
Karena Keisya belum pernah membeli dress jadi ia tak tau apa itu dress yang baik.
"Tapi aku tak begitu memahami banyak tentang dress" jawab Keisya.
"Ikut saja mereka, kan ku tunggu di sofa samping kasir" ucap Enju.
"Baiklah, jangan di tinggal" jawab Keisya.
"Iyaa selamat berbelanja" balas Enju. Mereka pun berpisah. Mereka berdua berpisah, Enju pergi ke sofa samping kasir untuk menunggu Keisya, dan sedangkan Keisya sedang memilih dress yang bagus. Tapi bukan Enju jika tak diam saja menunggu. Enju kali ini sudah membuat rencana untuk membuat Keisya terkejut. Enju berencana untuk membelikan Keisya dress pengantin juga. Sebelum itu juga Enju sudah memesan secara langsung dan pribadi kepada pemilik butik itu. Tak hanya memesan 1 dress saja, Enju bahkan memesan lebih dari 5 dress karena ingin mengetahui pilihan calon istrinya. Rencana pun di mulai oleh para pelayan itu, Enju pun segera menuju ke sebuah ruangan yang akan di datangi oleh Keisya, Jadi para pelayan akan mengajak Keisya tuk pergi ke ruangan rahasia. Keisya tentu saja takut, tapi karena dia tak enak tuk menolak jadi ia ikut saja mereka. Sesampainya di ruangan rahasia itu, Keisya pun semakin takut karena ruangannya sangat gelap dan hening. Keisya saat itu hanya sendirian saja di pintu masuk, sedangkan para pelayan itu pergi meninggalkannya.
"Heyy, dimana kalian?" tanya Keisya panik dan setelah itu tak ada jawaban. Keisya segera mencari pintu keluar tapi tak menemukannya. Tiba tiba seseorang datang menghampiri nya, seseorang itu menepuk pundak Keisya.
"Si-siapa kau?" tanya Keisya.
"Tenang lah kamu aman disini" jawab seseorang itu yang suaranya tak asing di telinga Keisya.
Ternyata seseorang itu adalah Enju.
"Sayang?" tanya Keisya yang langsung tau karena mendengar suara nya.
"Haha langsung tau dong" jawab Enju.
"Apa yang kamu lakukan di sini? dan kenapa gelap sekali?" tanya Keisya.
"Nyalakan!." ucap Enju yang memerintah pelayan itu tuk menyalakan semua lampu.
"Selamat datang di ruangan yang akan menjadi tempat pemilihan kamu" ucap Enju.
"Pemilihan?" tanya Keisya.
"Iyaa ayo lihat sekeliling" jawab Enju lalu Keisya pun melihat sekeliling nya.
"Wahh.. banyak sekali dressnya dan besar besar sekali" ucap Keisya kaget.
"Tentu saja silahkan di pilih 2 dress yang menurut kamu cantik untuk pengantin" jawab Enju. Keisya pun memilih dress itu, tapi kali ini ia langsung terpikat dengan 2 dress terbaik yang ada di sana.
"Kamu yakin mau pilih ini?" tanya Enju.
"Iyaa, karena ini simpel dan bahannya juga enak, kalau yang ini kebalikannya tapi bahannya juga enak" jawab Keisya.
"Baiklah bungkus" ucap Enju.
"Oh iya sayang, siapa yang mau nikah? dan siapa pemilik butik ini?" tanya Keisya.
"Kamu kan mau nikah sama aku jadi ya lebih baik segera membeli dress" jawab Enju.
"A-aku?" tanya Keisya.
"Iyaa sayang kenapa emang? oh iya itu pemilik butik ini datang" jawab Enju lalu ia pergi tuk membantu pelayan tuk membungkus dress itu.
Seseorang pun datang menghampiri mereka dan tiba tiba memanggil dengan kata sayang.
"Halo sayang, gimana? ada yang cocok tidak dressnya sama kamu?" tanya Leona.
"Ibu!?" jawab kaget Keisya.
"Terimakasih, aku memilih 2 dress ini, bagaimana menurut ibu?" tanya Keisya.
"Bagus, ibu juga berharap kamu memilih ini karena 2 dress ini spesial" jawab Leona.
"Spesial?" tanya Keisya.
"Sudah bungkus dulu, kita lanjutkan di kafe sebelah butik yuk, ga enak kalau mengobrol sambil berdiri" jawab Leona.
"Iya ayo" balas Keisya. Mereka bertiga pun pergi dari ruangan itu tuk menuju ke kafe.
Sesampainya di kafe, Leona memesan beberapa kopi untuk dia dan Enju sedangkan Keisya memesan kopi susu. Tak hanya memesan minuman itu, mereka juga memesan beberapa camilan tuk menemani mereka mengobrol. Setelah semua pesanan mereka datang, mereka pun memulai mengobrol nya. Mereka mengobrol tentang dress itu semua di bahas oleh Leone, mulai dari bahan, cara pembuatannya sampai sudah jadi seperti itu. Keisya sangat memperhatikannya, ia tertarik dengan topik dress yang di bawakan oleh Leona. Setelah beberapa menit kemudian, Leona pun selesai membahas dress. Enju pun mengajak Keisya tuk pulang, sedangkan Leona masih harus mengurus pekerjaan nya di butik miliknya.
"Sudah?, kalau sudah ayo pulang" tanya Enju.
"Sudah, kamu lelah ya?" jawab dan tanya Keisya merasa tak enak.
"Iyaa maaf ya" jawab Enju.
"Iyaa sudah tak apa, lagian sudah selesai, dan cepat pulang gih. Dress nya juga sudah di masukan ke mobil" ucap Leona.
"Iyaa terimakasih ibu" jawab Keisya.
"Iyaa hati hati ya" balas Leona. Enju dan Keisya pun keluar dari kafe lalu menuju ke mobil tuk pulang. Sesampainya di rumah, Enju pun turun dari mobil lalu memerintah Nana tuk mengambil dress itu lalu memasukannya ke kamar mereka. Sedangkan Keisya masih berada di dalam mobil. Enju memerintah Nana karena ia harus segera berangkat lagi ke mall. Enju mengajak Keisya tuk ke mall karena ingin membelikannya laptop pribadi.
"Na, ambil barang di bagasi lalu taruh di kamar" perintah Enju.
"Baik, kalian mau kemana?" tanya Nana.
"Aku mau ke mall, mau beliin Keisya laptop. Mau titip apa?" jawab dan tanya Enju.
"Tidak ada, aku pengen senjata baru saja" jawab Nana sambil mengambil dress dari bagasi mobil Enju.
"Oh kalau itu nanti saja kalau Keisya sudah di rumah, aku kan berangkat sendiri" balas Enju.
"Baiklah ku tunggu, sudah sana berangkat. Jaga Keisya" ucap Nana. Enju pun masuk kembali ke mobil lalu menancap gas nya.
Sesampainya di mall, kali ini mereka berdua ke parkiran dahulu lalu baru masuk ke mall nya berdua. Setelah masuk, Enju khawatir kalau Keisya lapar karena belum sarapan, tadi pagi hanya makan camilan bersama Leona.
"Sayang mau sarapan?" tanya Enju.
"Mau tapi makan apa?" jawab dan tanya Keisya bingung mau makan apa kali ini.
"Mau makan steak?" tanya Enju.
"Baiklah ayo" jawab Keisya. Mereka pun menuju ke restoran steak yang ada di mall, untung saja ada karena Enju juga sangat menginginkannya. Sesampainya di restoran, ternyata restoran itu penuh. Keisya pun kecewa, tapi Enju mengajak Keisya tuk menuju ke restoran steak ayam kali ini. Sesampainya di restoran, akhirnya kali ini restoran nya tak penuh. Mereka pun langsung menuju ke meja lalu memesan 3 steak dan jus seperti biasa. Mereka memesan lebih karena Keisya sudah terlalu lapar karena mereka hampir mengelilingi penuh mall.
"Selamat makan" ucap Enju.
"Selamat makan" balas Keisya. Mereka pun memakan nya dengan lahap. Selesai makan mereka langsung menuju ke toko handphone, toko yang menjual handphone, tablet, laptop dan beberapa barang lainnnya. Sesampainya di toko, seperti biasa Enju pun membiarkan Keisya tuk memilih beberapa perlengkapan laptop termasuk laptopnya juga.
Bagi yang mau ajaa..
https://trakteer.id/lyaak/tip?.open\=true