My Beloved Husband

My Beloved Husband
POV Reaa



Kadang ada saat dimana aku


harus menghadapi semua dengan sendiri


meski hati menangis


takk ada pilihan lain


selain berusaha tegar


keadaan memaksaku harus kuat


meski sebenarnya ku tak sanggup,,,


aku rapuh,aku lemah


aku merasa tak berdaya dengan keadaan ini


Kamu yang selalu saja datang dengan tiba tiba,,datang sesuka hatimu dan pergi semau mu sendiri.


Tidak kah kamu memikirkan sekeping hati yang kau permainkan?


Untuk apa kamu datang kembali setelah kau ciptakan luka?


Untuk apa kamu merayu kembali setelah aku melihat dengan mata kepala sendiri??


Tidak cukup kah luka yang selama ini kau suguhkan??


Tidak puaskah kamu menghancurkan perasaan ini??


Untuk apa lagi??


Untuk apa lagi kamu hadir di kehidupan ku kembali??


Reaa membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur untuk mengistirahatkan diri


Reaa mencoba memejamkan mata nya tetapi pikiran nya menerawang jauh entah kemana..


Lalu Reaa memutar lagu favoritnya


Mimpi


Dalam hitam kelap malam


Ku berdiri melawan sepi


Di sini di pantai ini


Telah terkubur sejuta kenangan


Di hempas keras gelombang


Dan tertimbun batu karang


Yang tak kan mungkin dapat terulang


Tergores luka di hati


Matamu membuka kisah


kasih asmara yang telah ternoda


Hapuskan semua khayalan


Lenyapkan satu harapan


Kemana lagi harus mencari


Kau sandarkan sejenak beban diri


Kau taburkan benih kasih


Hanyalah emosi


Melambung jauh terbang tinggi


Bersama mimpi


Terlelap dalam lautan emosi


Setelah aku sadar diri


Kau tlah jauh pergi


Tinggalkan mimpi yang tiada bertepi


Entah Reaa begitu suka dengan lagu itu,bahkan sering kali memutar lagu itu berulang ulang hingga tertidur


Minggu pagi Reaa berencana lari pagi bersama kakak dan beberapa teman kakaknya,,


Pagi yang cerah, Waktu menunjukkan Pukul 05:00 Alarm berbunyi, Reaa bangun dan meregangkan otot,Reaa segera menyambar handuk dan bergegas mandi.


Selesai mandi teman teman yang lain sudah menunggu dan mereka segera pergi,berlari kecil menyusuri pinggiran irigasi kali citarum disana setiap hari minggu ada pasar kaget yang menjual berbagai macam kebutuhan dan buah buahan.


Setelah cukup lelah mereka pulang dg jalan santai sambil menenteng hasil belanjaan nya.


Di simpang jalan Reaa bertemu dengan Rian,memang Rian berniat ke rumah Reaa,tapi mendapati disana tidak ada siapa siapa akhirnya Rian melajukan motor nya ke pasar pagi,dia sudah menduga Reaa pasti pergi kesana,benar saja Rian bertemu dengan Reaa di jalan.


Kakak Reaa dan Rian bekerja di satu perusahaan yang sama,jadi Rian cukup akrab dengan kakak dan teman teman yg lain nya,karena memang sering ketemu di tempat kerja.


Hari minggu ini mereka habiskan dengan berkumpul di rumah kontrakan yang di tempati Reaa dan kakak nya.


Di sinilah seringkali yang dijadikan tempat untuk berkumpul menghabiskan hari libur buat kita,sesama perantau yang mengadu nasib.


Mereka juga lah yang selalu menemani dan menyangati Reaa saat Reaa belum mendapatkan pekerjaan,karena sebagian dari mereka juga merasakan apa yang Reaa rasakan,bagaimana jenuhnya di perantauan saat belum mendapatkan pekerjaan,bagaimana bosannya dengan rutinitas yang hanya begitu dan begitu saja.


Bahkan teman teman kakaknya sudah seperti kakak sendiri bagi Reaa.Mereka peduli dan perhatian dengan Reaa,tidak berbeda dengan kakak kandungnya sendiri.