My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 43 Hukuman dari Enju ke Nana.



Saat dokter mencabut infus akhirnya Nana pun datang dengan santainya. Setelah Enju mengetahui bahwa Nana datang ia pun segera mengajak Nana untuk bicara sebentar. Tak lupa Enju pun bilang ke Keisya dahulu supaya ia tak curiga dengan kedekatan Nana dan enju.


"Bentar ya Keii aku mau bicara sebentar sama teman mu" ucap izin Enju supaya tak merengek untuk minta enju jangan pergi.


"Iyaa aduh.." jawab Keisya kesakitan.


"Ada apa?" tanya Enju khawatir


"Tidak ada, cepat ajak bicara dulu" suruh Keisya sembari menahan sakit.


"iyaa, dok jangan sampai ia kesakitan lagi" jawab dan minta Enju ke dokter.


Enju pun keluar menemui nana.


Diluar ruangan terlihat Enju sedang memarahi Nana karena berani sekali meninggalkan Keisya sendirian apa lagi sekarang malam dan sudah waktunya Keisya pulang. Enju pun mulai berfikir negatif dan mengatakan pikirannya ke Nana. Nana hanya bisa diam dan meminta maaf.


"Na berani sekali kau meninggalkan Keisya sendirian apalagi sekarang malam, gimana kalau terjadi apa apa?, gimana kalau dia pulang sendirian?, gimana kalau dia di culik?" ucap Enju melampiaskan kekesalannya ke Nana dan mulai berfikir negatif.


"Maaf bos saya hanya ke toilet" ucap alasan Nana menyesal.


"Kan di dalam ada, kata Keisya kau beli kopi" ucap Enju mengelakkan Nana.


"Ee.." ucap Nana menyesal.


"Jadi semua itu benar?" tanya Enju.


"I-iyaa bos maaf" ucap Nana meminta maaf.


Karena Nana sudah membuat 2 kesalahan jadi Enju menghukum nana untuk tak bertemu Keisya sementara. Hukuman tersebut juga agar Nana tak membahayakan Keisya selanjutnya dan seterusnya.


"Tch.. besok dan selama 1 Minggu kedepan kau jangan temui Keisya" perintah dari Enju.


"Kenapa? kalau dia mencari ku gimana?" tanya Nana khawatir kalau Keisya mencarinya


"Biarlah biar aku yang urusin" jawab Enju.


"Baik kalau begitu saya permisi dahulu, mohon di jaga Keisya untuk selanjutnya" ucap nana meminta lalu pergi meninggalkan Enju sendirian di depan pintu.


"Ya" jawab Enju singkat.


Nana pun pergi dari rumah sakit dan langsung menghilang. Jejak jejaknya pun hilang termasuk cctv yang ada diri nya.


Selesai memarahi dan menghukum Nana, Enju pun kembali masuk ke ruangan. Akhirnya pencopotan infus sudah selesai jadi dokter bisa langsung kembali jika urusan nya sudah selesai.


"Infusnya sudah tercopot dengan begini anda bisa langsung pulang" ucap dokter.


"Baik dok terimakasih" ucap Keisya berterimakasih.


"Iya sama sama oh iya perlu di ingat anda tak boleh banyak pikiran ya nanti pusing lagi" ucap saran dari dokter.


"Baik dok" ucap Keisya mengerti


"Kalau begitu saya permisi" ucap dokter.


Dokter pun keluar dari ruangan dan pas sekali Enju hendak masuk.


"Terimakasih" ucap Enju berterimakasih.


Enju pun masuk ke ruangan.


Saat Enju sudah masuk ia berusaha agar Keisya tak bahas Nana. Karena Enju ingin Keisya fokus ke dia seorang saja tanpa membahas yang lain. Tapi malah barang barang Nana yang membuat Keisya membahas Nana.


"Heii Keii gimana?" tanya Enju.


"Sudah nih tolong antar aku ke apart ya?" minta tolong Keisya ke Enju.


"Iyaa pasti ku antar kok" jawab kepastian dari Enju. Karena Enju juga tak mau Keisya kembali ke apartemen nya sendirian apa lagi sudah malam.


Karena pertanyaan Enju yang membuat Keisya membahas Nana, jadi dia langsung mengajak Keisya buru buru pulang.


"Yasudah ayo" ucap Keisya.


"Ga ada yang perlu di bawa?" tanya Enju.


"Oh iya laptopnya Nana sama berkas berkas nya dia" jawab Keisya.


"Besok aja" ucap Enju.


"Kenapa memang kalau sekarang?" tanya keisya penasaran.


"Sudah malam sayang, sudah ayo" jawab Enju


"Iyaa ayo akhirnya aku bisa pulang" ucap lega Keisya yang tak menyadari sesuatu.


"Oh iya Keii, mau pakai masker sama pakai topi ga?" tanya Enju menawarkan.


"Kenapa memang?" tanya penasaran Keisya.


"Ga ada sih jadi mau apa engga?" tanya Enju.


"Mau deh" jawab keisya sebagai balas budi.


"Yasudah nih" ucap Enju sambil menyerahkan topi dan masker berwarna hitam.


Keisya pun memakai topi dan masker untuk menutupi wajahnya. Masker hitam dan topi hitam supaya orang orang tak tau siapa Keisya sebenarnya. Mereka pun menuju keluar rumah sakit. Keisya adalah orang yang sedang dekat dan sedang menjadi pembicaraan media.


Di luar rumah sakit terlihat 2 orang pemuda yang sedang menaiki mobil dan menjadi sorotan publik. Orang orang di sekitar mereka kagum karena mobil yang dimiliki Enju itu sangat mahal harganya. Mereka juga sedang memperhatikan orang yang sedang menaiki mobil tersebut. Untung saja Keisya sebelumnya sudah di suruh Enju untuk memakai topi dan masker. Saat Keisya masuk ke dalam mobil tersebut Keisya penasaran apa yang terjadi di luar kok mereka memperhatikan Keisya terus menerus. Keisya pun menanyakan soal itu kepada Enju.


"Hiko, apa yang sedang terjadi di luar?" tanya Keisya penasaran.


"Entah aku juga penasaran, sudah biarkan saja ya?" ucap pura pura penasaran Enju. Karena Enju sudah tau apa yang terjadi di luar jadi ia memainkan peran nya lagi.


Karena perjalanan dari ruangan Keisya menuju mobil di luar rumah sakit sangat jauh jadi Keisya merasa pengap. Keisya di saat di tengah jalan pun berusaha agar tidak melepas maskernya karena ingin balas budi.


"Iyaa oh iya boleh di lepas masker nya?" tanya Keisya pengap.


"Boleh tapi kalau keluar mobil pakai lagi ya?" jawab Enju dan perintah Enju.


"Iyaa baiklah" jawab Keisya menurut.


Mereka pun menuju ke apartemen pribadi Enju. Tempat dimana Keisya tinggal beberapa hari lalu. Sesampainya di gerbang masuk apartemen. Enju pun memerintahkan tim nya supaya melarang seseorang pun masuk ke area apartemen nya.


Karena Enju mempunyai insting kalau akan ada wartawan yang akan datang bergerombol. Sesampainya di depan apartemen nya Enju memutuskan untuk tinggal di situ lagi karena ia juga ingin menemani Keisya yang baru keluar dari rumah sakit. Enju juga memutuskan untuk pindah kamar menuju ke depan kamar Keisya. Jika sudah di depan kamar keisya kan enak kalau Keisya butuh bantuannya