My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 54 Berangkat bersama lagi.



Enju menyadari kalau Keisya senyum senyum sendiri sembari menyuapinya.


"Kenapa? ada apa?" tanya Enju penasaran.


"Tidak kok, sudah habiskan 1 lagi nih, Dah tunggu disini aku mau ke dapur dulu" izin Keisya ingin ke dapur setelah Enju makan habiskan makanan nya.


"Mau ngapain?" tanya Enju.


"Cuci piring sama ambil air lagi" jawab Keisya.


"Intinya ga boleh" larang Enju.


"Yasudah sini tiduran" tawar Keisya.


Enju pun tidur di pangkuannya Keisya. Beberapa menit kemudian akhirnya Enju tertidur di pangkuan Keisya dan Keisya juga ikut tertidur. Enju dan Keisya seperti anak dan ibu yang sedang tertidur di sofa.


Beberapa menit kemudian Keisya terbangun dan langsung terkejut dengan jam nya. Jam menunjukkan sudah waktunya untuk tiba di kantor tapi Keisya masih belum bersiap siap malah dia ketiduran di sofa bersama Enju di pangkuannya. Keisya pun membangunkan Enju dengan lembut dan hati hati.


"Hiko, ayo bangun sudah jam berapa ini" ucap Keisya panik dengan waktu.


"Jam berapa memang?" tanya Enju santai.


"Jam 9 lewat" jawab Keisya.


"Oh kenapa memang?" tanya Enju santai.


"Kenapa apanya?, ini sudah waktunya untuk masuk ke kantor" tanya dan jawab keisya panik sendiri sedangkan Enju sangat santai berleha-leha di pangkuan Keisya. Keisya terlihat panik karena jam nya sudah lewat jam masuk kantor.


Karena Hiko adalah big bosnya jadi ia terlihat sangat santai ketika di bangunkan dan di beritahu jam oleh keisya. Keisya terlihat sangat panik. Enju tak bisa membayangkan jika nanti Keisya akan segera tahu siapa Hiko sebenarnya. Di tunggu yaa readers sampai Keisya tau kalau Hiko adalah Enju.


"Aku sudah izin nanti habis makan siang kita berangkat" ucap alasan Enju.


"Sekarang aja ya? aku takut big bos marah ke aku terus aku di pecat" tanya Keisya panik.


"Yasudah ayo bersiap siap, aku juga ada meeting habis jam makan siang" jawab Enju.


"Iyaa sampai jumpa di lobby ya" ucap Keisya.


"Iyaa dah" jawab Enju cengar-cengir.


Enju dan Keisya pun bersiap siap untuk berangkat ke kantor.


Selesai bersiap siap Keisya pun menemui Enju di lobby. Enju sudah siap duluan karena biasa laki laki siap duluan daripada perempuan jika bersiap siap.


"Sudah? ga ada yang tertinggal?" tanya Enju.


"Ga ada ayo buruan" jawab panik Keisya.


Keisya dan Enju pun masuk ke dalam mobil lalu menuju ke kantor. Sesampainya di kantor Enju menyuruh Keisya untuk pergi ke dalam dahulu sedangkan Enju pergi lewat pintu belakang. Seperti biasa Enju beralasan bahwa ia akan memarkirkan mobilnya.


"Duluan saja kei, aku mau memarkirkan mobil ku dulu" ucap santai Enju.


"Iyaa selamat bekerja" jawab Keisya panik.


"Iyaa selamat bekerja juga" jawab Enju.


Enju pun pura pura memarkirkan mobilnya dan mengganti jasnya dengan jas yang biasa sang big bos pakai ketika di kantor.


Selesai bersiap-siap Enju pun menuju ke pintu belakang kantor supaya Keisya tak tahu.


Tapi ketika ia membuka pintu, ia terkejut karena salah satu karyawannya hendak membuang sampah. Enju pun ketauan oleh salah satu karyawan itu, dan salah satu karyawan itu curiga dengan apa yang di lakukan oleh Enju sang big bosnya. Untung saja Enju cerdas jadi saat di jawab sedang apa Enju di situ, ia bisa menjawab jika ia habis membuang sampah ke belakang. Tapi karyawan itu pandai berbicara, ia berbicara jika Enju bisa meminta tolong ke OB.


Enju tahu kalau OBnya sedang pulang kampung jadi Enju bisa membalas ucapan itu. Dan akhirnya karyawan itu percaya lalu pergi ke pembuangan sampah.


"Selamat pagi pak, apa yang bapak lakukan disini?" tanya salah satu karyawan.


"Pagi, Saya habis buang sampah" jawab Enju.


"Kan bisa minta tolong ke OB pak" ucap salah satu karyawan pintar berbicara.


"OBnya pulang kampung" jawab singkat Enju.


"Oh begitu maaf pak saya permisi"


"Ya segera kembali" perintah Enju.


"Baik" jawab karyawan.


Enju pun menuju ke ruangannya tanpa ketahuan Keisya, untung saja.


Sesampainya di ruangan, Enju terlihat sedang bingung sendiri. Enju ingin merencanakan sebuah acara lagi dan mengajak sang ibu untuk menemui Keisya. Kali ini Enju harus benar benar ga boleh gagal dan kacau lagi. Enju pun menyewa 1 restoran yang mewah dan sesuai dengan selera sang ibu. Karena sang ibu juga akan pulang besok siang jadi sekalian saja tuk mengucapkan selamat datang kembali dan memperkenalkan keisya. Selesai menata semua rencana setelah 30 menit lebih akhirnya semua sudah siap.


Enju pun menghubungi sekretaris sang ibu untuk merencanakan acara dan sebagai hadiah selamat datang nya, Enju akan memperkenalkan Keisya. Di telepon yang sedang menghubungi sekertaris sang ibu, Enju memberitahukan semuanya dari tempat sampai susunan acara nya supaya semua nya tak berantakan. Sekretaris sang ibu juga tak lupa untuk mencatat semuanya. Selesai memberitahu semuanya, Enju sangat berharap sang sekertaris mengikuti semua alurnya dan jangan sampai kacau lagi.


"Usahakan semua berhasil ya?" tanya Enju.


"Baik saya akan berusaha" jawab sekertaris.


Telepon pun terputus.


Selesai menelepon sekertaris sang ibu. Sekarang giliran nya Enju menelepon sekertaris nya sendiri, Barra. Saat menghubungi barra, Enju mengatakan hal yang sama ke Barra tapi sedikit di rubah sedikit. Jadi sedikit berubah seperti yang dia katakan ke sekertaris sang ibu. Selesai menghubungi Barra, Enju memutuskan untuk pergi ke ruangan meeting untuk meeting proyek yang lumayan besar dengan CEO yang ada di perusahaannya. Sedangkan disisi lain, Keisya terlihat sedang mengerjakan tugas seperti biasa. Sampai tiba tiba Keisya menyadari sesuatu.


Sesuatu yang kurang dari biasanya, sesuatu itu adalah Nana. Sudah beberapa hari setelah Keisya keluar dari rumah sakit, Nana belum muncul. Bahkan jejaknya juga tak ada. Keisya pun menghubungi Enju untuk menanyakan itu, tapi telepon itu tak di angkat oleh Enju. Keisya seketika ingat jika Enju saat ini sedang meeting. Keisya langsung kirim pesan ke Enju "Hiko, Nana kemana? aku tak bertemu dia selama beberapa hari ini semenjak aku keluar dari rumah sakit. Kemana dia?" Isi pesan Keisya yang di kirimkan ke Enju. Disisi lain Enju sedang hanya menyimak Enju terlihat sedang mengerutkan dahinya. Sampai sekertaris CEO pun menyadari.