
Setelah mengantarkan Keisya ke dekat jendela, Nana pun keluar dari ruangan lalu meminum kopi dengan santai. Setelah beberapa menit sampai hampir 1 jam an, Nana khawatir karena Keisya masih belum memanggil nya. Nana pun memutuskan ke dalam untuk memeriksa Keisya. Tapi sebelum Nana masuk Enju pun telah tiba dan membuat Nana seketika keringat dingin. Nana pun membuat rencana supaya Keisya terkejut dan bahagia.
Nana melakukan itu supaya Nana tak ingin canggung saja.
"Eh big bos" ucap kaget Nana sambil menyembunyikan kopi di belakang badannya.
"Iya mana Keisya?" tanya Enju.
"Di dalam dia sedang di dekat jendela" ucap Nana memberitahukan letak Keisya.
"Iya kau tetap di sini" perintah Enju.
"Tunggu, bagaimana kalau big bos memeluknya dari belakang?" tanya Nana apakah Enju setuju dengan saran nya.
"Hmm oke" ucap Enju setuju.
Enju pun masuk ke ruangan keisya. Sesuai rencana Nana ia pun memeluk Keisya dengan sangat erat dengan penuh rasa rindunya. Keisya sampai sampai menganggap kalau yang memeluk dirinya itu nana, ia pun memarahinya karena kesal.
"Na apa yang kamu lakukan?, jangan seperti ini lahh berat tau!" ucap kesal Keisya karena bahunya berat. Keisya pun di buat kaget oleh suaranya karena suaranya laki laki bukan suara Nana.
Karena Enju di panggil "na" oleh Keisya ia pun menanyakan nya ke Keisya, curiga kalau ada seseorang pria penggantinya
"Na?, siapa itu?" tanya Enju
"Eh siapa?" tanya Keisya takut
"Coba tebak siapa..." iseng Enju
Keisya pun menoleh ke arah kepala Enju yang di senderkan ke bahu Keisya.
"Hiko?!!" kaget nya Keisya
"Hai keii" jawab Enju dengan tersenyum
"Tunggu aku ga mimpi kan?" ucap tak percaya Keisya yang mengira kejadian ini mimpi.
"Enga kok ga mimpi nih.."
Enju pun tiba tiba mencium kening Keisya dengan romantisnya.
"Oh maaf aku kelepasan karena terlalu kangen saja" alasan Enju tapi memang benar
"Oh iya gapapa, boleh aku memelukmu?" Ucap Keisya ingin memeluk Enju.
"Boleh" ucap Enju mempersilahkan
Keisya pun memeluk Enju dengan sangat erat sampai ia menangis.
Karena Enju khawatir apa yang terjadi kepada Keisya sampai membuatnya menangis ia pun menanyakannya. Ternyata yang membuat Keisya menangis adalah ia sangat kangen kepada Hiko/Enju. Enju pun menyuruh Keisya tuk kembali ke kasurnya supaya kalau ada dokter datang ia tak di marahin. Karena jalan jalan apalagi tadi sudah di periksa karena Nana bilang kalau Keisya tadi pusing banget.
"Eh kenapa kei?" tanya Enju khawatir
"Tidak ada, aku hanya kangen saja" jawab Keisya sambil menangis tersedu-sedu
"Oh baiklah, ayo kembali ke kasur yuk jangan di sini" ucap saran Enju
"Ga mau aku mau pelukan di sini aja"
"Ayo lah nanti kalau tiba tiba dokter datang gimana?" tanya Enju panik
"Biarin" ucap Keisya membiarkan dokter masuk keruangan nya
"Baiklah" ucap Enju
Tiba tiba Enju pun mengendong keisya menuju ke kasur rumah sakit.
"Heii apa yang kamu lakukan" tanya Keisya panik karena tiba tiba di gendong
"Sudah menurut saja" ucap Enju
"Huh padahal aku ga mau tiduran lagi udah capek" ucap Keisya lelah
"Duduk saja yang penting di atas ranjang sini"
"Baiklah iya deh, makasih ya sudah mengendong ku" ucap Keisya berterimakasih.
"Iyaa sama sama" ucap Enju.