My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 62 Memperkenalkan dan membongkar semuanya.



Mereka pun akhirnya pindah jauh dari meja utama setelah di ajak sekertaris sang ibunda yang ada ayah ibu keisya dan Enju. Selagi mereka tak memperhatikan meja utama jadi sang ibu bisa menanyakan kepada Enju lagi tentang siapa keisya sebenarnya.


"Nak, siapa sebenernya perempuan ini? apa teman mu?" tanya sang ibu.


"Perkenalkan nama dia keisya dia.." ucap Enju setengah-setengah karena malu.


"Dia siapa? jangan setengah-setengah kebiasaan deh kamu ini dari dulu" tanya dan perintah sang ibunda kesal.


Ini pertama kalinya Enju menjalin hubungan spesial dengan wanita, jadi ia malu untuk memperkenalkan keisya. Sebelum menjali hubungan dengan wanita, ia dulu selalu menolak untuk mengobrol dengan para wanita yang bertemu dengan nya. Keisya pun memberanikan Enju untuk memperkenalkan nya kepada sang ibunda supaya tak lama-lama mengobrolnya.


"Ayo sayang.. apa perlu aku memperkenalkan diriku sendiri?" bujuk keisya.


"Tak usah tak apa, biar aku saja" ucap Enju.


Enju pun meyakinkan dirinya untuk berani memperkenalkan keisya kepada ibunda. Setelah beberapa saat untuk meyakinkan dirinya, akhirnya ia berani.


Enju takut dirinya di marahi oleh sang ibu karena tiba tiba membawa dan menjalin hubungan seorang wanita yang terlihat polos.


"Nah ayah sudah tau, sekarang tinggal ibu saja yang belum tau" ucap Enju basa basi.


"Jadi?" tanya ibunda.


"Jadi dia adalah kekasihku" ucap Enju lancar.


"Wahh akhirnya ya nak.." ucap senang ibunda.


"Ibu tak marah?" tanya Enju.


"Mengapa ibu marah? ibu malah senang akhirnya kamu jatuh cinta" jawan sang ibu.


"Syukurlah kalau ibu tak marah" ucap lega.


Saatnya untuk Enju membongkar rahasia nya, ia menunggu momen dimana ibu ibu pulang.


Beberapa saat kemudian akhirnya para ibu ibu pulang. Saat menunggu para ibu ibu pulang Keisya berusaha untuk mengakrabkan diri dengan sang ibu sambil menikmati makan. Akhirnya para ibu pulang dan kini giliran Enju untuk membongkar rahasianya.


"Ehem.." batuk Enju.


"Kenapa sayang?" tanya keisya.


"Sayang aku pengen ngomong" ucap Enju.


"Apa?" tanya keisya.


"Sebenernya ayah itu seorang konglomerat dan berhubungan aku anaknya jadi.." ucap Enju setengah-setengah.


Keisya pun kesal kepada Enju, dan seperti kata sang ibunda benar saja Enju suka ngomong setengah setengah.


"Jadi?" tanya keisya.


"Jadi aku sebenarnya adalah Emihiko Enju bis bos di kantor dimana tempat kamu bekerja saat ini" ucap Enju.


"Apa? kamu pasti bercanda" tanya keisya.


"Aku serius sayang, coba perhatikan deh namaku Emihiko Enju pasti ada di suatu berkas yang pernah kamu mintai tanda tangan waktu itu kan?" penjelasan Enju.


"Ohh iya aku ingat, jadi aku telah berpacaran dengan orang penting seperti mu?" tanya tak percaya Keisya.


"Iyaa benar dan ayah adalah orang terpenting di negara ini" jawab Enju.


"Apa benar yah?" tanya keisya tak percaya.


"Iyaa benar nak mangkanya keamanan nya ketat kan diluar tadi?" tanya sang ayah.


"Iyaa yah ternyata itu penjaga ayah toh?" jawan dan tanya keisya akhirnya tau sesuatu.


"Iyaa benar sekali kamu pintar deh nak" jawab sang ibu menyela.


"Lalu bagaimana caraku membalas semuanya?" tanya keisya panik.


"Tak apa kok, sebagai gantinya kamu harus bersama ku selamanya" ucap Enju.


"Yakin itu saja?" tanya keisya.


"Iyaa cuma itu saja kok" jawab Enju.


Mereka pun mengobrol sambil menghabiskan makan malam mereka.


Sampai pada akhirnya sudah selesai makan lalu mereka pulang ke rumah masing masing. Tak lupa ucapan terimakasih dan selamat datang kembali yang di ucapkan kembali oleh keisya supaya sang Ibunda semakin suka dengan nya.


"Dadah ibuu selamat datang kembali dan terimakasih" ucap keisya yang berdiri di pintu masuk restoran bersama Enju.


"Iyaa dah selamat malam" balas sang ibunda lalu masuk ke dalam mobil bersama sang ayah untuk pulang. Setelah berpamitan dan masuk kedalam mobil, mobil tersebut pun berjalan maju dan disusul oleh mobil Enju di belakang nya.


Setelah mobil Enju itu berhenti, Enju dan keisya pun menaiki mobil tersebut.


"Ayo sayang giliran kita naik" ajak Enju.


"Iya ayo" jawab keisya. Mereka pun menaiki mobil tersebut lalu berjalan maju untuk menuju ke apartemen nya. Tapi tiba tiba saat di mobil, tiba tiba Enju bicara sesuatu.


"Keii, mau ga kalau kamu pindah ke rumah yang sudah aku siapkan?" tanya Enju.


"Rumah? Mengapa?" jawab dan tanya keisya.


"Aku pengen aja tinggal berdua sama kamu di satu atap" jawab Enju.


"Satu atap? kan kita belum menikah, sebaiknya jangan ya" jawab keisya menolak.


Keisya menolak karena itu pertama kalinya ia menjalin hubungan spesial dengan pria.


Usai mendengar penolakan dari Keisya, Enju pun menyuruh keisya untuk masuk mobil saja terlebih dahulu. Enju ingin menghubungi sang ibunda supaya membantu Enju untuk membujuk keisya.


"Yasudah kamu masuk dulu saja aku mau menghubungi orang" ucap Enju.


"Siapa?" tanya keisya sambil memiringkan kepalanya.


"Sudah masuk saja dulu, cuma sebentar kok takut kamu masuk angin" jawab Enju.


"Baiklah jangan lama lama" ucap keisya.


Keisya pun masuk ke dalam mobil, sedangkan Enju kekasihnya langsung menghubungi sang ibunda nya.


Untung saja sang ibundanya belum sampai di rumah jadi Enju tak menganggu waktu tidur sang bunda. Sang ibunda pun segera mengangkat telpon nya.


"Halo ada apa nak?" tanya sang ibunda.


"Maaf bu, boleh bantu Enju?" tanya Enju.


"Boleh, bantu apa?" tanya sang ibunda.


"Jadi tadi kan Enju menawari Keisya buat tinggal di rumah Enju, tapi ia menolaknya tolong ya bu" jawab jelas Enju.


"Baiklah kamu kirim nomer dia ke ibu, nanti sebelum ibu tidur akan ibu hubungi" ucap sang ibunda meminta nomor keisya.


"Baik Bu terimakasih" ucap Enju.


"Sama sama selamat malam" jawab ibunda.


Ibunda pun mematikan telepon nya dan segera mengecek pesan yang dikirimkan oleh Enju, dan yang berisi nomor Keisya.


Selesai menghubungi ibunda, Enju pun segera masuk ke mobil untuk pulang ke apartemen bersama Keisya. Saat Enju masuk ke mobil, Enju melihat keisya yang ketiduran dengan lelap sekali. Karena acaranya juga lumayan lama jadi wajar saja keisya ketiduran. Karena sudah malam juga jadi Enju melepas jas nya lalu memakaikan ke Keisya sebagai selimut supaya tak kedinginan. Acaranya berlangsung selama 4 jam lamanya. Untung saja keisya masih menerima keadaan Enju saat ia membongkar semuanya.


"Ayo pak dan tolong pelan pelan ya" ucap Enju kepada sang supir.


"Baik tuan" jawab sang supir lalu ia mengendarai mobil dengan sangat pelan supaya Keisya tak terbangun dari tidurnya.