My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 10 Belanja bareng



"Oh.. iyaa maaf hampir saja" takut ada big bos


"Iya gapapa sudah makan lah lalu kita ke supermarket terbesar di sini" ajak enju/hiko


"Woah? terbesar?" kaget nya keisya


"Iyaa, kalau masih ada waktu sebelum mall nya tutup mau main ga?" ajak Enju karena tak ingin berpisah dengan keisya


"Boleh, tapi kalau tak ada?" wajah sedih nya keisya terlihat dan Enju/hiko melihat nya


"Besok saja sepulang kerja"


"Iyaa"


...******...


Sampai sudah selesai makan dan syukurlah habis semuanya jadi tak bayar denda. Mereka mengobrol sambil berjalan menuju ke supermarket. Mereka mengobrol sangat asik sekali sampai Keisya tak menyadari kalau sudah sampai di depan Supermarket.


"Hiko, jadi berapa semuanya tadi?"


"Sudah ku bayar kok tadi sebelum ambil daging" jawab enju


"Ee.. aku gimana?" tanya Keisya panik


"Gimana apanya? sudah ayo ke supermarket"


"A-aku bayarnya gimana?" semakin panik


"Sudah ku bayar kok kei"


"Makasih ya hiko kamu selalu traktir aku"


"Padahal cuma beberapa kali saja, tapi kamu kok bilang selalu?" tanya Enju.


"Entah mengapa aku seperti kamu selalu traktir aku" ucapan Keisya yang membuat Enju terkejut lagi dan lagi.


"Oh.. perasaan kamu saja tuh" jawab Enju.


"Sepertinya iya, oh iya tadi bagaimana sistem bayarnya aku ingin tau" penasaran nya keisya


"Bayar nya perorangan kok hanya 150 ribu"


"Ma-mahal sekali" kaget nya Keisya


"Tak apa jarang jarang aku mentraktir teman seperti ini" alasan yang cukup bagus bukan?


"Oh begitu baiklah terimakasih ya sekali lagi"


"Iyaa, ayo masuk" Ajak Enju/hiko


Mereka pun masuk ke supermarket tersebut dan mengambil troli belanja lalu menuju ke lorong peralatan mandi.


"Emm tidak deh aku tak punya uang" jawab Keisya. Enju pun menatap sambil memegang pinggul Keisya dengan romantis.



Wah bener benar menarik perhatian, tapi kebetulan sekali disitu sedang sepi. Tak lama kemudian dari suasana hening Enju pun mengancam Keisya untuk ambil saja dan biar dirinya yang membayar nya.


"Sudah ku bilang kan keii ambil saja kebutuhan mu biar aku yang bayar" perintah Enju malu sendiri.


"Ta-tapi kan tadi sudah kamu traktir" jawab Keisya tak enak.


"Ambil atau cium?" tanya Enju.


Hening seketika


"A-ambil saja dan lepaskan aku" jawab Keisya.


"Baiklah gitu dari tadi kan bagus" ucap Enju.


"iya maaf" jawab Keisya.


"Dah ambil semua kebutuhan mu aku mau ke lorong minuman" ucap Enju.


"Iyaa nanti ku susul" jawab Keisya.


Keisya pun mengambil kebutuhan Keisya di lorong peralatan mandi. Disisi lain Enju sedang mengambil beberapa minuman untuk meredakan rasa malu nya atau supaya tidak salah tingkah ketika bertemu kembali dengan Keisya nanti. Beberapa menit kemudian Enju sudah reda rasa malu nya, kebetulan sekali Keisya datang sambil lihat lihat beberapa minuman yang tertata rapin di rak.


Enju pun menghampiri Keisya supaya tidak mencarinya seperti anak hilang.


"Keii sudah?" sambil menaruh beberapa minuman ke troli yang di bawa Keisya


"Iya sudah, habis ini ke mana?" menatap polos enju


"Disini dulu saja, ambil minuman yang kamu suka." suruh enju


"Baiklah, kamu tadi ambil apa saja?" penasaran Keisya minuman favorit hiko apa


"Biasa kopi dan bir" ternyata kopi dan bir ya.


Keisya pun mengambil beberapa minuman favorit nya yang tak lain adalah susu dan jus. Lalu Keisya pun menanyakan ke Enju/Hiko habis ini mau kemana.


"Hiko habis ini mau kemana?" tanya Keisya.


"Ke lorong jajan lalu ke lorong mie instan"


"Baiklah" ucap Keisya.


Keisya pun mengikuti kemana Enju pergi.