My Beloved Husband

My Beloved Husband
Eposode 18



" Reaa ?? "


" Hmmm ? " Reaa masih belum merespon ide konyol dari Harry


"Jangan bodoh Reaa,,suatu saat dia akan menghilang lagi dari kehidupan mu,kamu belum tau kebenaran nya,apa yang terjadi sebelumnya hingga dia menghilang begitu saja" hari kecil Reaa berbisik


" Maaf,aku tidak bisaa " tukas Reaa


" Ahh kamu tu kebanyakan mikir " celetuk Harry dengan nada menekan


" Terserah apa katamu " Reaa kesal


Beberapa saat mereka saling terdiam,hanya sesekali saling memandang dengan isi kepala yang masih tak sejalan.


Reaa semakin mempertimbangkan,


Rian sama sekali tidak pernah bersuara tinggi seperti Harry,


Rian tidak pernah memaksakan keinginan Reaa, bahkan seringkali malah Rian yang mengalah.


Reaa harus segera memberi keputusan agar Harry tidak lagi mendesak.


" Ry maaf aku tidak bisa " Reaa berkata tegas


" Kenapa? " Harry penasaran


" Aku tidak bisa menjalin hubungan dengan dua orang sekaligus "


" Tapi kita tidak pernah putus " Harry masih menekan untuk hubungan nya.


" Ya udah,, mulai sekarang kita putus!! " tegas Reaa


" Tidak bisa!!, "Harry dengan suara berat


Reaa semakin memahami karakter Harry, Reaa merasakan muncul hal hal yang bertentangan dengan Reaa


Beberapa saat kemudian Telepon genggam Harry berbunyi.


Harry menerima panggilan dari seseorang,entah apa yg di bicarakan,saat menerima panggilan Harry menjauh dari Reaa,


yang bisa Reaa dengar hanya suara terakhir sebelum mereka mengakhiri pembicaraan nya Harry berkata " Ya,sebentar lagi aku kesana "


Entah siapa yang menghubungi nya.


Harry kembali duduk di tempat semula,dan berpamit dengan tergesa- gesa.


Besok aku akan kesini lagi,pikirkan kembali keputusan mu " Ucap Harry sembari mengenakan jaket kesayangan nya dan lalu beranjak pergi meninggalkan Reaa.


" Huuuftt!!!! aku tidak bisa melanjutkan hubungan dengan mu Ry, kamu terlalu sering memaksakan keinginan mu,dan tidak jarang keinginan mu tidak pernah pedulikan bagamana perasaan ku" gumam Reaa dalam hati


Reaa kembali berfikir seandainya Harry tidak datang lagi di kehidupan nya,mungkin kbimbangan ini tak pernah ada,Reaa hanya butuh waktu untuk menata hati nya untuk cinta Rian.


Tetapi di luar dugaan,Kehadiran Harry membuat perasaan Reaa tak karuan,dan satu lagi sifat memaksa yang ada pada Harry tak bisa Reaa biarkan.Reaa tidak suka di paksa dan paling tidak suka dengan suara tinggi.


Reaa menyadari diantara keduanya Rian lah yang lebih baik.


Sifat Reaa keras,Harry juga keras kalaupun di lanjutkan suatu saat ada masalah serius pasti sulit menemukan solusi,pemikiran mereka seringkali tak sejalan.Hanya saja Reaa selalu mengalah.


Malam ini pertama kali Reaa menghubungi Reaa melaui pesan singkat,biasanya Rian yang selalu mendahului.Rian satu minggu ini masuk kerja pagi,biasanya dia menghubungi Reaa setiap habis magrib,, tapi entah sudah pukul 20:00 Rian belum menghubungi Reaa


To: Rian


" Rian,sedang sibuk kah?? "


Beberapa saat Reaa menunggu balasan dari Rian,,tidak seperti biasanya, Rian kali ini agak lama membalas pesan dari Reaa


To : Reaa


" Maaf Reaa, aku baru sempat memBaca pesan mu, aku baru saja pulang,tadi Mendadak di suruh lembur"


To: Rian


Owh,kirain kemana..cepatlah mandi,makan lalu istirahat


From : Rian


Iya Reaa,terimakasih,tumben menghubungi ku duluan.ada apa??


To: Rian


Enggak kok, kirain kemana,tumben jam segini belum ada kabar, segeralah istirahat


To: Reaa


" Ya, kamu juga segeralah Rea,Rian menutup percakapan nya


Masih seperti biasa,Reaa dan Rian berpacaran tetapi sesekali saling menghubungi hanya seperlunya saja.


Rian memang bukan tipe orang yang romantis,tetapi dia orang yang sabar,terutama sabar menghadapi sikap Rea