
Sedangkan di meja Keisya dan Nana, keisya sedang bersantai sambil menunggu pesanan mereka datang. Sedangkan Nana sedang menjaga keisya dan tak pernah sedetikpun mengalihkan perhatian nya dari keisya. Karena situasi sedang kacau Nana harus benar benar menjaga keisya. Beberapa menit kemudian akhirnya pesanan mereka datang. Saat pelayan selesai menaruh makanan ke meja, ia pun pergi. Saat pelayan itu pergi, Nana menyadari sesuatu jika pelayan itu bersikap aneh. Nana pun memberi kode kepada para bodyguard untuk menuju ke meja Nana dan keisya.
Saat keisya memakan makanan itu, Nana tiba tiba mengatakan sesuatu. Sesuatu yang membuat keisya tak bisa menikmati makanan nya. Nana mengatakan sesuatu itu dengan suara yang sangat kecil atau disebut bisikan.
"Keii, cepat makan lalu kita segera pergi dari sini, secepatnya" ucap bisik Nana.
"Tapi kenapa?" tanya keisya panik.
"Sudah aku bilang kan, cepat" jawab Nana.
Keisya pun memakan makanan itu dengan sangat cepat sampai lidahnya hampir terbakar. Tentu saja Nana akan bertanggung jawab soal itu, mau tak mau. Setelah beberapa menit, keisya pun selesai makan. Keisya mengatakan bahwa ia sudah selesai, tapi makanan nya belum habis.
Karena situasinya darurat jadi keisya pun memutuskan untuk mengatakan itu saja.
"Na, sudah lalu?" tanya keisya.
"Selanjutnya, pakai masker dan kacamata ini, kalian duluan saja keluar mall biar aku membayar dulu" ucap Nana sambil memberikan masker dan kacamata. Keisya pun langsung memakai masker dan kacamata yang di berikan Nana.
"Lalu selanjutnya aku harus ngapain?" tanya Keisya kebingungan.
"Lalu setelah kamu sampai di depan pintu mall masuk ke mobil" jawab Nana.
"Baiklah ayo" balas keisya. Lalu keisya pun langsung keluar dari restoran lalu berjalan cepat menuju ke luar mall, sedangkan Nana membayar dulu di kasir.
Tak hanya membayar saja, ia juga meminta informasi ke kasir yang tak lain adalah bawahan Enju. Setelah dapat Informasi itu, Nana pun langsung menyusul keisya keluar dari mall. Sedangkan di sisi lain keisya sampai di luar mall, ia segera masuk seperti kata Nana tadi. Keisya bingung kenapa mobilnya itu melaju duluan sebelum Nana masuk ke dalam.
"Loh pak tapikan Nana belum masuk ke dalam mobil, kok sudah di gas?" tanya keisya.
"Ini perintah Bu Nana" jawab supir itu. Supir itu bukan lain adalah bodyguard tadi. Mobil pun melaju dengan kecepatan normal untuk keluar dari gerbang masuk mall. Keisya pun seketika melihat luar lewat jendela mobil sebelum mobil melaju terlalu jauh.
Setelah keisya melihat beberapa detik, ia melihat Nana yang mengobrol dengan sekuriti di depan pintu mall. Keisya seketika langsung ingin membuka pintu mobil nya, tapi ia tak bisa. Karena pintu itu di kunci oleh supirnya, tentu saja Nana yang menyuruh dia.
"Loh pak kok di kunci si, itu ada kak Nana aku harus menjemput nya" ucap keisya.
"Akan kita tunggu di depan, di sebelah gerbang masuk" Jawab supir itu.
"Baiklah" balas keisya santai. Supir itu tak melakukan seperti yang di perintahkan oleh Nana, ia tak berhenti di depan gerbang mall seperti apa yang ia katakan ke keisya.
Tiba tiba ada 2 orang yang datang dari bagasi mobil yang berada di belakang kursi yang di duduki oleh keisya. Orang itu menutup mulut keisya dengan kain yang membuat keisya pingsan. Supir itu pun melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tak wajar. Disisi lain, Nana selesai berbicara dengan sekuriti tadi. Selesai berbicara tentu saja Nana segera menyusul keisya yang berada di depan gerbang mall. Dirinya lari sekencang kencangnya tapi ternyata hasil yang ia dapat adalah nihil, keisya dan mobil nya itu tak ada di gerbang mall. Nana pun langsung memanggil sekuriti itu, ia meminta bantuan nya untuk mengeluarkan mobil simpanan.
"Kode 57, mobil darurat" teriak Nana meminta mobil ke sekuriti itu. Tak lama dari itu mobil pun sampai di depan Nana.
"Kita akan mengejar kemana?" tanya supir dengan kode 62.
"Ke kanan, cepat" jawab Nana. Supir itu pun langsung mematuhi perintah Nana dengan membelokkan mobilnya ke arah kanan. Lalu mereka mengejar mobil yang berisikan keisya dan bodyguard palsu itu. Tiba tiba Nana berfikiran untuk menghubungi bodyguard itu, ia langsung segera melakukan nya.
Saat Nana menghubungi bodyguard, bodyguard itu ternyata tak sedang bersama keisya. Nana pun semakin panik, setelah itu Nana pun memerintah semua bodyguard yang tersisa untuk mencari keisya sebelum keisya di bawa ke luar negeri.
"Hey hey kalian kemana?, bukannya sudah ku perintah untuk menungguku?" tanya Nana.
"Apa? kapan?" tanya bodyguard itu.
"Sial, cepat kejar mereka" ucap Nana kesal.
"Apa yang terjadi?" tanya bodyguard itu.
"Keisya di culik cepat kejar mereka. Mereka membawa mobil itu. Arahnya dari gerbang mall belok ke kanan. Kerahkan semuanya dan cari sampai dapat" jawab Nana.
"Baik" jawab bodyguard itu. Nana pun mematikan telepon nya.
Tak lama setelah di beri perintah oleh Nana, para bodyguard itu pun langsung bertindak. Setelah itu Nana langsung kepikiran untuk mengecek blackbox yang berada di dalam mobil. Tapi lagi lagi hasilnya nihil, mereka sudah menghancurkannya. Tak ada jejak satu pun. Nana pun kesal dan akhirnya dia berujung marah, ia langsung mengerahkan seluruh bawahan Enju yang berada di perbatasan negara untuk mengawasi lebih ketat. Setelah mengerahkan semuanya, tiba tiba Nana di hubungi oleh Enju. Seketika Nana pun panik harus menjawab apa nanti jika Enju menanyakan soal keisya.
Tak hanya panik, dirinya juga harus mau tak mau mengangkat telepon itu dengan perasaan yang campur aduk.
"Halo bos ada apa?" tanya Nana.
"Keisya masih bersamamu kan?" tanya Enju.
"Bu Nana itu mobilnya!" teriak supir Nana.
"Sial, kejar mereka cepat" balas Nana.
"Mobil?, kejar?, apa yang terjadi?" tanya Enju.
"Maaf bos nanti akan ku hubungi lagi" jawab Nana, lalu Nana mematikan telepon itu. Enju pun seketika ikutan panik, ia langsung melacak ponsel Nana. Setelah menemukan, ia langsung menuju ke tempat itu.
Nana berada di sebuah gudang yang lumayan lusuh. Setelah Nana melihat mobil yang telah di tumpangi oleh keisya tadi, ia pun segera masuk ke gudang tersebut. Lagi lagi hasilnya nihil, keisya tak ada di sana. Nana pun mengerahkan bodyguard yang bersama nya untuk mencari keisya di sekeliling gudang itu. Setelah beberapa saat, Enju tiba tiba datang. Enju bingung mengapa Nana mengerahkan beberapa bodyguard untuk berkeliling di sekitar gudang dan seperti mencari sesuatu.