
Pertanyaan itu tak ada yang menjawabnya karena tak ada seseorang yang mendengarnya. Selesai melihat lihat luar rumah sakit ia pun ingin kembali ke ranjang rumah sakit. Keisya pun memandangi ruangan itu, tak sengaja lihat Nana yang sedang tertidur di sofa. Keisya pun memutuskan tak kembali dahulu, ia memutuskan untuk kembali ke jendela lagi untuk bengong sebelum matahari nya terik.
Keisya bengong sambil memikirkan.. "Sepertinya aku merepotkan orang lain lagi, kalau di pikir pikir dimana dan bagaimana wajah orang tua ku ya?, kenapa ibu panti ga mau ngasih tau?" pertanyaan itu menambah beban pikiran Keisya setelah memikirkan tentang Hiko/Enju. Tiba tiba kepala Keisya pusing dan ia terjatuh *bruk* suara yang cukup keras sampai membangunkan Nana. Setelah Nana bangun ia bertanya tanya "Suara apa itu? keras sekali", setelah bangun ia pun memeriksa Keisya benar saja Keisya tak ada. Pikiran Nana mulai kemana mana takut Keisya jatuh lalu terluka.
Setelah melihat sekeliling Nana pun menemukan jawaban. Nana pun berlari ke arah Keisya yang jatuh dengan posisi duduk sambil memegang kepalanya.
"Keii ada apa?" tanya Nana khawatir dan bingung. Keisya tak menjawab apa apa karena tak mendengar suara apa apa dari luar. Yang ia rasakan hanya sakit di kepala nya. Lalu Nana pun berusaha mengangkat Keisya dan di bawa ke kasur. Nana pun semakin khawatir, ia memutuskan untuk memanggil dokter tapi Keisya menghalanginya.
"Sudah tak usah khawatir lagian cuma sakit kepala biasa, sudah kamu duduk saja" jawab Keisya takut di suntik lagi
"Gimana aku ga khawatir kamu tadi ga jawab pertanyaan ku" marah nana
"Pertanyaan apa?" tanya Keisya datar
"Tuk kan bahkan ga denger, sebentar ya.."
"Sudah tak apa apa, tuh nih sudah sembuh" jawab Keisya dengan tersenyum tanda ia baik baik saja.
Keisya tersenyum juga supaya Nana tak memanggil kan dokter. Nana minta penjelasan kenapa Keisya turun dari ranjang. Keisya menjawab dengan santainya dan tidak merasa bersalah.
"Kalau ga mau di panggil in dokter coba kamu jelasin kenapa kamu bangun dari ranjang lalu jalan jalan sampai pusing gitu?" tanya Nana khawatir dan marah
"Ma-maaf kamu marah ya?" tanya Keisya.
"Tidakk aku hanya butuh penjelasan" jawab Nana beralasan
"Baiklah maaf ya aku hanya ingin melihat pemandangan di luar jendela" jawab Keisya santai seolah tak merasa bersalah
"Maaf ya, aku ga mau ngerepotin orang lagi"
"Iya deh" jawab Nana pasrah
*toktoktok*
"Siapa yang ke sini pagi pagi?" tanya keisya
"Entah biar aku lihat" jawab nana lalu
Nana pun membuka pintu, ternyata yang datang adalah dokter.
Setelah membuka pintu Nana pun berpamitan ke Keisya untuk menghubungi Enju dengan alasan teman. Nana tak mau membahas soal Enju atau di kenal oleh Keisya sebagai hiko, karena kalau di bahas nanti bakal sedih lagi.
"Oh dokter silahkan" ucap Nana untuk mempersilahkan dokter masuk
Dokter pun masuk
"Keii aku tinggal dulu ya mau menghubungi teman ku, oh iya dok tadi dia mengeluh pusing mohon di periksa" ucap Nana iseng
"Baik" jawab dokter
"Dih naa, jangan lama lama"
Nana pun keluar dan dokter pun masuk untuk memeriksa kondisi Keisya. Nana menuju ke luar rumah sakit untuk menghubungi Enju supaya tak menganggu sekitar.