My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 51 Dress pilihanku sia sia.



Enju juga masih menghawatirkan Keisya karena ia masih belum pulih 100%. Enju melarang Keisya untuk keluar dari gedung apartemen miliknya karena sangat bahaya.


"Baiklah dah selamat bekerja" ucap Keisya.


"Iyaa dah jangan kemana mana ya?" tanya Enju khawatir Keisya keluar dari gedung.


"Iyaa baik, dah Hiko" ucap Keisya.


Telepon pun di matikan oleh Keisya.


Selesai menerima telepon dari Enju, Keisya pun langsung menuju ke lemari pakaiannya untuk memilih baju yang cocok untuk menemui seseorang nanti. Keisya pun bingung sampai memilih baju hampir 1 jam, waktu itu sangat lama sekali hanya untuk memilih baju.


Selesai memilih baju akhirnya Keisya memutuskan untuk memakai dress pendek berwarna putih sederhana.



Beberapa jam kemudian terdengar ketukan pintu dari tukang paket yang sengaja masuk ke lorong kamar atas permintaan Enju. Ternyata paket tersebut berisikan dress dari Enju sang big bosnya. Jadi pilihan dress dari Keisya tadi tak lagi berguna dan mau ga mau Keisya harus memakai dress pemberian dari Enju. Keisya pun membuka paket tersebut ternyata dress nya jauh berbeda dari dress dress milik Keisya. Jauh berbeda dari segi harga dan kualitas, memang big bos tak perlu di ragukan lagi pemilihannya.


Saking kagetnya keisya, Keisya pun menghubungi Enju untuk menanyakan apa dia memang harus itu memakai dress tersebut?, karena Keisya takut mencolok.


"Halo? ada apa keii?" tanya Enju penampilan.


"Ini aku sudah menerima paket dari kamu hiko, tapi... apa aku harus pakai ini?" jawab dan tanya Keisya ragu tuk pakai dress nya.


"Harus sekali, gimana bagus ga?" tanya Enju.


"Bagus sih tapi sepertinya terlalu mencolok buat ku pakai" jawab ragu memakai, Keisya.


"Gapapa pakai saja" ucap Enju membujuk. Enju jadi tak sabar ketika Keisya menghubungi nya dan membahas tentang dress yang di berikan oleh dirinya.


Karena beberapa menit lagi jam janjiannya jadi Keisya harus segera bersiap-siap untuk bertemu dengan seseorang itu sambil makan malam di tempat yang Enju pilih.


"Yasudah aku siap siap dulu" ucap keisya.


"Iyaa nanti ku tunggu di lobby" ucap Enju senang, tak sabar bertemu dengan keisya


"Iyaa dah" jawab Keisya.


"Dah" jawab Enju.


*Tut* telepon pun di matikan Keisya. Keisya pun bersiap siap untuk turun ke lobby menemui Enju. Keisya mempersiapkan mental untuk memakai dress tersebut karena takut kalau Keisya mencolok nanti jika turun dari mobil nya Enju yang mewah.


Karena Enju membujuk dan sudah memberikan dress mahal jadi Keisya harus memakai dress tersebut supaya Enju tak sedih. Selesai bersiap siap akhirnya Keisya berhasil mempersiapkan diri untuk menemui "seseorang" itu. Kenapa seseorang? karena Enju tak mau memberitahu siapa seseorang itu ke Keisya. Keisya pun akhirnya ke bawah untuk menuju ke lobby. Sesampainya di lobby keisya melihat seorang laki-laki yang tampan dan gagah sedang santai menunggu seseorang, ternyata dia adalah Enju atau di kenal Hiko oleh Keisya.



Enju pun bengong sebentar karena melihat penampilan Keisya yang begitu cantik. Karena enju terlihat aneh di mata Keisya akhirnya Keisya menghampiri Enju. Seketika Enju langsung tersadar karena Keisya tiba tiba mendekat ke arahnya.


"Hiko, kamu kenapa?" tanya Keisya.


"Ga ada kok, ayo berangkat" jawab Enju.


"Iya ayo, oh iya Hiko cocok ga?" tanya Keisya.


"Cocok kok, cocok banget" puji Enju.


"Ma-makasih, kamu juga cocok jasnya" puji kembali Keisya.


"Makasih" jawab Enju.


Suasana pun tiba tiba canggung.


Beberapa menit kemudian akhirnya Keisya mengajak Enju untuk berangkat ke tempat janjian bertemu dengan seseorang itu. Sesampainya di tempat, tempatnya sangat mewah sekali dan makanan yang di sediakan di meja juga tertata sangat rapih.


"Hiko, ini rumah siapa?" tanya Keisya.


"Rumah ku" jawab Enju santai.


"Selamat datang kembali tuan muda dan nyonya muda"


Keisya bingung dan kaget setelah tau kalau rumah itu adalah rumah Enju.


Keisya juga langsung kebingungan kenapa para pelayan tiba tiba mengucapkan itu secara tiba tiba. Karena melihat Keisya kebingungan Enju langsung ketawa kecil karena melihat Keisya seperti itu.


"Kenapa kamu ketawa Hiko?" tanya Keisya.


"Tidak ada, duduklah" jawab dan perintah Enju. Keisya pun langsung duduk di sofa dan tiba tiba seseorang itu pun datang.


"Keisya efrinda?" tanya sang ayah santai.


"Iyaa saya, ada apa?" jawab dan tanya Keisya.


"Perkenalan dirimu" perintah sang ayah.


Karena Keisya asing dengan sang ayah jadi Keisya takut menjawab.


"Emm bagaimana hiko?" tanya bisik Keisya.


"Sudah jawab saja" jawab bisik Enju.


Enju hanya duduk santai menyimak pembicaraan sang ayah dengan Keisya.


Enju takut bahwa nanti sang ayah menanyakan yang aneh aneh terhadap keisya. Jadi menyimak saja.


"Nama saya Keisya efrinda, umur saya 23 tahun, dan saya saat ini sedang tinggal di apartemen" perkenalan Keisya.


Tiba-tiba sang ayah mengajak Enju bicara sebentar di ruangan sebelah untuk membahas Keisya.


"Sebentar ya Keii aku bicara dulu sama ayah" ucap Enju untuk bicara 4 mata dengan ayah.


"Ayah?" tanya kaget Keisya.


"Iyaa sebentar, kamu makan saja dulu camilan nya" perintah Enju supaya Keisya tenang di tempat yang asing itu.


"Baiklah" jawab Keisya.


Enju dan sang ayah pun pergi ke ruangan sebelah.


Sementara Keisya sedang melihat lihat sekeliling nya dengan posisi duduk. Tiba-tiba salah satu pelayan pun menawarkan minum teh jenis apa. Keisya belum banyak mengenal jenis teh yang enak.


"Nona manis, mau minum teh?" tanya bibi.


"Boleh bi" jawab bibi.


"Mau yang jenis apa non?" tanya bibi lagi.


"Yang ada aja bi, saya belum mengenal jenis jenis teh jadi buatkan yang enak saja" ucap Keisya yang tak tahu jenis teh.


"Baik non, di tunggu ya" ucap bibi.


"Iyaa terimakasih" ucap keisya.


Keisya pun kembali melihat lihat sekeliling nya sambil menunggu Enju.


Keisya membatin tentang rumah Enju yang begitu mewah, tiba tiba Keisya kepikiran kalau beliau ayahnya big bos. Lalu Keisya bertanya-tanya apa alasan Enju mengajak Keisya ke rumahnya. Tiba tiba Enju datang lalu seolah menjawab pertanyaan keisya.


"Maaf ya Keii aku hanya bermaksud mengenalkan mu dengan ayah ku" ucap Enju.


"Iyaa tak apa" jawab Keisya.


Tiba tiba pembantu datang.


"Permisi ini tehnya, silahkan dinikmati" ucap pembantu. Pembantu pun pergi setelah menaruh teh di meja ruang tamu. Sang ayah dan Enju pun duduk, mereka duduk sambil berbincang mengenai pekerjaan Enju di kantor.