
Nana ternyata membayar administrasi dengan meminta kamar yang sendiri saja. Seusai membayar administrasi rumah sakit, ia pun mengantre untuk mendapatkan obat. Saat Nana mengantri, Nana memutuskan untuk member tahu Enju kalau Keisya masuk rumah sakit lagi.
"Halo"
"Ada apa lagi aku sedang sibuk"
"Keisya masuk rumah sakit bos.."
"Hah bagaimana bisa? apa rencananya gagal?, tunggu..."
Enju khawatir sampai ia tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya di ruang meeting, karena Enju hendak meeting.
Enju sampai membuat kaget beberapa big bos, big bos dari negara lain. Mereka pun berbicara menggunakan bahasa Inggris.
"Ada apa Enju?"
"Tidak ada, boleh saya keluar sebentar? karena saya ada urusan sebentar"
"Tapi meeting akan segera dimulai"
"Sebentar saja, sekertaris kedua saya akan menggantikan saya"
"Baiklah jangan lama lama"
Enju pun keluar dari ruangan. Enju memutuskan untuk ke apartemen nya sebentar karena apartemen nya tak jauh dari kantor.
...*****...
Sesampainya di apartemen nya ia pun kembali berbicara dengan nana. Tanpa berfikir panjang Enju pun memutuskan untuk kembali besok. Karena urusan di kantor negara itu belum selesai, Enju pun memutuskan untuk menyerahkan tugas nya ke direktur kantornya.
"Bagaimana semua bisa terjadi?!, kan sudah ku perintah kau tuk mengawasi nya selagi saya pergi!" bentak Enju ke Nana
"Saya tak terima alasan apapun, intinya kau harus tanggung jawab sampai ia sembuh" jawab Enju marah
"Baik big bos, oh iya dia sedih melulu" jawab Nana pengalihan topik
"Iya saya tau itu, saya akan kembali besok" jawab Enju yang semakin khawatir
Karena Enju kan pulang esok, Nana pun saat selesai telepon dengan Enju ia memutuskan untuk memberi kabar ke semua karyawan untuk mempersiapkan penyambutan selamat datang kembali tuk Enju.
"Cepat sekali" jawab nana penasaran
"Biar direktur kita yang menggantikan ku" jawab Enju yang asal memutuskan
"Baiklah aku akan beritahu semuanya"
"Ya titip dia sebentar" jawab Enju lalu Enju pun menyuruh pembantu yang ada di sana membereskan baju baju nya.
*Tut* telepon pun di matikan sepihak Enju.
"Baik" jawab Nana dengan hembusan nafas lelahnya. Nana pun sudah gilirannya untuk mengambil obat Keisya.
Selesai mengambil obat Nana pun memutuskan untuk membeli makanan di kantin karena ia dan Keisya belum makan siang. Nana membayar semua kebutuhan Keisya menggunakan kartu kredit Enju yang di titipkan ke Nana. Nana pun memutuskan membeli makanan yang masih fresh karena ia takut tambah sakit nanti Keisya. Selesai membeli beberapa makanan ia pun kembali ke kamar Keisya, Karna tak tau dimana kamar Keisya ia pun bertanya di meja resepsionis.
"Permisi, atas nama Keisya efrinda dimana?" tanya Nana ke suster yang menjaga meja resepsionis
"Di ruang xxxx lantai 2" jawab suster
"Baik terimakasih" jawab Nana berterima kasih. Nana pun menuju ke ruangan yang di dalamnya ada Keisya. Sesampainya di ruangan Keisya, Nana melihat Keisya yang menangis tersedu-sedu. Karena Nana kebetulan sendiri datang ke ruangan itu ia pun pura pura menanyakan kepada Keisya apa yang terjadi. Kenapa pura pura? karena ia tau kalau yang membuat Keisya begini adalah rasa kangen nya ke Enju. Dan Nana tau kalau Enju akan kembali besok.