
Reaa hanya dekat dengan dua lelaki,,Rian dan Harry.
Reaa tidak menyangka orang terdekatnya bukan nya melindungi tetapi justru sebaliknya.
" Aku hanya melakukan semua ini sama Reaa,karena aku ingin kamu " Harry mencoba mencairkan suasana
Reaa terdiam, belum bisa berfikir,yang dia fikirkan saat ini hanya ingin lelaki itu pergi karena
yang dia butuhkan ketenangan.
" Tolong pergi dari sini " pinta Reaa
Harry hanya menatap Reaa,tetapi masih duduk diam di hadapan Reaa
Reaa kesal,marah,tetapi tidak tau bagaimana mengungkapkan perasaan nya,dia ingin menangis namun tertahan di tenggorokan.
Tubuhnya masih gemetar dan terasa tak bertulang,energi nya juga banyak terkuras untuk melawan hawa kebinatangan orang yang kini ada di hadapan nya
" Pergi lah,, aku ingin sendiri" ucap Reaa lirih namun masih terdengar oleh Harry
Harry menatap ke arah Reaa, Harry tau Reaa marah,,dan berharap Reaa melampiaskan amarahnya pada nya
" Kamu boleh melakukan apa pun terhadapku
" ucap Harry pasrah
" Pukul aku kalo kamu mau "
" Atau bunuh aku sekalipun aku Rela "
ucap Harry
Reaa mengepalkan tangan nya,,ingin sekali melayangkan kepalan tangan nya tepat di wajah orang yang ada si hadapan nya,tetapi mengurungkan.
" Aku ngin kamu pergi dari sini,Pergi!!!! "
Reaa meninggikan suaranya.
Reaa hanya ingin menenangkan diri,ingin segera masuk kekamarnya dan menangis disana,tetapi tidak mungkin dia lakukan ketika lelaki itu masih berada di sekitar rumah nya
Reaa takut dia akan mengikuti dan kesetanan nya menghampiri lagi.
Harry pun tidak segera pergi,justru masih tetap duduk,membuat Reaa semakin kesal.
Harry mengusapkan kedua tangan nya ke wajahnya,frustasi
Entah karena merasa bersalah, entah karena misi nya gagal.
Tiba tiba terbesit di kepala Reaa untuk menghantamkan kepalan tangan nya pas ke arah wajah Harry,tetapi Reaa urungkan.
Sisa tenaganya tidak akan mampu untuk melindungi dirinya jika nanti Harry tiba tiba melakukan perlawanan.
Akhirnya Reaa memilih duduk,dan menenangkan dirinya kembali di tempat itu.
" Ngapain sih g buru- buru pergi" batin Reaa sambil melirik ke arah Harry kesal
" aku salah sudah lancang dengan cara terbodohku, Reaa meminta aku pergi,tapi aku lebih merasa bersalah meninggalkan Reaa begitu saja"
" aku akan tetap disini sampai kamu tenang kembali Reaa" Batin Harry
30 menit berlalu,,dan mereka masih saling terdiam,sesekali Harry mengeluarkan telepon genggamnya sementara Reaa terdiam dan sibuk dengan pikirannya sendiri.
" Hhhhhrrrrggg, kenapa dia tidak segera pergi?? bosan, mana Hp ku Ada dikamar,, Hauss pengen minum,tapi jangan jangan da akan mengikuti ku kalo aku masuk ke rumah" Reaa semakin kesal
Reaa tarik nafas dalam dalam,,
" Mau sampai kapan dia ada disini" batin nya
" Reaa "
tiba tiba Harry memanggil
" hhmm? " suara Reaa terdengar berat
" maafin aku " tukas Harry
Reaa terdiam,dia benar benar belum bisa bahkan tidak bisa memaafkan orang itu,dan percuma memaafkan pun selagi dia masih berada di dekatnya,Reaa khawatir suatu saat akan mengulangi.
" Reaa ??" Harry kembali membuka suara
" Pulang lah,, aku ingin sendiri " Reaa hanya berbicara seperlu nya dan kembali terdiam
Tetapi Harry tidak segera pulang dan masih saja duduk disitu
" Aku hanya akan pulang kalau kamu sudah tidak sendiri lagi" ucap Harry
Harry mengkhawatirkan Reaa berbuat sesuatu yang membahayakan dirinya sendiri karena perlakuan nya,sehingga Harry menunggu sampai ada orang yang menemani Reaa
selang beberapa waktu orang tua Reaa pulang,dan Reaa sedikit lega,Reaa berusaha beraikap seolah tidak terjadi apa apa.
Harry menyapa kedua orang tua Reaa,dan berpamitan pulang.