
Sesampainya
di kantor Keisya pun memeluk Nana karena ketakutan, karena cemas Nana pun mengatakan kata kata yang dapat menimbulkan kecurigaan Keisya.
"Naa aku takut" peluk Keisya sambil gemetar
"Tak usah takut ya, sudah ayo masuk"
Mereka pun masuk ke ruangan Keisya.
"Sudah tak usah takut nanti Hiko juga akan kembali tuk menenangkan mu"
"Hah apa?, hiko?" kaget Keisya lalu melepaskan pelukan nya.
"Tidak jadi" jawan takut Nana
"Katakan kepada ku na, kenapa dengan hiko?" penasaran Keisya
"Tidak ada sudah ya kamu tenang dulu"
"Sudah tenang, makasih ya"
"Iya sama sama aku pergi dulu ya"
"Ya" Jawab singkat Keisya.
Nana pun keluar dari ruangan Keisya.
Keisya pun memutuskan tuk mengerjakan tugas tugas nya. Skip 4 hari kemudian. Keisya pun menjalani hari seperti biasa. Sampai pada akhirnya jam makan siang tiba. Tapi sayang sekali jam makan siang kan berakhir jadi Keisya memutuskan tuk tak makan siang. Tiba tiba ponsel Keisya berbunyi, ia pun kaget dan senang akhirnya Enju/Hiko menghubungi nya. Keisya kangen sama Hiko/Enju begitu pun Enju.
"Halo hiko?" nada senang nya Keisya karena akhirnya di hubungi Hiko/Enju.
"Wah halo Keii, bagaimana keadaan mu?" tanya Enju yang senang mendengar suaranya
"Aku baik baik saja, bagaimana dengan mu hiko?" tanya Keisya
"Aku baik baik saja kok, kamu sudah makan siang belum?" jawab dan tanya Enju.
"Be-belum" jawab Keisya
"Kenapa?" tanya Enju sambil mengerutkan keningnya.
"Karena tadi ada urusan jadi aku melewatkan jam makan siang" jawab Keisya yang tak mau memberitahukan apa urusan itu.
"kenapa?, sudah makan saja yang penting makan" penasaran Enju dan perintah Enju.
"Gapapa aku tidak nafsu" Jawab keisya
"Kenapa?" tanya Enju.
"Aku sedang kangen seseorang" jawab keisya dengan santai.
"Siapa dia?" penasaran Enju dan mengkerutnya dahinya
Sontak membuat Enju salah tingkah.
Karena Enju sedang di restoran sehabis makan siang ia pun tak sengaja memecahkan gelas. *prang*
"Hiko? ada apa?" tanya Keisya khawatir
"Oh tidak, ada kericuhan di sebelah" alasan Enju yang menyalahkan sebelah.
"Baiklah syukur lah kalau tak apa apa" leganya
"Oh iya sudah dulu ya kamu makan siang lah, jangan melewatkan jam makan mu" khawatir Enju karena Keisya belum makan siang
"Iyaa maaf sudah menganggu waktu mu"
"Tak apa apa" jawab Keisya
*Tut* Keisya pun mematikan telepon nya.
"Tuan Enju, tuan tak apa apa?"
"A... maaf tolong bersihkan ya" minta enju
"Iyaa tuan"
Pelayan pun membersihkan pecahan kaca.
Enju pun meminta maaf terus kepada pelayan itu karena merepotkan nya. Karena sudah kewajiban nya pelayan jadi tak apa apa. Enju pun memutuskan tuk kembali ke hotel nya lalu menanyakan bagaimana rencana Nana yang meminjam bawahan nya. Sesampainya di hotel Enju pun langsung bersih bersih lalu menghubungi Nana.
"Halo" ucap Enju.
"Iya halo big bos, tumben kenapa?" jawab dan tanya Nana.
"Bagaimana rencanamu yang melibatkan bawahan ku?" tanya Enju.
"Sudah lancar semua, sesuai dugaan pasti keisya akan di bunuh, tapi..." jawab Nana.
"Tapi apa?" tanya Enju.
"Tapi Keisya berhubungan dengan mafianya Ryu jin" jawab Nana.
"Hah apa? bagaimana bisa?" tanya enju
"Lebih tepatnya karena orangtuanya" jawab Nana.
"Lalu bagaimana informasi tentang orang
tuanya?" tanya enju
"Fina masih berusaha, sabarlah" jawab Nana.
Enju pun menghembuskan nafas panjang karena lelahnya yang menumpuk dan tak sabar nya kembali tuk menemui Keisya.