
Seseorang itu membisikan sesuatu kepada Enju. "Big bos semuanya sudah siap" bisik seseorang itu. Keisya tak tau apa yang dibisikkan oleh seseorang itu jadi ia menanyakan ke Nana.
"Na apa yang dia bisikkan?" tanya keisya.
"Entah aku juga ga denger" jawab Nana.
"Sudah ayo ikut aku" ajak Enju.
"Kemana? Kok tiba tiba?" tanya keisya.
"Sudah ikut saja, dan Nana tinggalkan saja" ucap Enju sambil menarik tangan keisya. Mereka pun menuju ke suatu tempat untuk memberikan sesuatu itu. Saat berjalan Enju tentu saja mengandeng tangan keisya supaya tak hilang dia nya.
Sesampainya di tempat, keisya melihat banyak sekali orang yang mengerumuni mereka dengan membuat lingkaran. Tiba tiba saat keisya melihat orang orang itu, Enju pun jongkok dan mengatakan sesuatu sambil memberikan sebuah benda yang istimewa.
"Honey, will you Merry me? maukah kamu menikah dengan ku?" tanya Enju.
"Serius ini?" tanya keisya.
"Iya serius I love you so much" jawab Enju.
"Baiklah aku mau" ucap keisya.
Enju pun berdiri lalu memasangkan cincin di tangan keisya. Setelah keisya berkata bahwa dia mau, semua orang langsung bertepuk tangan.
Selesai memasangkan cincin, Enju mencium kening keisya. Keisya seketika malu sendiri karena di lihat banyak orang.
"Ayo foto sayang, hadap situ" ajak Enju.
"Satu dua ti.." ucap sang fotografer.
Selesai berfoto para tamu laki laki pun mendekati Enju, sedangkan para tamu wanita mendekati keisya. Mereka mendekati keisya dan Enju karena ingin mengucapkan selamat.
"Selamat yaa" ucap semua orang satu persatu sambil menjabat tangan. Sampai pada akhirnya giliran Nana dan Barra untuk menjabat tangan Enju dan keisya.
"Selamat ya keii" ucap Nana.
"Selamat ya bos" ucap Barra.
"Iyaa makasih, oh iya kalian berdua kapan?" ucap iseng Enju. Karena Enju melihat Barra sedang dekat dengan Nana akhir akhir ini jadi Enju berkata seperti itu.
Enju menganggap bahwa Barra sedang jatuh cinta dengan Nana. Ternyata benar saja Barra langsung menjawab Enju dengan jawaban serius kali ini.
"Ya mungkin dalam waktu dekat" jawab Barra.
"Dih kamu apa si" ucap Nana.
"Loh jadi kalian berdua pacaran?" tanya keisya
"I-Iyaa baru saja kemarin" jawab Nana.
"Wah selamat yaa" jawab keisya.
"Selamat ya semoga bisa seperti kita" ucap Enju sambil memamerkan tangan keisya yang sudah terpasang cincin.
"Iyaaa aman" jawab Barra.
"Ayo kita nikmati acaranya" ucap Enju.
"Hmm ayo kita duduk" jawab Enju memotong pembicaraan Barra. Mereka pun duduk di kursi yang dekat dengan meja para big bos.
Mereka semua termasuk para tamu pun menikmati acara nya. Tak hanya acara pertemuan dan acara Enju melamar keisya saja, para tamu bahkan di berikan makan malam gratis oleh Enju. Tak hanya makan malam yang biasa, kali ini Enju menyiapkan makanan tersebut dengan sangat spesial. Acara pun berakhir sampai malam yang lumayan larut. Enju pun tak sengaja melihat keisya yang sudah selesai makan sangat lelah.
"Sayang mau pulang cepat?" tanya Enju.
"Ini kan acara mu dan acaranya tak biasa, mending tunggu acaranya selesai saja" jawab keisya.
"Iyaa, tapi kamu lelah begitu" ucap Enju.
"Tak apa apa sudah kamu nikmati saja acaramu" jawab keisya.
"Kalau begitu ikut aku" balas Enju dengan menarik tangan keisya. Enju ingin mengajak keisya ke sebuah gedung.
Sesampainya di gedung tersebut, ternyata gedung tersebut digunakan untuk istirahat para tamu. Bukan sekedar gedung biasa, gedung tersebut biasa di sebut dengan Aparthotel. Saat mereka masuk ke dalam gedung tersebut, tak di sangka ternyata Nana juga mengikuti nya.
"Loh na? kamu juga mau istirahat disini?" tanya keisya.
"Iya dong pasti aku pengen istirahat sekamar sama kamu" jawab Nana. Sebenarnya Nana tak akan membiarkan mereka berdua yang baru tunangan tidur sekasur jadi ia berkata seperti itu tanpa persetujuan Enju.
"Lalu saya istirahat sama siapa?" tanya Enju.
"Sudah tak apa anda bisa sama Barra" jawab Nana.
"What? jangan dong kan saya baru--" tanya Enju.
"Iyaa tau, maka dari itu aku ga membiarkan kalian sekasur" jawab Nana.
"Kenapa? kan biasanya boleh sekasur" tanya Enju.
"Ga boleh itu kan kalau sudah menikah, sudah biarkan keisya istirahat sama aku dulu dah" jawab Nana sambil menarik tangan keisya untuk menuju ke kamar. Enju pun membeku di tempat.
Tiba tiba Barra datang lalu mengejek Enju.
"Kasian sekali sudah tunangan tapi tak bisa sekasur" ucap Barra dengan menepuk pundak Enju lalu Barra berjalan menuju pintu keluar.
"Apa kau bilang? berani sekali kau" jawab Enju.
"Sudah aku tak mau bertengkar, ayo kita keluar lagi biarkan mereka istirahat" ajak Barra. Setelah Barra berkata seperti itu Enju pun menghembuskan nafas lelahnya. Setelah itu Enju pun mengikuti Barra untuk keluar dari gedung. Mereka berdua pun menikmati acara nya, jam acara sekarang sudah bukan acara normal. Jam acara malam yang larut adalah acara orang dewasa. Setelah acara selesai, Enju pun langsung menuju ke kamar dimana keisya berada.
Untung saja Nana sudah pindah ke kamar sebelah, karena Nana tau kalau Enju bakal kembali larut sekali. Firasat Nana tentang dimana Enju akan kelelahan benar, bahkan setelah ia masuk ke kamar keisya ia langsung melemparkan badan nya ke kasur. Untung saja keisya yang sedang tertidur lelap tak terbangun. *brukk* "Duh maaf ya sayang tapi aku lelah sekali" batin Enju. Setelah itu, Enju pun ikut tertidur. Mereka berdua terlihat seperti anak kecil yang baru saja selesai main lalu istirahat.
Keesokan harinya, karena keisya tidur duluan jadi ia bangun duluan kali ini. Keisya bingung dan panik kenapa badan nya seperti tertindih sesuatu. Ternyata saat dia membuka mata nya, ia melihat Enju yang sedang memeluknya. Keisya langsung bangun dengan panik dan tak sengaja membangunkan Enju. Karena Enju baru bangun tidur jadi ia berbicara dengan nada yang sangat lemas.
"Sayang ada apa...?" tanya Enju.
"Kamu kenapa tidur disini?, kan kita belum menikah harusnya tak boleh" jawab keisya.
"Aku hanya tidur, dan biarkan aku tidur kembali sayang ayo lah" ucap Enju sambil menarik keisya untuk tidur lagi.
Posisi keisya yang awalnya duduk kini tertidur lagi karena tarikan Enju, untung saja mereka sedang tidur di kasur yang empuk.
"Yasudah aku mau keluar dulu" jawab keisya.
"Mau ngapain? sudah tidurlah lagi" ucap Enju. Setelah itu keisya pun ikut tertidur. Beberapa menit kemudian mereka berdua mendengar suara ketukan pintu. Enju pun langsung bangun dan pergi untuk membukakan pintu nya. Tak di sangka yang menganggu tidur nya adalah Barra. Tentu saja Enju akan kesal.