My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 68 Rumah Enju.



Keesokan harinya, keisya pun terbangun dahulu sebelum Enju bangun. Setelah bangun ia kembali di buat bingung oleh Enju kekasih nya. Keisya bingung oleh ruangan di mana keisya telah tiduri. Keisya tampak asing oleh ruangan tersebut karena tak seperti biasanya. Biasanya kan ia tidur di kamarnya sendiri dan kamar Enju, sekarang nampak berbeda dengan kedua kamar tersebut. Keisya sekarang berada di kamar yang sangat luas dan mewah.


Tentu saja mewah karena itu rumah Enju. Sebenarnya itu kamar tamu tapi karena Enju jarang menerima tamu, tapi ia menerima keisya jadi ia menjadikan kamar tersebut untuk kamar pribadi keisya. Keisya pun bangun lalu melihat ke arah luar jendela, pemandangannya berbeda dengan apa yang selama ini ia lihat. "Dimana aku?, aku di culik ya?" tanya batin keisya pasrah akan keadaan. Keisya pun jalan jalan mengelilingi ruangan tersebut hingga menemukan foto dirinya di meja di samping dimana tv berada.


Tiba tiba ketukan pintu pun terdengar begitu menyeramkan, pintu yang berkali kali diketuk oleh seseorang. Keisya pun membukakan pintu tersebut, betapa terkejutnya dirinya. Ternyata yang mengetuk pintu tersebut adalah Enju, kekasihnya. Keisya pun langsung menyuruh Enju untuk masuk.


"Masuklah" ucap keisya.


Enju pun masuk ke kamar keisya. Enju pun duduk di ranjang keisya, lalu ia di beri pertanyaan beruntun oleh keisya.


"Sayang ini rumah siapa?, ini kamar siapa?, lalu mengapa fotoku di sana?" tanya keisya.


Enju pun menjawab pertanyaan itu satu satu sambil berjalan menuju tempat dimana foto keisya berada.


Selesai mengambil foto, Enju pun kembali duduk di ranjang persis di samping keisya.


"Kamu ini ya kebiasaan bertanya seperti itu deh" jawab Enju pasrah.


"Maaf.. tapi cepat jawab" ucap keisya kesal.


"Ini adalah rumahku rumah yang akan kamu tinggali sekarang, ini kamar kamu sendiri jadi kita pisah kamar jadi aman, dan fotomu ini tadi di sana ya sebagai pertanda bahwa kamar ini kamar kamu sayang" jawab Enju.


"Oh ini ya rumah itu" ucap keisya.


"Iyaa suka ga sama kamarnya?" tanya Enju.


"Suka adem nyaman" jawab keisya.


Keisya pun tiba tiba berdiri lalu memeluk Enju dan tiba tiba menangis.


Keisya selama ini belum pernah di berikan tempat yang layak dan nyaman. Keisya menangis karena Enju telah memberikan banyak bantuan yang selama ini tak pernah ia dapatkan. Enju pun bingung kenapa keisya tiba tiba menangis, ia juga membalas pelukan nya dengan sangat erat.


"Sayang? kenapa nangis" tanya Enju.


"Biarkan aku seperti ini sebentar, kamu diam saja" jawab keisya.


Mereka pun berpelukan sampai keisya sudah merasa tenang. Seusai keisya tenang dan tak menangis lagi, Enju pun menyuruh keisya untuk melepaskan pelukannya lalu mandi.


Keisya pun seketika langsung menurut pada Enju. Keisya pun bangun dari duduknya lalu menuju ke luar kamar. Tiba tiba ia menghentikan langkahnya karena ia terkejut. Keisya terkejut karena ia usai melihat besar rumah Enju dan hiasannya.


"Sayang.." ucap keisya tiba tiba.


Enju yang sedang meletakkan foto keisya di tempat semula, segera menghampiri keisya yang memanggil namanya.


"Ada apa sayang?" tanya Enju.


"Ini.. besar sekali rumah mu" jawab keisya.


"Iyaa kenapa memang?" tanya Enju.


"Apa aku pantas tinggal di rumah ini?" tanya keisya tiba tiba membuat Enju kaget. Keisya tak yakin ia pantas untuk tinggal di rumah tersebut karena sebelumnya ia hanya tinggal di luar gedung panti.


Enju pun melangkahkan kakinya menuju persis di depan keisya dan menatap mata keisya dalam dalam. Enju pun mengeluarkan kata-kata untuk menenangkan keisya.


"Sayang lihat aku. Kamu pantas sekali tinggal disini, kamu jangan memikirkan soal pantas dan tidaknya ya? nanti aku sedih" jawab Enju.


"Iyaa maaf" ucap keisya.


"Non, air hangat nya sudah siap silahkan mandi" ucap pembantu tersebut.


"Iyaa terimakasih" jawab keisya.


"Mari ikut saya" ajak pembantu tersebut.


Keisya pun mengikuti pembantu tersebut untuk menuju ke kamar mandi.


Keisya diantar oleh pembantu tersebut karena keisya pertama kali datang ke rumah itu. Enju lah yang memerintah pembantu tersebut supaya keisya tak tersesat di rumahnya.


"Sebentar.." ucap keisya tiba tiba.


"Kenapa sayang?, ikut saja" tanya Enju.


"Aku ga bawa baju.." jawab keisya.


"Sudah kamu nurut saja dulu sama bibi, aku mau siap siap dulu" ucap Enju.


"Baiklah" jawab keisya.


Sesampainya di kamar mandi, ia lagi lagi di buat kaget dengan kamar mandinya. Kamar mandi yang begitu besar bahkan sebesar kos kosan yang ia tempati kemarin.


Keisya pun menurut saja dengan pembantu tersebut seperti kata Enju. Setelah keisya memasuki kamar mandi yang sebenarnya, ia menyuruh para pembantu untuk pergi meninggalkannya.


"Bi.. kalian pergi saja dulu saya ingin mandi sendiri" ucap keisya.


"Baik ini handuknya non" jawab salah satu pembantu tersebut.


"Terimakasih" balas keisya.


Setelah para bibi keluar, ia pun menikmati air yang digunakan untuk mandi itu. Selesai mandi, ia keluar dari kamar mandi dengan handuk yang meliliti tubuhnya.


Setelah ia keluar, ia di ajak oleh salah satu pembantu itu untuk menuju ke sebuah ruangan yang letaknya di samping kamar mandi. Ia lagi lagi di kagetkan oleh ruangan yang sudah di siapkan Enju. Enju menyiapkan 2 ruangan khusus yang berisi pakaian keisya dan ruangan ganti baju. Keisya awalnya bingung ruangan apa itu, tapi setelah di jelaskan oleh salah satu pembantu tersebut ia pun langsung paham harus apa.


"Anu.. bi ambilkan baju yang sederhana saja, saya tak mau mencolok" ucap keisya dan dengan segera para pembantu tersebut mengambilkan baju untuk keisya.


Para pembantu memilah baju satu demi satu untuk di pakai keisya. Setelah semuanya terkumpul, ia pun segera memasuki ruangan khusus yang digunakan untuk ganti baju sendiri. Setelah ganti baju, ia pun langsung keluar lalu memerintah para pembantu itu untuk mengantarkannya ke Enju.


"Tolong antarkan saya ke Enju" ucap keisya.


"Baik mari ikut saya" jawab salah satu pembantu tersebut lalu berjalan menuju ke Enju dengan membawa keisya yang sudah siap untuk berangkat ke kantor.


Enju tak menyangka bahwa keisya akan berpakaian seperti itu, sederhana. Enju juga heran mengapa keisya cocok cocok saja dengan semua pakaian yang telah ia belikan. Untung aja cocok dan keisya tak memberontak minta ini itu.


"Sayang sudah siap?" tanya Enju.


"Sudah makasih ya bajunya" jawab keisya.


"Iya sama sama cocok sekali" balas Enju.


"Sudah ayo kita berangkat" ajak keisya.


Mereka pun berangkat bersama menuju ke kantor.