
Sayang sekali Enju tidak tinggal di apartemen itu lagi karena urusan keluarga nya.
"Keii kau mau ke pasar malam bersama ku?" tanya Enju
"Mau, tapi jangan pulang malam malam ya" jawab Keisya yang takut sendirian
"Kenapa memang?" tanya enju
"Aku takut masuk apart sendirian" jawab keii
"Nanti ku temani" berusaha menenangkan
"Baiklah" jawab keisya
Mereka pun menuju ke pasar malam yang tak ada wahana nya tapi hanya food court, ada sih permainan anak kecil tapi kebanyakan food court. Di mobil tiba tiba Keisya menanyakan sesuatu tentang rumah sakit, tapi Enju pura pura tak tahu.
"Hei Hiko, aku mau bertanya sesuatu"
"Boleh silahkan" jawab Enju.
"Apa kamu pernah menolongku di sebuah restoran?" tanya Keisya.
"Tidak, memang kamu kenapa kei?" jawab dan tanya Enju.
"Oh tidak ada" jawab Keisya.
Tiba tiba hening.
Sayang sekali Keisya tak memberitahukan semua nya ke Enju tapi tak apa karena penolong itu adalah Enju/ Hiko sendiri. Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di pasar malam. Mood Keisya tiba tiba berubah karena memikirkan siapa yang menolongnya di restoran waktu itu. Saking penasarannya ia sampai menumpahkan es teh di baju Enju. Saat tiba di pasar malam mereka langsung membeli es teh karena haus.
"Keii ayo beli es teh yu?" Tanya enju
"Boleh" jawab Keisya tetap bengong
Mereka mendekati stand es teh
"Esteh nya 2" minta enju
"12" jawab penjual
Enju pun membayar
"Ini silahkan" penjual memberi es teh
Saat hendak menerima es dari Hiko/Enju Keisya tetap bengong.
Akhirnya es teh tersebut jatuh lalu air nya muncrat mengenai baju Enju. Keisya pun tersadar dari lamunannya. Keisya pun panik bagaimana caranya supaya Enju tak kedinginan kebetulan di pasar malam hawa nya sangat dingin seperti habis hujan.
"Ehh maaf Hiko aku ga sengaja, bagaimana ini????..." tanya panik Keisya.
"Iya tak apa apa ayo ke mobil saja aku bawa baju ganti" ajak Enju.
"I-iyaa maaf ya hikoo" ucap Keisya.
"Iyaa" jawab Keisya.
Mereka pun ke mobil untuk Enju ganti baju. Sesampainya di mobil Keisya pun menyuruh Enju untuk cepat cepat ganti baju di dalam mobil supaya tak masuk angin.
"Hi-hiko kamu yang cepat ya ganti bajunya takut masuk angin" perintah Keisya.
"Iyaa tunggu ya jangan kemana mana kalau ada apa apa senggol aja mobil nya" perintah Enju takut Keisya kenapa-kenapa.
"Iyaa" jawab Keisya.
Enju pun ganti baju di dalam mobil.
Selesai ganti baju mereka pun kembali untuk membeli beberapa jajanan. Keisya merasa bersalah akhirnya mengtidakkan tawaran Enju untuk membeli beberapa makanan.
"Keii kamu mau kebab?" Tanya enju
"Tidak" Jawab keisya
"Mau Seafood?" tanya Enju lagi
"Tidak" jawaban yang sama dari keisya
"Ini martabak mau?" tanya Enju sekali lagi
"Tidak maaf" jawab Keisya masih sama
"Kamu kenapa sih Keii?" tanya Enju
"Ti-tidak, aku hanya merasa bersalah kepadamu Hiko" jawab Keisya dengan sedih
"Merasa bersalah kenapa sih?" tanya Enju
"Gara-gara tadi--" terpotong enju
"Oh tadi sudah lupakan lagian kan bisa di cuci" potong enju
"Ku cuciin ya?" Minta keisya
"Jangan biar di laundry" jawab Enju
"Tapi sebagai permintaan maaf ku" rasa bersalah Keisya ingin bertanggung jawab
"Baiklah akan ku terima minta maaf mu tapi jangan tanggung jawab tak apa" jawab enju
"Tapi--" terpotong lagi
"Sudah nanti saja saat pulang ku kasih tau, sekarang makan dulu" minta Enju
"Iyaa, aku mau Korean food deh" Senyum keisya
Mereka pun beli Korean food yang ada di dekatnya.