masuk ke dalam, Nana melihat keisya yang fokus bekerja jadi ia berfikiran untuk iseng ke keisya.


Nana ingin memeluk keisya secara diam diam seperti apa yang dilakukan oleh Enju. Nana pun melaksanakan isengnya itu, sembari keisya yang sedang fokus bekerja. Nana tak menjawab pertanyaan keisya sama sekali.


"Silahkan duduk dahulu" ucap keisya.


Nana pun mulai mengendap-endap menuju belakang keisya.


"Ada perlu apa ke ruangan saya?" tanya keisya yang masih sibuk dengan pekerjaannya. Nana tak menjawab pertanyaan itu.


"Kok diam saja si? Anda ada per--" ucap keisya yang terhenti karena ia melihat kursi yang berada di depan nya kosong. Padahal dirinya sudah menyuruh orang yang mengetuk pintu untuk masuk.


Seketika keisya pun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu. Ia membuka pintu lalu melihat ke sana kemari di lorong depan ternyata tak menemukan siapapun. Karena keisya menuju ke depan pintu, Nana pun mengubah rencana nya. Setelah keisya melihat sekeliling lorong, tiba tiba..


"Dorr" ucap Nana yang mengagetkan keisya.


"Nana?" tanya keisya.


"Iyaa halo keii maaf ya" jawab Nana.


"Iya tak apa, kamu darimana saja?.." tanya keisya memeluk Nana.


"Aku ada beberapa pekerjaan yang menyuruhku untuk pergi begitu lama" jawab Nana menyembunyikan sesuatu.


Ya walaupun Enju sudah membongkar rahasianya, rahasia tentang dimana Nana yang mencari informasi tentang orang tua keisya masih ia sembunyikan. Mereka pun masuk kedalam ruangan keisya. Sedangkan di sisi lain, Enju sedang menerima tamu, dan tamu itu adalah bawahannya sendiri. Enju memerintah bawahan nya untuk menuju ke ruangan nya karena ia ingin melakukan beberapa rencananya. Rencana yang telah ia siapkan sebelum mereka datang. Rencana itu adalah, mencari tau dimana markas orang tua keisya itu. Enju berencana mencari tau saja tak ada niatan untuk menyerang.


Enju takut saat menyerang itu akan berdampak buruk kepada keisya, maka dari itu ia harus berhati hati dalam bertindak. Enju hanya ingin mengawasi gerak-gerik mereka. Jika mereka akan menyerangnya, ia mau tak mau harus melindungi keisya secara langsung. Kembali ke keisya. Nana tiba tiba menerima sebuah pesan dari Enju, pesan itu isinya "Saya sudah memberitahu keisya soal saya sebenarnya, jadi jangan membocorkan sisanya". Nana pun menjawabnya "Baik bos~". Selesai membalas pesan itu, ia kembali mengobrol dengan keisya.