My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 71 Panggilan baru.



Enju menjelaskan dengan kemampuan berbohongnya, ia menjelaskan bahwa lebih baik pindahin barang malam dengan alasan yang tak masuk akal.


"Iya sayang jangan marah dong" ucap Enju.


"Jadi?" tanya keisya dengan emosi yang sudah mereda karena kata 'sayang' dari Enju.


"Jadi maaf ya tiba tiba, karena enak kan kalau malam, kita tak terlihat oleh orang orang nanti bakalan ada gosip kan repot" jawab Enju.


Karena keisya baru mengetahui hal tersebut jadi ia mengiyakan saja perkataan Enju itu.


Setelah dihubungi Enju dan telepon pun di matikan oleh keisya, keisya pun langsung segera menyelesaikan pekerjaannya yang kini menumpuk mengalahkan tinggi botol minum.


"Yasudah iyaa, dah ya tugas ku numpuk" ucap keisya pusing dengan tugasnya.


"Semangat ya, kalo ada yang susah datang saja ke ruangan ku" jawab Enju.


"Baiklah dah" balas keisya. Telepon pun di tutup oleh keisya. Keisya pusing dengan tugasnya karena deadline nya hari ini jadi mau ga mau ia harus menyelesaikan nya. Setelah beberapa saat kemudian tiba tiba pintu keisya diketuk oleh seseorang.


Keisya pun tak ragu untuk mempersilahkan masuk. *toktok*


"Silahkan masuk" ucap keisya.


"Terimakasih sayang" jawab seseorang itu.


Pintu pun terbuka. Ternyata orang yang berani memanggil keisya adalah Enju.


"Kamu?, kirain siapa" ucap keisya.


"Sini ku bantu mengerjakan tugas mu" ucap Enju sambil berjalan dan membawa kursi dan menuju ke samping keisya.


"Kamu ga ada tugas?" tanya keisya.


"Tidak ada, semuanya sudah selesai" jawab Enju berbohong. Sedangkan disisi lain Barra sedang kesulitan mengerjakan tugas Enju.


Enju menyerahkan semua tugasnya itu ke sekertaris nya Barra, demi berduaan dengan keisya. Enju sampai menaikan gajinya Barra 2 kali lipat demi keisya.


"Baiklah aku pusing sama yang ini" ucap keisya menunjuk layar laptopnya.


"Jadi seperti ini.." ucap Enju menjelaskan ini itu supaya meringankan tugas keisya. Enju mengajari keisya ini itu juga sampai jam kerja berakhir. Saat jam kerja berakhir, untung saja semua tugas keisya selesai.


"Terimakasih ya bos" ucap keisya.


"Bos?.." tanya Enju bingung.


"Iyaa bos, kamu kan bos ku" jawab keisya.


"Iya deh, tapi saat kita berduaan seperti ini mending panggil sayang saja" ucap Enju.


Karena menurut keisya itu panggilan yang biasa saja, jadi ia mengganti nama panggilan itu.


Nama panggilan itu di ganti manjadi 'Honey'. Enju pun pipi nya seketika memerah malu. Ia tak yakin bisa ia gunakan secara santai. Enju takut nanti malah gugup saat hendak memanggil keisya dengan nama itu.


"Gimana kalau honey saja?" tanya keisya.


"Ho-honey?, bukan kah itu terlalu.." jawab Enju setengah setengah lagi.


"Terlalu apa?, bagus kan" tanya keisya.


"Iya si.. tapi.." jawab Enju setengah setengah.


"Tidak, ayo sudah kita pulang dulu nanti di lanjutkan di mobil" ucap Enju mengalihkan topik, ia mau tak mau harus menggunakan nama panggilan itu. Nanti juga akan terbiasa dengan memanggil keisya dengan 'Honey'.


Mereka pun keluar dari kantor lalu menuju ke mobil. Di mobil Enju hanya diam saja menahan malunya. Setelah beberapa menit tiba tiba keisya memulai mengobrol. Enju seketika langsung mengalihkan topik dengan membawa keisya ke mini market.


"Loh honey, ngapain ke sini?" tanya keisya.


"Sudah ikut saja" jawab Enju.


"Iyaa, tapi tak apa mereka ikut?" tanya keisya menanyakan tentang para bodyguard mereka.


"Iya tak apa, mereka akan menyamar menjadi pembeli biasa" jawab Enju.


Mereka berdua pun turun dari mobil tak lupa dengan para Bodyguard itu juga. Para Bodyguard sebelumnya sudah di latih untuk tak mencolok di depan umum.


Setelah sudah turun dari mobil semuanya termaksud para bodyguard itu, mereka pun masuk secara terpisah. Sesampainya di dalam minimarket, Keisya dan Enju pun belanja seperti biasa. Enju merasa bahwa sudah akhir bulan jadi ia mengajak keisya ke minimarket untuk belanja kebutuhan nya.


"Sayang kamu ambil saja kebutuhan kamu semuanya" ucap Enju.


"Ga mau" jawaban keisya yang membuat Enju bingung, biasanya kan keisya mau.


"Kenapa?" tanya Enju.


"Kamu ga manggil aku dengan sebutan honey jadi ga mau" jawab keisya.


Enju langsung memberanikan diri untuk memanggil keisya dengan sebutan honey.


Tapi pemberanian diri yang dilakukan Enju sia sia. Enju belum siap dengan itu, jadi ia mengalihkan topik dengan mengambil beberapa bahan makanan yang ia ketahui saja, lalu menaruhnya di troli.


"Ini ambil ya dan ini juga" ucap Enju sambil mengambil ini itu. Setelah Enju kebingungan memilih daging, saatnya keisya untuk membicarakan tentang nama panggilan itu.


"Sayang.. kamu ga mau ya pake nama panggilan dari aku?" tanya keisya.


"Mau kok tapi.." jawaban Enju setengah lagi.


"Tapi apa lagi sii.., yasudah lah ayo pulang saja tak usah belanja" ucap keisya murung.


Keisya pun berjalan menuju keluar gedung minimarket tersebut.


Enju pun merasa bersalah, ia langsung menghalangi keisya lalu meminta maaf. Enju tak hanya meminta maaf saja, ia juga langsung memanggil nya dengan sebutan 'honey'. Setelah Enju memanggil keisya seperti itu, keisya langsung menoleh.


"Honey tunggu.." ucap Enju dengan meraih tangan keisya dan menggenggam tangannya.


"Maaf ya kei.. aku sebenarnya malu panggil kamu seperti itu" ucap sambung Enju merasa bersalah. Keisya pun langsung kembali ke tempat dimana troli berada tanpa mengatakan sepatah kata pun. Enju pun bingung dengan kelakuan keisya.


Enju bingung apakah keisya memaafkannya atau malah tambah marah.


"Jadi aku di maafin?" tanya Enju.


"Sudah, bantu aku memilih daging ini" jawab keisya mengalihkan topik. Selesai memilih daging, mereka lanjut untuk memilih bahan bahan untuk membuat steak. Setelah semua bahan sudah berada di troli, keisya pun sadar bahwa dirinya tak membawa dompet.


"Loh eh maaf ya aku ga bawa dompet, taruh kembali deh semuanya" ucap keisya.


"Kamu ini kaya ga tau aku saja sayang, ayo ke kasir" ucap Enju mengajak ke kasir. Mereka pun menuju ke kasir lalu membayar semua belanjaan keisya.


Selesai membayar, Enju pun mengajak keisya langsung ke rumah nya. Untuk barang barang keisya sudah di pindahkan saat mereka belanja, karena Enju mendapat laporan bahwa anak buah Ryu jin berkeliaran. Yang ada di pikiran Enju adalah daerah zona merah mengelilinginya. Setelah keluar dari gedung minimarket, Enju mendapat laporan lagi bahwa bawahan Ryu jin semakin mangamuk karena tak dapat menemukan keisya. Gara gara keisya, anak buahnya banyak yang di habisi oleh bawahan Enju. Sesampainya di rumah, seperti biasa mereka bersih bersih badan lalu lanjut untuk istirahat. Beberapa bulan setelahnya Enju mengadakan pertemuan antara big bos dari kantor lain.