
Sesampainya di gerbang masuk apartemen. Enju pun memerintahkan tim nya supaya melarang seseorang pun masuk ke area apartemen nya. Karena Enju mempunyai insting kalau akan ada wartawan yang akan datang bergerombol. Sesampainya di depan apartemen nya Enju memutuskan untuk tinggal di situ lagi karena ia juga ingin menemani Keisya yang baru keluar dari rumah sakit. Enju juga memutuskan untuk pindah kamar menuju ke depan kamar Keisya. Jika sudah di depan kamar keisya kan enak kalau Keisya butuh bantuannya.
Mereka pun turun dari mobil lalu Enju mengajak Keisya untuk duduk di sofa di lobby untuk membicarakan tentang kepindahan nya ke depan kamar Keisya.
"Keii aku kan pindah ke depan kamar mu ya" ucap Enju dengan santainya.
"Eh kok tiba tiba?" tanya kaget Keisya.
"Biar gampang kalau kamu butuh apa apa nanti" jawab alasan Enju sebenarnya Enju tak ingin pisah terlalu jauh saja dengan Keisya.
"Ohh baiklah" jawab Keisya mengerti.
Beberapa saat kemudian Keisya pun penasaran apa dia boleh masuk kantor apa tidak oleh Hiko/Enju karena Enju juga yang sudah mengantarkan dia pulang ke apartemen dan selalu menemani nya.
Karena besok Enju akan menerima ucapan welcome dari para karyawan jadi akan ketahuan wajah Enju. Untuk mencegah itu semua terjadi sebaiknya Enju bilang kalau ia mencemaskan keadaan Keisya yang baru keluar dari rumah sakit.
"Oh ya Hiko aku boleh masuk kantor besok?" tanya Keisya penasaran.
"Jangan dulu sebaiknya" jawab saran Enju.
"Kenapa?" tanya penasaran Keisya.
"Karena kamu kan baru keluar dari rumah sakit dan besok juga libur" jawab alasan Enju.
"Ohh begitu" ucap mengerti Keisya.
"Iyaa kamu akan sendirian besok gapapa kan?" tanya Enju menghawatirkan Keisya.
"Gapapa kok" jawab Keisya tersenyum.
Seketika pipi Enju pun memerah karena senyuman Keisya yang tampak polos dan manis.
Setelah mengobrol sampai larut ternyata Keisya sudah tertidur di sofa. Setelah enju mengetahui kalau Keisya ketiduran akhirnya ia mengendong Keisya menuju ke kamarnya. Tapi sayang sekali Enju tak tahu password nya berapa. Tak pakai banyak basa basi akhirnya Enju membawa Keisya ke kamarnya saja. Setelah sampai di kamar nya Enju pun langsung menaruh Keisya ke kasur dan lanjut untuk mandi. Setelah Enju mandi ia pun langsung tidur di sofa ruang tengah nya. Keesokan harinya jam 8 pun tiba akhirnya Keisya bangun karena bau yang ada di sekitarnya berbeda dengan bau di kamarnya sendiri, hidung Keisya cukup tajam jadi ia langsung bangun. Keisya pun bangun lalu menoleh kesana-kemari melihat sekelilingnya. ia langsung menyadari kalau itu bukan kamarnya "Dimana aku?".
Setelah melihat sekeliling nya Keisya memutuskan untuk pergi ke dapur (dapurnya dekat dengan kamar mandi) untuk mencari tahu apartemen siapa itu. Karena biasanya pagi pagi waktunya untuk masak dan mandi. Tapi sayang sekali ia tak menemukan siapa siapa di dapur tersebut. Setelah melihat lihat dapur akhirnya Keisya menuju ke kamar mandi. Kamar mandi tersebut terbuka jadi Keisya mengira kalau tak ada orang, ia pun asal masuk saja. Dibuat terkejut nya ia dengan sesosok lelaki yang sedang mandi di kamar mandi nampaknya ia lupa untuk menutup pintu kamar mandi tersebut. Keisya pun reflek teriak dan lari ke menuju keluar kamar mandi. Tapi ia terpeleset sampai akhirnya jatuh. "Duh" rintihnya.
Seketika Enju yang sedang enak enak mandi pun langsung mengambil handuk lalu langsung keluar dari kamar mandi.
"Loh... Keii kamu ga kenapa-napa kan? mana yang sakit?" Tanya Enju khawatir.
"Tidak ada yang sakit, duh.." jawab Keisya pura pura tak sakit tapi merintih.
"Ada itu, ayo ke kamar ku gendong" jawab Enju menawarkan untuk mengendong Keisya.
"Ga mau" tolak keisya.
"Kenapa?, sudah diam saja" tanya Enju.
Sesampainya di kamar Enju Keisya pun langsung memalingkan wajahnya lalu memerintahkan Enju sebelum menyentuh dirinya. Keisya tau kalau Enju hendak mengobati dirinya. Tapi Enju ingin mengusili Keisya dengan pura pura diam lalu saat Keisya sudah tenang ia pun langsung menyerang.
"Hiko, Sebelum itu tolong pakai baju dahulu" Ucap Keisya memerintah.
Keisya pun tenang, lalu Enju langsung menyerang Keisya.
"Kenapa Keii apa kamu tak suka dadaku?" tanya Enju iseng.
"Ee.." jawab Keisya panik.
"Hadaplah ke sini Keii, lihat nih sixpack loh" ucap Enju makin iseng.
Tiba tiba Keisya teriak yang membuat Enju malu dan pipinya memerah.
"Ga mauu Hikoo cepet pakai bajumu kok" perintah keisya karena Enju semakin iseng.
"Haha baiklah tapi jawab dulu pertanyaan ku tadi, kamu ga suka dada ku?" tanya Enju penasaran. Keisya pun malu sendiri.
"Su-Suka" jawab Keisya suara kecil.
"Apa? aku tak dengar" tanya iseng Hiko.
"AKU SUKA HIKO!!" teriak Keisya.
"Haha baiklah tunggu sebentar ya" Enju pun langsung menuju ke ruangan khusus untuk ganti baju. Saat ganti baju Enju kembali salah tingkah "Aku ga salah denger kan?" Gumam nya sambil memakai baju.
Hari ini Enju masuk kantor untuk menerima sambutan selamat datang kembali yang di berikan oleh karyawannya. Selesai ganti baju Enju pun kembali ke kamar dimana Keisya berada.
"Keii kamu gapapa kan? ada yang berdarah?" tanya khawatir penasaran Enju.
"Ga ada, maaf sudah masuk tiba tiba" ucap minta maaf keisya.
"Iyaa, maaf juga sudah bawa kamu kesini tanpa beri tahu kamu" ucap maaf Enju.
"Iyaa gapapa" jawab keisya.
"Ke rumah sakit aja yuk?" tanya khawatir Enju.
"Kenapa? aku gapapa kok" tanya dan ucap keisya yakin bahwa dirinya tak apa apa.
"Yakin?" tanya khawatir Enju. Karena sudah waktunya untuk masuk kantor dan jam janjian para karyawan untuk memberikan ucapan selamat datang.
Waktu nya untuk Enju berangkat ke kantor hanya untuk menerima ucapan tersebut supaya dia terlihat profesional. Itu juga supaya tak ada rumor yang menyangkut nama keisya.