My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 21 Ceritakan perasaanmu



Tapi sebelum itu Nana menyuruh Keisya tuk menunggu di luar dulu. Nana ingin memberitahukan sekretaris Enju untuk meninggalkan kantor sementara tuk menghibur Keisya yang sedang kebanyakan pikiran. Sesuai perintah Enju jika Keisya bermasalah tolong hibur atau temani dia.


"Pak barra saya mau membawa Keisya keluar dulu, katanya ia kebanyakan pikiran"


"Baiklah jangan sampai dia kenapa Napa"


"Baik"


Selesai izin Nana pun keluar. Saat Nana keluar barra pun menghubungi Enju tuk memberitahukan soal Keisya.


Mereka pun berangkat ke jembatan terindah tuk menenangkan pikiran nya Keisya. Nana menyuruh Keisya tuk menceritakan semuanya kepadanya, tapi Keisya tak mau.


"Keii coba kamu cerita sini" ajak Nana.


"Cerita apa?, tak ada yang perlu di ceritakan"


"Ayolahh" paksa keisya.


Nana pun memaksa Keisya sampai ia mau, dan akhirnya dia mau tapi jalan di jembatan sudah selesai. Mereka pun ke cafe terdekat.


"Mau ya keii?" tanya Nana.


"Yasudah iya, tapi dimana?" tanya Keisya.


"Yey, ayo ke cafe saja" ajak nana.


"Baiklah" jawab Keisya.


Mereka pun menuju ke cafe rekomendasi Nana yang anak kopi.


Sesampainya di cafe Nana pun memesan kopi dan kopi susu. Keisya memilih tuk memesan kopi susu saja karena dia bukan anak kopi banget. Selesai memesan Keisya pun menceritakan banyak sekali yang menjadi informasi terbaru untuk di serahkan ke Enju. Saking sedihnya cerita Keisya dia sampai menangis.


"Kopi susu saja"


"Aku kopi"


Pelayan pun pergi


"Ayo ceritakan semuanya keii" suruh nana


"Jadi gini na, aku saat ini sedang memikul tanggung jawab hutang orang tuaku" cerita keisya


"Orang tua mu kemana Keii?" tanya nana


"Entah" jawab Keisya


"Lalu apa yang akan kamu perbuat?"


"Ya aku harus melunasinya besok tapi aku masih belum gajian" cerita Keisha


"Baiklah, lalu?" tanya nana


Tiba tiba pelayan datang membawa pesanan.


"Permisi ini kopi nya"


"Terimakasih" jawab nana


Pelayan pun pergi dan Keisya pun melanjutkan ceritanya


"Jadi bagaimana?, aku akan apa?" tanya nana.


"Aku akan di bunuh" jawab suara kecil Keisya.


"Hah apa?, serius?" tanya Nana.


"Ya ngapain aku bohong" jawab Keisya.


"Iya sih, baiklah akan aku bantu" jawab Nana.


"Hah? bagaimana caranya" tanya Keisya.


"Ya lihat saja nanti" jawab Nana.


"Baiklah" jawab Keisya.


"Oh iya kamu pasti ada cerita lagi ya?, Ayo ceritakan semua nya keii" ajak Nana.


"Ini cerita soal asmara sepertinya"


"Oh Keisya sedang suka sama seseorang ya?" tanya Nana. Nana tau kalau Keisya ingin menceritakan tentang Enju big bos mereka yang selama ini bersama Keisya mulu.


Karena kepolosan Keisya ia bahkan tak tau perasaan apa yang ia rasakan saat ini. Keisya pun blak blakan cerita soal Enju di depan bawahan nya sendiri. Ya cerita Keisya akan menjadi informasi yang banyak tuk di ceritakan ke Enju.


"Mungkin, aku ga tau ini perasaan apa semenjak di tinggal dia aku seperti pengen nangis dan saat bersama dia aku seperti aman dari segala hal" cerita Keisya.


"Aku tak tahu nama lengkap nya dia hanya memberitahukan nama panggilan nya, dan nama itu adalah Hiko"


"Hiko?" tanya Nana.


"Iyaa dia karyawan biasa di kantor katanya, Oh iya Nana ayo kembali saja aku ga enak kalau keluar dari kantor saat jam kerja" ucap Keisya.


"Yasudah kamu duluan saja ke mobil, nanti aku naik taksi saja, Aku ada urusan di dekat sini" jawab Nana.


"Baiklah makasih ya" ucap Keisya.


"Iyaa sama sama, hati hati ya" ucap Nana.


Keisya pun ke mobil.