My Beloved Husband

My Beloved Husband
Sudut Kamar



POV REAA


Kamu mungkin menyadari bahwa cinta yang kujatuhkan padamu itu terlalu banyak.


Hingga kamu merasa bisa se enak nya saja.


Hingga kamu merasa aku akan tetap ada meski di perlakukan tidak semestinya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


# " Lepasin aku,atau aku akan teriak!!! " pinta Reaa


Harry memarkirkan motor kesayangan nya,


mengetukk pintu,,mnunggu beberapa saat hingga akhirnya Reaa membukakan pintu untuk nya dan lalu berdua masuk kerumah Reaa.


Reaa baru saja selesai mandi dan kembali ke kamar untuk menyisir rambut, ,tiba tiba Harry masuk dan mendorong tubuh Reaa hingga tertahan di tembok sudut kamar nya.


" Rry apa-apan sih kamu,aku enggak suka caramu " tegas Reaa


" Sebentar saja,aku ingin menikmati waktu bersama mu " tukas Harry


" Maaf aku tidak bisa, awas singkirkan tangan mu " pinta Reaa


" Sebentar saja Reaa, tatap mataku,apa kamu tidak mengerti perasaan ku? " ujar Harry


" Lepaskan aku, atau aku akan teriak!! pinta Reaa


" Teriak saja " ujar Harry


Tapi aku tidak mungkin berteriak sehingga tetangga mereka akan mendengar dan pasti akan berkumpul,sama saja aku mempermalukan diriku sendiri,pikir Reaa


Reaa hanya berusaha sebisa mungkin untuk bisa lepas dari Harry


Sementara Harry masih saja sibuk mencari cara agar Reaa tidak bisa berkutik dan semakin merapatkan tubuhnya hingga takk ada ruang gerak untuk Reaa


Dengan cepat Harry ******* habis bibir Reaa agar Reaa tidak berteriak.


Lalu perlahan turun mengenduss leher Reaa


Seolah dia sudah lihai melakukan semua ini.


Reaa Sudah kehabisan cara untuk bisa melepaskan diri,dan akhirnya Reaa melakukan pembiaran.


Reaa mulai paham semakin memberontak maka Harry akan semakin ganas.


" Cukup " pinta Reaa lirih


Sambil mengangkat kepala Harry yang masih mengecup lembut leher Reaa


Memandangi dengan seksama kedua bola mata Harry yang memerah menahan nafsunya.


" Reaa aku menginginkan mu " ujar Harry


" Tidak untuk sekarang,kita masih pacaran,aku tidak ingin kita terlalu jauh " sahut Reaa marah


" Aku tidak ingin kamu seperti ini lagi " ucap Reaa


Sementara Harry hanya terdiam beberapa saat,tidak juga mengiyakan ucapan Reaa


" Kalau kamu marah,marah saja,kamu boleh pukul aku semaumu,sepuas mu,kamu bolh lakukan apapun yang kamu mau " ujar Harry pasrah sembari menyodorkan pipi nya,mempersilahkan Reaa menampar nya


Reaa ingin sekali menampar,bahkan ingin sekali menghantam kan kepalan tangan nya.


Seketika Reaa mengepalkan tangan nyaa dan sudah siap menghantam wajah Harry


Harry pun pasrah, memejamkan mata nya bila memang Reaa benar benar menghantam nya.


Reaa Menarikk nafas panjang,,, dan melepasss pelan,lalu menjauh dari Harry


Ingin melampiaskan marah nya,tapi tidak sampai hati jika menyakiti Harry


Reaa meninggalkan Harry yang masih berada di kamar nya,dan duduk di ruang tamu.


Harry menyusul Reaa duduk tepat di samping Reaa.


Pikiran Reaa masih berkecambuk,mempertimbangkan


seandainya di lanjut takut Harry melakukan lebih dari itu.


Seandainya di sudahi Reaa masih mempunyai perasaan sayang untuk Harry.


Harry duduk terdiam di samping Reaa dengan rasa bersalah atas apa yang baru saja dia lakukan.


" Mz, sebentar lagi Ulangan semester,kita break dulu ya," pinta Rea


" Kenapa Break??" tanya Harry penasaran


"Aku ingin fokus belajar " Rea menjawab tidak meyakinkan,karena sebenarnya Reaa hanya ingin Harry terlalu sering menemui nya,


Reaa takut Harry akan melakukan hal yang sama,atau bahkan lebih dari itu.


POV HArry


Aku tak benar benar paham apa alasan mu,


Yang ku tahu dengan sadar kamu memintaku untuk tidak lagi menaruh harapan pada segala hal yang pernah kita lalui ber dua.


" Okee , tapi nanti setelah ulangan semester selesai aku boleh menemui mu lagi kan Reaa" ujar Harry


" Kalau nilai ku bagus,kalau nilaiku jelek aku tidak akan pacaran dulu" tegas Reaa


"Apa hubungan nya nilai mu jelek sama pacaran" Harry bertanya penasaran


" Pikiran ku bercabang kemana mana,tidak fokus belajar nya,apalagi sikap kamu sering kali membawaku ke hal hal baru yang belum pernah ku alami " Reaa berkata Lesu setengah menahan air mata nya


" Maaf kan aku Reaa " ucap Harry sembari mengeluss pundak Reaa dan merapatkan kepala Reaa tepat di dada nya


Reaa mengangguk dan sejenak terdiam,merasakan ketenangan,kenyamanan yang tersuguhkan.