My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 16 Harus selalu bersama ku!



Barra pun keluar dari ruangan Keisya dan menuju ke meja resepsionis untuk menyerahkan berkas. Berkas tersebut akan di bagikan ke pegawai yang sudah berpengalaman kerja di kantor.


"Tolong urus ini, ini perintah big bos" perintah barra mengatasnamakan Enju.


"Baik" jawab penjaga meja resepsionis.


Barra pun menyerahkan berkas tersebut ke meja resepsionis lalu kembali ke ruangan nya Enju untuk melaporkan kalau perintah nya sudah dilaksanakan dengan baik. Keisya tenang Enju senang.


Jam pulang pun tiba. Enju pun ke ruangan keisya untuk mengajaknya lagi untuk pulang bersama. Untunglah Keisya mau kalau tidak sudah di lampiaskan kekesalan nya ke karyawan nya. Sesampainya di ruangan Keisya Enju pun memeluk dari belakang lagi lalu melihat tugas yang sedang di kerjakan karena Keisya bilang sebentar mulu.


*toktoktok*


"Masuklah" perintah Keisya.


"Ayo pulang Keii" ajak Enju.


"Sebentar ya sedikit lagi" ucap Enju.


"Ayo lah, kamu ini suka banget bekerja ya?"


"Tidak juga, aku hanya senang saja bekerja karena mengisi waktu luang ku, aaa salah"


"Huh apa sih yang kamu kerjakan?"


Enju pun mendekati Keisya dan memeluknya.


"Hikoo, kamu ini lepaskan aku" perintah keisya.


"Tak akan mau sebelum kamu stop bekerja"


"Baiklah aku angkat tangan" ucap Keisya.


Keisya pun angkat tangan lalu Enju pun tertawa kecil karena tingkah laku Keisya.


Keisya pun merapihkan berkas berkas itu sambil di bantu Enju.


"Sudah tak perlu" ucap Keisya.


"Supaya kamu bisa cepat pulang" ucap Enju.


Omong kosong itu aslinya dia cuma kangen saja. Dia sudah mempersiapkan rencana untuk pergi ke suatu tempat dimalam hari pula. Selesai membereskan berkas Enju pun terlihat bahagia. Keisya pun melihat nya muncul lagi pertanyaan yang membuat Enju kebingungan menjawab apa.


"Hiko? kamu kenapa?" tanya keisya.


"Eee.. tidak sudah ayo pulang" jawab Enju.


"Iyaa" jawab Keisya.


Mereka pun menuju ke mobil untung saja karyawan sudah pada pulang. Jadi Enju pun bisa memanfaatkan kesempatan untuk gandengan tangan dengan keisya.


"Hiko? kamu mau bergandengan dengan ku?"


"Mau tapi..." ucap ragu Enju.


"Aku mau kok ayo"


"Iyaa, kamu kok tau sih aku mau bergandengan dengan mu?" tanya Enju.


"Kamu yang gerakin tangan mu dari tadi seolah pengen gandengan" jawab Keisya.


"O-oh begitu ya" jawab Enju.


"Iya, yasudah ayo pulang" ajak keisya.


Beberapa menit kemudian, tiba tiba Enju mencium tangan Keisya yang di genggam oleh Enju, keisya pun tersipu malu.


Keisya merasakan bibir Enju yang menempel kepada tangan nya.


Untuk mencegah Keisya menanyakan yang aneh aneh Enju pun menyuruh Keisya untuk masuk ke mobil.


"Hi-hiko?" tanya malu nya


"Aah maaf reflek" Enju pun melepaskan genggamannya


"Reflek?" tanya Keisya


"Sudah masuk mobil duluan saja" suruh Enju


"Iyaa" Keisya pun masuk ke dalam mobil.


Di susul oleh Enju mereka berdua pun di mobil. Enju ingin berjalan jalan di pasar malam karena tak ingin meninggalkan Keisya. Sayang sekali Enju tidak tinggal di apartemen itu lagi karena urusan keluarga nya.


"Keii kau mau ke pasar malam bersama ku?" tanya Enju


"Mau, tapi jangan pulang malam malam ya" jawab Keisya yang takut sendirian


"Kenapa memang?" tanya enju


"Aku takut masuk apart sendirian" jawab keii


"Nanti ku temani" berusaha menenangkan


"Baiklah" jawab keisya


Mereka pun menuju ke pasar malam yang tak ada wahana nya tapi hanya food court, ada sih permainan anak kecil tapi kebanyakan food court. Di mobil tiba tiba Keisya menanyakan sesuatu tentang rumah sakit.