
Enju pun menghela nafas panjang lalu ia memutuskan untuk kembali ke apartemen nya saja. Enju tak begitu suka dengan pesta apa lagi pesta berbau bir biarkan sang ayah yang mengurusi semuanya karena ayah Enju sangat suka pesta. Tapi aneh sekali kenapa anaknya malah tak suka acara. Sesampainya di gedung apartemen Enju pun memutuskan untuk mengunjungi apartemen Keisya untuk melampiaskan kelelahan nya ke keisya. Enju ingin di manja Keisya supaya tak lelah lagi. Enju lelah karena perintah sang ayah yang sangat banyak, terlebih lagi enju harus mengenalkan Keisya ke sang ayah.
Sesampainya di apartemen. Keisya terlihat sedang santai menonton televisi. Saat mendengar ketukan pintu dan panggilan namanya dengan suara yang di kenal oleh Keisya, Keisya pun segera membukakan pintu. Keisya penasaran apa yang terjadi.
"Keii buka kan pintunya" panggil Enju ke keisya untuk segera membuka kan pintu.
"Iya sebentar" teriak Keisya.
Saat Keisya membuka pintu Enju langsung masuk tanpa basa-basi. Lalu Enju langsung tiduran di sofa yang mengarah ke televisi yang sedang menyala.
Karena televisi nya sangat berisik jadi e ju memutuskan untuk segera mematikan televisi. Keisya pun bingung dan segera menutup pintu lalu menghampiri Enju.
"Hiko, apa yang terjadi?" tanya Keisya bingung
"Tak ada" jawab singkat Enju.
Enju pun mematikan televisi.
"Kenapa di matikan?" tanya Keisya bingung.
"Berisik sekali dan duduklah di sini" perintah Enju ingin menjadikan paha Keisya sebagai bantalan. Keisya pun langsung duduk di sofa tersebut lalu Enju tiba tiba menuju ke pahanya dan menjadikan paha Keisya sebagai bantalan.
Tak lama kemudian Enju pun tertidur pulas di pangkuan keisya. Padahal 30 menit lagi makan siang tapi ia lupa rencananya karena tertidur pulas di paha Keisya. Keisya bingung karena tiba tiba Enju bersikap begini. Setelah di pikirkan keisya, Keisya akhirnya memutuskan untuk menanyakan nanti saja kalau Enju bangun. Keisya menatap wajah Enju yang sangat tampan itu lalu wajah Keisya terlihat memerah "Kalau dilihat dari dekat tampan sekali dia" Batinnya. Beberapa menit kemudian Enju terbangun dan bingung dan merasa aneh di bagian kepalanya. Ternyata bantalan berubah menjadi bantal biasa dan terasa hangatnya selimut di badannya.
Enju pun bangun lalu mencari Keisya dengan melihat sekeliling nya ternyata hening sekali. "Loh kemana Keisya?" Batin sedihnya. Enju pun memutuskan untuk pergi ke dapur karena ia mempunyai rencana untuk memasakkan Keisya makanan. Sesampainya di dapur akhirnya Enju menemukan Keisya yang sedang mencuci piring. Enju heran kenapa Keisya mencuci piring padahal Enju tak melihat Keisya makan.
"Keii, apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Enju penasaran dengan Keisya.
"Oh sudah bangun?, lagi cuci piring" tanya dan jawab Keisya sambil mencuci piring.
"Kapan kamu makan?" tanya Enju.
"Aku belum makan, aku hanya masak untuk mu silahkan di makan" jawab Keisya mempersilahkan Enju untuk makan.
Enju saat tadi masuk lalu tertidur di sofa masih belum sadar jika bukan apartemennya.
"Padahal tak usah, kan ini apartemen ku" ucap dengan santainya dan masih belum sadar kalau itu apartemen Keisya.
"Hah? ini apartemen ku tau" jawab kesal.
"Ehh?, sebentar ya.." ucap Enju kaget.
Enju pun kembali ke ruang tengah untuk melihat sekelilingnya. Ternyata benar saja, Enju sedang berada di apartemen keisya. Enju pun malu karena sembarangan tidur di sofa Keisya dan menganggu Keisya yang sedang menonton televisi tadi.
Selesai melihat sekeliling Enju, Enju pun kembali ke dapur untuk meminta maaf ke Keisya. Karena Enju seenaknya saja masuk lalu tidur di paha Keisya tanpa izin.
"Keii maafkan aku ya?" ucap maaf Enju.
"Kenapa? ada apa?" tanya bingung Keisya.
"Aku seenaknya saja masuk ke apartemen mu lalu menganggu kamu, lalu--" jawab Enju.
"Benar tak apa?" tanya Enju.
"Iya tak apa ayo makan, aku juga kesepian di sini sendirian" jawab Keisya.
"Begitu ya?" tanya Enju merasa bersalah
"Iyaa, silahkan.." Keisya mempersilahkan duduk Enju untuk makan bersama.
"Iyaa selamat makan" ucap Enju lalu Enju pun memakan masakan keisya.
Tak di sangka masakan Keisya sangat enak bahkan masakan enju pun kalah enaknya. Enju seketika keceplosan bilang ke Keisya kalau dirinya ingin di masakan lagi.
"Enak sekali, jadi ingin di masakan setiap hari" ucap Enju keceplosan.
"Ehh? boleh?" tanya senang Keisya.
"Iyaa boleh kok aku malah senang" jawab enju
"Baiklah ini juga sebagai ucapan terimakasih ku karena sudah membelikan bahan dan benda yang ku butuhkan" penjelasan keisya.
"Iyaa akan ku terima dengan senang hati" ucap Enju senang memakan masakan Keisya.
"Yasudah silahkan di habiskan" ucap Keisya.
"Iyaa terimakasih" jawab Enju lalu memakannya dengan lahap. Mereka pun makan bersama sampai habis.
Selesai makan Enju memutuskan untuk membawa Keisya jalan jalan ke sebuah taman sebagai permintaan maaf. Tapi sayang sekali Keisya tak mau karena Keisya ingin Enju pergi ke kantor saja. Yang ada di pikiran Keisya Enju belum selesai mengerjakan tugas nya yang ada di kantor.
"Keii mau jalan jalan sama aku?" tanya Enju.
"Ga mau" jawab Keisya cepat.
"Kenapa? ini juga sebagai ucapan terimakasih dan maaf karena sembarangan masuk ke apartemen mu" tanya dan penjelasan Enju.
"Ga usah, sudah kamu berangkat lagi saja ke kantor selesaikan tugasmu" ucap Keisya sambil menyerahkan jas kantor nya. Selesai menyerahkan jasnya, Keisya pun mendorong Enju menuju ke pintu. Keisya terpaksa untuk mengancam Enju bahwa Keisya akan pergi ke kantor. Karena Enju di ancam Keisya, Enju terpaksa untuk pergi ke kantor meskipun nanti bakalan bertemu dengan ayah yang menyebalkan itu.
Keisya memaksa Enju untuk berangkat dengan senyumannya. Saat Enju melihat senyuman Keisya seketika ia mempunyai semangat yang membara. Tapi di sisi lain dia juga ingin masuk lagi ke apartemen itu untuk berduaan.
"Yah padahal aku ingin--" ucap Enju.
"Sudah berangkat saja ya?, kalau tidak aku akan ke kantor loh sekarang" ancam Keisya.
"Jangan lah keii" jawab Enju panik.
"Ya maka dari itu, cepat berangkat" jawab Keisya memaksa Enju untuk berangkat.
"Iyaa baiklah aku berangkat" ucap Enju lemas.
"Iya hati hati ya semangat" ucap Keisya tersenyum manis. Enju pun berangkat ke kantor dengan semangat.