
Padahal Reaa berharap Rian segera mengakhiri hubungan dengan nya
Reaa berfikir Rian pasti akan lebih bahagia dengan gadis lain yang lebih segalanya dari Reaa,dan yang terpenting lebih menyayangi Rian.
Entah,semenjak Harry datang lagi di kehidupan Reaa, dan Harry membaca Diary nya waktu itu,Reaa merasa tak perlu lagi menutupi perasaan yang masih ada kepada Harry.
Hanya saja ada satu sikap Harry yang tidak di sukai Reaa,selalu menginginkan sentuhan fisik dan ciuman.
Pagi ini Rian menghubungi Reaa,sekedar mengucapkan selamat pagi.
Reaa membalas singkat dan seperlunya.
Reaa enggan menanyakan pesan singkat yang kemarin pagi di terimanya.
Reaa hanya ingin tau Rian akan mengakui atau tidak dan hanya ingin tau Rian jujur atau tidak.
Sore seperti biasa Rian menghubungi Reaa habis magrib melalui panggilan telepon.
Dan ternyata tanpa Reaa bertanya Rian dengan sendirinya menceritakan kepada Reaa bahwa hari minggu kemarin Rian di minta untuk nganterin teman nya membeli HP di suatu tempat.
" Reaa nanti setelah lulus segera kesini ya,aku akan mengajak mu jalan jalan " ucap Rian sebelum menutup telpon nya
" Ya " sahut Reaa di ujung telepon
Beberapa bulan lagi Reaa Ujian Kelulusan,dan setelah lulus memang berencana akan merantau di kota yang sama dengan Rian.
Reaa mnemukan satu point positif lagi yang di ada pada Rian,,kejujuran.
Reaa pun memberanikan diri untuk bercerita kepada Rian bahwa Harry menemuinya kembali dan beberapa kali datang kerumah Reaa.
Saat Reaa menyebut nama Harry,tiba tiba suara Rian berubah dingin,Rian memang dari dulu tidak menyukai orang itu.
Rian hanya berpesan kepada Reaa agar selalu hati hati dengan orang itu.
Reaa mengiyakan ucapan Rian
Satu minggu sekali Harry pasti datang menemui Reaa
Beberapa bulan kemudian
Ujian kelulusan telah tiba,beberapa hari telah di lalui dan hari ini adalah hari terakhir ujian.
Hari terakhir ujian Reaa di jemput oleh Harry dan di ajak kerumahnya,bertemu dengan ibu dan keluarga lainya.
tetapi hal itu tidak menyisakan kesan bagi Reaa.Ibu nya tidak merespon baik Reaa karena mengetahui Reaa tidak melanjutkan kuliah.
dan yang kedua sikap Harry kembali brutal.
Reaa baru pertama kali diajak kerumah nya,rumahnya paling ujung dan jauh dari tetangga, hawanya tenang cenderung sepi
Selang beberapa saat setelah ibu nya menemui Reaa mereka pergi karena ada acara,,dan di rumah itu tinggal lah Reaa dan Harry
Reaa duduk di sofa panjang yang ada ruang tamu,dan Harry entah ke mana membiarkan Reaa seorang diri.
Setelah beberapa saat akhirnya Harry muncul juga,,dan Reaa berniat untuk pulang,tetapi tidak di izinkan oleh Harry
Harry duduk di samping Reaa,Reaa menyadari dia akan melakukan sesuatu yang tidak Reaa inginkan.
" Sial harusnya aku tadi tidak mengikuti ajakan nya untuk datang kerumah ini" cela Reaa kesal
Dengan cepat Harry merangkul pundak Reaa dan menciumi Reaa,,Reaa berusaha melepaskan diri,tetapi Harry lebih kuat memegangi tangan Reaa,Reaa bergeser untuk menghindar,tetapi yang ada malah Reaa tersudut di ujung sofa.
Harry justru lebih mudah mendesak dan menindih tubuh Reaa yang duduk di sudut sofa.
" Jangan macam macam kamu " ancam Reaa
" Tidak,tenang saja,aku hanya ingin menikmati waktu bersamamu Reaa
" aku tidak suka dengan cara mu seperti ini " suara Reaa bergetar ketakutan
Baru pertama kali ini Reaa menghadapi Harry seperti orang mabuk,,Reaa tidak bisa berbuat banyak,kedua tangannya Reaa silangkan di depan dadanya,hanya itu perlindungan yang bisa Reaa lakukan untuk dirinya sendiri