My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 39 Ancaman kematian.



Selesai memeriksa dokter pun keluar lalu memberitahu nana dan Enju tentang kondisi Keisya saat ini.


"Siapa di sini keluarganya?" tanya dokter


"Saya suaminya, bagaimana kondisi Keisya?" jawab dan tanya Enju percaya diri


"Dia sepertinya kelelahan dan kebanyakan pikiran apa ada masalah pada kalian?" jawab dan tanya dokter penasaran


"Tidak ada" jawab Enju


"Baiklah saran saya jangan perbolehkan dia untuk jalan jalan ke sana kemari dan turun dari ranjang nya, dan obatnya harus di minum secara rutin. infus nya juga sudah saya ganti" saran dokter supaya Keisya tak pusing lagi


"Baik Terimakasih dok" jawab Enju


"Iya saya permisi" ucap dokter


Dokter pun pergi


"Tuhkan apa lagi yang dia pikirkan saat ini?, padahal big bos sudah sampai di sini" tanya Nana penasaran dengan pikiran keisya


"Entah nanti ku tanya deh kau tetap di sini" jawab Enju yang tak tahu juga


"Iyaa" jawab Nana pasrah


Enju pun ke dalam.


Sesampainya di dalam Enju pun menanyakan soal pikiran yang menganggu Keisya sampai ia pusing seperti itu.


"Keii sudah mendingan?" tanya Enju.


"Lumayan" jawab Keisya yang agak membaik.


"Boleh tanya sesuatu?" tanya Enju.


"Boleh silahkan" jawab senyum keisya.


"Kamu sebenarnya memikirkan apa? sampai kamu sakit gitu..." tanya Enju penasaran.


"Tidak ada kok" jawab Keisya nyengirnya.


Tiba tiba Enju berdiri lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Keisya dan menatap dengan serius supaya Keisya mengaku.


"Baiklah iyaa aku jujur duduk dulu kamu jangan kaya gini" jawab Keisya menyuruh Enju tuk duduk terlebih dahulu.


"Oh maaf" jawab Enju malu.


Enju pun duduk kembali. Keisya pun menceritakan tentang pikiran nya yang kemana mana.


Setelah mendengan cerita dari Keisya, Enju pun langsung memikirkan supaya ia tak pergi meninggalkan Keisya lagi. Biarkan CEO saja yang mengurus semuanya.


"Maaf Hiko aku hanya memikirkan apa aku pantas menerima semua ini" jawab Keisya yang menganggap pikirannya sepele.


"Kenapa gitu?" tanya Enju penasaran


"Setelah lulus sekolah, aku memutuskan untuk pergi dari panti supaya tak merepotkan mereka lagi, sampai sampai karena selalu merepotkan mereka, mereka membicarakan aku lewat belakang yang sudah muak merawat ku dan kata mereka kalau ga merawat ku juga nanti mereka akan mati" cerita Keisya soal kehidupan setelah ia lulus.


Betapa dibuat kagetnya Enju soal Keisya yang berurusan dengan ancaman kematian orang di sekitarnya. Kalau Keisya dekat dengan hal seperti itu Enju tak akan tinggal diam.


"Hah mati?" tanya Enju terkejutnya.


"Iyaa aku juga gak tahu yang mengancam mereka siapa" jawab keisya.


"Lalu kamu tinggal sama siapa?" tanya Enju penasaran dan khawatir.


"Aku tinggal di kos teman ku sampai aku mendapatkan pekerjaan" jawab Keisya.


"Syukurlah kalau kamu punya temen baik seperti itu" jawab Enju lega


"Iyaa baik tapi sebagai gantinya aku harus membersihkan kosnya dan merawat kucingnya" ucap Keisya santai.


"Keii aku boleh menjawab pertanyaan mu tadi?" tanya Enju penasaran tiba tiba


"Yang mana?" tanya Keisya bingung


"Soal kepantasan kamu menerima semua ini" Jawab orang yang memberi semua itu.


"Ohh boleh" jawab Keisya memperbolehkan.


Karena Enju yang memberi "semua itu" jadi Enju pun berhak menjawab pertanyaan itu.