
" Kamu duduk saja di sana,aku ambilin minum nya " ucap Reaa merasa tidak nyaman di ikuti oleh Harry
" Reaa aku numpang k kamar mandi ya " sahut Harry
Kamar mandi memang sebelahan dengan dapur,Reaa mengambil segelas air dan membawa nya ke teras.
Reaa dudukk dan sibuk memainkan Telepon genggamnya, Harry sudah kembali dan duduk di samping Reaa.
" clung clung clung " suara hape lowbat milik Harry
"Reaa hape ku lowbat,,boleh pinjam charger?? "
" Ya, sebentar aku ambilin " ujar Reaa
Kebetulan charger nya sama
Reaa segera masuk kekamar ngambil charger,tapi belum sempat Reaa keluar
tiba tiba Harry sudah berada di depan pintu kamar Reaa
" Kamu nunggu di luar saja ya " pinta Reaa
Tanpa banyak kata Harry justru masuk dan duduk di sisi tempat tidur Reaa.
Reaa merasa risih dan berniat keluar dari kamarnya,tapii dengan cepat tangan Harry menarik tangan Reaa hingaa Reaa terduduk di sisi nya.
Reaa khawatir takut terjadi hal seperti sebelumnya.
Reaa mengajak Harry untuk keluar dari kamar dan duduk di teras.
Tetapi mata Harry justru memperhatikan sebuah buku berukuran kecil bersampul Biru yang ada atas meja.
Buku Diary Reaa,,Harry segera bangkit dari duduk nya dan mengambil buku pribadi milik Reaa.
Reaa Tercengang
" Hahh Diary ku!!! gawat,jangan sampai dia baca. batin Reaa
Reaa segera merebut Diary yang ada di tangan Harry,Harry sudah mulai membuka Diary itu.
" Balikin " Pinta Reaa
Harry masih mempertahankan Diary itu,hanya sesekali mengangkatnya ke atas setiap kali Reaa berusaha merebutnya,tetapi matanya dengan serius tetap tertuju pada goresan tintaa yang tersusun rapi dan banyak tertulis namanya.
Reaa memang menuliskan banyak hal tetang Harry di buku kecil itu.
" Balikin!!! " Reaa mencoba mengambil Diarynya dari tangan Harry, tapi selalu saja tidak berhasil.
Lembar demi lembar sudah terbaca, Harry tertawa kecil menyimak barisan kata demi kata yang tersusun di buku itu.
Bahkan tidak mempedulikan ucapan Reaa.
" Please, balikin g!!! " teriak Reaa
Entah keberapa kali Reaa meminta tapi tak juga di kembalikan
Reaa menarik tangan Harry dan terus berusaha merebut Diary nya,tapi usahanya sia sia.
Tanpa di sadari selama beberapa saat tidak ada jarak antara Reaa dan Harry.
Harry menurunkan tangan nya dan mengembalikan Diary itu kepada Reaa
Dengan cepat Harry memeluk Reaa
" Kenapa kamu membohongi perasaanmu sendiri??
" Kenapa kamu memaksakan diri untuk cinta nya?? "
Pertanyaan Harry tak bisa ter elak kan oleh Reaa,,Harry sudah tau sebenarnya bagiamana perasaan Reaa.
Reaa terdiam menahan kesal,,
" Berani berani nya dia baca buku pribadiku " Reaa berkata dalam Hati
" Kamu, pribadi yang sulit di tebak Reaa,bahkan kamu mampu menyembunyikan perasaan mu sendiri,dan tidak terbaca sama sekali oleh ku " ungkap Harry
Reaa masih terdiam,,
Hanya saja Harry lah yang banyak berkomentar dan protes.
" Lalu kenapa kamu teruss berusaha menghindar dari ku?? Sementara perasaan mu masih untuk ku "
Sampai kapan kamu akan membohongi perasaanmu sendiri Reaa??
Sampai kapan kamu akan terus tersiksa dengan perasaan yang kamu pendam?? "
Harry semakin erat memeluk Reaa
" Lepaskan aku "
pinta Reaa lirih
" Maaf aku membuatmu khawatir ,Maaf aku meninggalkan mu tanpa kata,tanpa kejelasan,hingga membuatmu berada di posisi yang cukup sulit seperti saat ini,tapi tak seharusnya kamu membohongi perasaan mu sendiri Reaa." ucap Harry
" Hahahahaha lucu!!
Udah ninggalin, terus tiba tiba balik lagi,ingin mengulang kisah "
ucap Reaa sambil menahan isak nya
" Memang ada hal hal yang tak mengenal kata selesai,tetapi harus dianggap usai"
ucap Reaa sembari membuang tangan Harry yang masih memeluknya
Reaa kesal,marah, dengan sikap Harry yang dengan kelancangannya membuka dan membaca Diary Reaa..
Tapi yang membuat Reaa lebih kesal adalah dirinya sendiri kenapa begitu sulit untuk memahami diri sendiri.