
Keisya memaksa Enju untuk berangkat dengan senyumannya. Saat Enju melihat senyuman Keisya seketika ia mempunyai semangat yang membara. Tapi di sisi lain dia juga ingin masuk lagi ke apartemen itu untuk berduaan.
"Yah padahal aku ingin--" ucap Enju.
"Sudah berangkat saja ya?, kalau tidak aku akan ke kantor loh sekarang" ancam Keisya.
"Jangan lah keii" jawab Enju panik.
"Ya maka dari itu, cepat berangkat" jawab Keisya memaksa Enju untuk berangkat.
"Iyaa baiklah aku berangkat" ucap Enju lemas.
"Iya hati hati ya semangat" ucap Keisya tersenyum manis. Enju pun berangkat ke kantor dengan semangatnya.
Setelah Enju berangkat ke kantor, Keisya pun mencuci bekas makan mereka berdua tadi. Sementara di kantor saat Enju tiba di kantor, ia langsung menuju ke sofa yang di duduki oleh sang ayah. Sang ayah melihat bahwa Enju terlihat sangat murung padahal tadi saat berangkat semangat sekali.
"Kenapa kau murung seperti itu?" tanya ayah.
"Tak apa, aku baik baik saja" jawab Enju.
"Baiklah terserah kau saja" ucap ayah kesal.
"Sudahlah aku mau naik dulu ke ruangan ku saja daripada di sini" ucap Enju lemas.
Enju pun pergi ke ruangannya. Enju tak mau menemani sang ayah karena Enju tak suka dengan pesta yang berisik apa lagi ia masih lelah dari kemarin saat dia baru pulang.
Sesampainya di ruangan Enju, ia pun langsung menghubungi Keisya karena kangen padahal belum seharian ia tak bertemu Keisya.
"Halo?, ada apa Hiko?" tanya Keisya.
"Maaf aku hanya ingin mengobrol dengan mu saja, boleh?" jawab dan tanya Enju.
"Kan kamu sedang bekerja" jawab Keisya.
"Baiklah ada apa?" tanya Keisya penasaran.
"Kamu mau tak bertemu dengan seseorang?" tanya Enju menyembunyikan sesuatu. Enju tak mau memberitahu kan bahwa Keisya akan bertemu dengan sang ayah karena pasti Keisya takan mau itu pikiran nya Enju.
Kalau Keisya mau Enju akan segera ke bawah lalu memberitahu kan ke sang ayah bahwa Keisya mau bertemu dengan nya. Keisya kaget setelah Enju bilang kalau bertemunya saat makan malam nanti mendadak sekali baginya jadi Keisya kaget.
"Siapa itu?" tanya Keisya penasaran.
"Ada seseorang, dia ingin bertemu denganmu nanti saat makan malam" jawab Enju.
"Apa?!, mendadak sekali" tanya kaget Keisya.
"Maaf yaa aku juga tak bisa menolaknya" jawab Enju kecewa karena tak bisa mengelak.
"Iyaa tak apa, baiklah aku mau" ucap Keisya.
"Baiklah tunggu aku ya? aku akan pulang cepat hari ini" tanya Enju berharap kalau di tungguin oleh Keisya dan karena hari ini ada acara sebelum jam pulang seperti biasa jadi Enju mengatakan itu.
Enju juga masih menghawatirkan Keisya karena ia masih belum pulih 100%. Enju melarang Keisya untuk keluar dari gedung apartemen miliknya karena sangat bahaya.
"Baiklah dah selamat bekerja" ucap Keisya.
"Iyaa dah jangan kemana mana ya?" tanya Enju khawatir Keisya keluar dari gedung.
"Iyaa baik, dah Hiko" ucap Keisya.
Telepon pun di matikan oleh Keisya.
Selesai menerima telepon dari Enju, Keisya pun langsung menuju ke lemari pakaiannya untuk memilih baju yang cocok untuk menemui seseorang nanti. Keisya pun bingung sampai memilih baju hampir 1 jam, waktu itu sangat lama sekali hanya untuk memilih baju.