
Enju sampai sekarang masih bingung bagaimana cara mengelak dari ayah nya yang tahu segalanya. Seperti mustahil untuk mengelak, tapi ia harus mengelak untuk urusan Keisya. Bisa tidak bisa mau ga mau harus bisa mengelak karena nanti urusan nya panjang. Tapi namanya juga sang ayah dengan anak tunggalnya yaitu Enju jadi dia tak bisa mengelak. Semuanya pun terungkap tanpa Enju mengatakannya.
Sesampainya di ruangan sang ayah Enju pura pura tak mengetahui apa apa dan tak mengerti apa apa jadi dia diam saja.
"Emihiko Enju" panggil sang ayah.
"Iyaa ada apa yah?" tanya Enju.
"Siapa perempuan itu? mengapa kau sangat dekat dengannya? seberapa spesial dia bagimu? apa hubunganmu dengan dia?" pertanyaan beruntun dari sang ayah.
"Satu satu nanyanya ayah…" Ucap Enju kesal.
"Berani berani nya kamu memberi perintah ke ayahmu sendiri!" Ucap marah sang ayah.
"Yasudah maaf, dia hanya teman ku" Jawab Enju beralasan bahwa Keisya hanya teman.
"Teman darimana? orang kau deket banget sama dia sampai sampai memberikan apartemen ke dia dan pulang demi dia" tanya sang ayah yang mengetahui semua nya.
Percuma saja Enju berbohong karena Ayah Enju adalah sang mata mata jadi semua yang dilakukan dan di sembunyikan oleh Enju akan ketauan olehnya.
"Ayah kok tau?" tanya Enju penasaran.
"Tentu saja siapa dulu dong" jawab sang ayah
"Iya deh sang mata mata" ucap Enju lelah.
"Nah kau tau kan, lalu mengapa kau dekat dengan nya?" tanya sang ayah.
"Aku dekat karena--" jawab Enju.
"Kau suka kan sama dia?" potong sang ayah.
"Ti-tidak kok kan hanya teman" jawab Enju gagap. Enju pun tiba tiba takut karena omongan Enju di potong oleh sang ayah yang merupakan kebenaran. Enju pun mau tak mau harus menjawabnya dengan jujur, kali ini ia tak bisa mengelak dari ayahnya.
Sang ayah masih mengintrogasi Enju anaknya untuk mengetahui apakah Enju anak yang jujur atau tidak. Selesai di interogasi sang ayah pun tiba tiba membuat kaget Enju.
"Lalu seberapa spesial dia bagimu?" tanya ayah penasaran dengan perasaan Enju.
"Spesial sekali, aku ingin sampai melindungi nya" jawab Enju senang.
"Apa kau yakin dia bukan musuh kita?" tanya sang ayah penasaran dan curiga.
"Bukan mungkin, karena aku juga masih mencari tahu soal kedua orang tuanya" jawab Enju yang memberitahukan kalau ia masih mencari keberadaan orang tua Keisya.
"Hasilnya?" tanya sang ayah penasaran.
"Belum ada" jawab Enju santai.
"Baiklah akan ayah bantu, sebelum itu perkenalkan dia kepada ayahmu ini" ucap sang ayah ingin berkenalan dengan Keisya. Karena ini pertama kalinya Enju bersikap seperti itu dan pertama kali mencintai wanita seumur hidupnya.
Enju di buat kaget oleh sang ayah yang tiba tiba ingin membantu mencari tahu soal orang tua Keisya. Sang ayah juga ingin di perkenalkan dengan Keisya secepatnya.
"Eehh?…" kaget Enju.
"Ada apa? kau mau membantah?" tanya ayah.
"Sudah tak usah banyak omong cepat perkenalkan nanti" perintah sang ayah
"Harus hari ini?" tanya Enju
"Iyaa, kenapa memang?" jawab dan tanya sang ayah.
"Maaf yah tapi dia habis pulang dari rumah sakit lalu dia terpeleset di kamar mandi ku" ucap Enju asal bicara. Tiba tiba sang ayah mendekati Enju dan menarik kerah bajunya seolah ingin mengajak berantem.
Enju pun bingung apa yang dilakukan sang ayah kepada anaknya sendiri. Ini pertama kalinya sang ayah melakukan ini jadi Enju agak kaget.
"Ayah? apa yang ayah lakukan?" tanya panik Enju yang tiba tiba sang ayah bersikap begini.
"Kau berani beraninya mengajak perempuan ke kamar mu!!" jawab marah sang ayah.
"Maaf yah, aku hanya tak tahu password kamarnya" jawab Enju dengan jujur.
"Lalu apa yang kau perbuat dengan dia?" tanya sang ayah curiga.
"Tidak ada, aku belum menyentuhnya kecuali mengendong dia" ucap Enju berkata jujur.
"Ada apa dengan nya? kau sampai rela menggendongnya begitu" tanya ayah curiga.
"Hanya ketiduran bukan mabuk" jawab Enju santai yang tak mungkin Enju mabuk. Karena Enju anak baik baik selama ini.
Sang ayah pun melepaskan cengkraman nya karena enju sudah menjawab pertanyaan nya dengan jujur. Sang ayah kembali menanyakan pertanyaan terakhir yang digunakan untuk mengetes kejujuran Enju juga.
"Baiklah dan apa hubunganmu dengan dia?" tanya penasaran sang ayah.
"Ku bilang hanya teman yah, percaya lah" jawab Enju ingin di percaya oleh ayahnya.
"Kalau begitu kalian pacaran lah!" perintah sang ayah secara tiba tiba.
"Hah? dia masih polos yah mana mungkin aku tega berpacaran dengan dia" ucap Enju kaget. Sang ayah masih tak percaya apa benar anak satu satunya itu tak menyentuh Keisya sama sekali.
Sang ayah berharap jika Enju memiliki hubungan spesial dengan keisya. Karena semasa hidupnya enju, Enju tak pernah dekat bahkan sampai berteman.
"Kau harus memiliki hubungan spesial dengan nya jadi pacaran lah, atau kalau bisa kalian tunangan" perintah sang ayah.
"Ahh.. ayah pasti bercanda kan?" tanya Enju tak percaya pada omongan sang ayah.
"Loh ayah serius, memang wajah ayah terlihat bercanda?" tanya dan jawab ayah serius.
"Ti-tidak tapi bagaimana caranya?" tanya Enju.
"Kau kan pria jadi pikirkanlah sendiri, dan ayah mau ke bawah mau menikmati pesta" ucap sang ayah santai.
"huh baiklah" ucap Enju mengerti.
Sang ayah pun keluar karena sang ayah ingin menikmati acara.
Enju pun menghela nafas panjang lalu ia memutuskan untuk kembali ke apartemen nya saja. Enju tak begitu suka dengan pesta apa lagi pesta berbau bir biarkan sang ayah yang mengurusi semuanya karena ayah Enju sangat suka pesta. Tapi aneh sekali kenapa anaknya malah tak suka acara. Sesampainya di gedung apartemen Enju pun memutuskan untuk mengunjungi apartemen Keisya untuk melampiaskan kelelahan nya ke keisya. Enju ingin di manja Keisya supaya tak lelah lagi. Enju lelah karena perintah sang ayah yang sangat banyak, terlebih lagi enju harus mengenalkan Keisya ke sang ayah.