My Beloved Husband

My Beloved Husband
Casablanca Biru



Harry tidak pernah menyadari,ternyata Reaa mengetahui gerak gerik nya.


Yang lebih memuak kan lagi Harry selalu berbicara manis di depan Reaa,,tetapi dengan mudahnya bergandengan dengan gadis lain di belakang Reaa.


Ingin rasanya Reaa mengatakan apa yang pernah dia lihat,tetapi ? ahh semua tidak ada gunanya,Reaa menganggap cukup dia yang tau,anggap saja itu petunjuk dari Tuhan bahwa Harry bukanlah yang terbaik.


Reaa tidak mau memperpanjang masalah.


Harry kembali duduk di samping Reaa.


Beberapa saat mereka terdiam,tidak ada hal penting lagi yang harus di bicarakan.


" Reaa " berapa lama liburan mu?? tanya Harry pelan


" libur 4 hari,, jawab Reaa singkat


" jadi kapan kamu kembali ke perantauan??"


"Selasa siang,rabu malam sudah mulai masuk kerja " Reaa menjawab seperlunya


Beberapa jam Reaa dan Harry duduk di teras, Suasana mulai mencair untuk sekedar ngobrol ngalor ngidul yang g ada ujungnya,tapi ketika menjurus ke hubungan Reaa langsung menunjukkan sikap kurang suka.


Reaa hanya ingin sebatas Teman,tidak lebih.


Tepat jam 1 siang Harry berpamit pulang.


Reaa merasa lega,akhirnya dia pulang,tanpa menunggu di usir 😂😂.


Reaa segera beranjak,hendak masuk kerumah tetapi kedua matanya mendapati sebuah jaket,ya jaket milik Harry ketinggalan di sudut kursi,,


" ahh bagaimana mungkin bisa ketinggalan " gumam Reaa heran.


Reaa segera berlari,berharap Harry belm terlalu jauh,tetapi setelah sampai di ujung jalan punggung Harry pun sudah tidak tampak.


Reaa segera kembali kerumsh dan mencoba mencari cari kontak yang terakhir kali Harry gunakan untuk menghubungi Reaa,tetapi nomor nomor itu sudah tidak aktif.


Reaa membawa masuk jaket itu dan mengantungkan di kamarnya.


Sekilas tercium aroma parfum yang sangat familiar,ya parfum itu masih sama seperti yang biasa Harry pakai saat Rea masih sekolah.


" Aaaaargghh " berasaa ada di dekatnya,ucap Reaa kesal


Setelah beberapa saat Reaa mencoba menekan nomor telepon rumah Harry,Reaa masih ingat betul nomor rumahnya,, prediksi Reaa Harry sudah tiba di rumah.


" Tuttttttttt....tuutttt...Tuuuuuuttttt " nada terhubung tersengar di telinga Reaa,tetapi tidak ada yang mengangkat teleponnya.


Reaa kembali menghubungi,dan setelah beberapa saat terdengar suara di ujung telepon,


" assalamualaikum " suara keibuan,Reaa bisa menebak itu suara ibunya Harry


" Belum Pulang dek,tadi pagi pamit mau menemui temannya, ke ***** " ibu Harry menyebutkan nama kampung halaman Reaa


" Ohh iya buk,benar. Tadi mz Harry ke rumah saya, setengah jam yang lalu sudah pulang,tetapi jaketnya ketinggalan dan ini saya simpan, nanti tolong sampaikan ya buk kalau jaket nya ketinggalan " ucap Reaa panjang lebar


" ohh iya dek,nanti ibuk sampaikan "


" terima kasih buk " Reaa segera menutup telepon nya


Hari berlalu begitu cepat,begitulah yang Reaa rasa ketika sedang berada di zona nyaman dekat dengan kedua orang tua nya.


Hari sudah malam,Reaa hendak memejamkan mata,ketika masuk kedalam kamar, lagi lagi mencium wangi parfum casablanca biru yang masih sangat menyengat.


" Hmmmm wangi parfum ini " masih sama seperti dulu, saat Reaa merasaa nyaman ketika hubungan mereka masih baik baik sajaa,membuat pikiran Reaa kacau


Manusiawi, Harry pernah mengisi hari hari nya,mereka pernah suka ria,canda tawa bahagia bersama ,sebelum Reaa jaga jarak karena ulah Harry.


Sejenak Reaa memeluk jaket itu,dan memejamkan mata nya,menghirup aroma yang sama seperti waktu itu.


Reaa terduduk lemah bersandar pada tembok,dimana waktu itu pertama kali Harry mencium kening Reaa.


" Aaarrggghhh,,lupakan !!!! Reaa mencoba menyadarkan diri agar tidak terlarut ke masa


itu.


" Seandainya kamu bisa lebih sabar menunggu hingga waktu nya,dan seandainya mataku tidak melihatmu dengan gadis lain mungkin hati ini tetap masih milik mu " ucap Reaa dalam Hati


" Ting ting ting "


notif pesan masuk membuyarkan lamunan Reaa


Reaa segera membuka dan membaca pesan itu,,dan ternyata itu Harry


From : (nomor Baru) karena Reaa memang tidak menyimpan nomor Harry


" Reaa,sudah tidur?? "


" Belum " Reaa membalas singkat


" Reaa,jaketku ketinggalan,simpan dulu ya,besok kalau ada waktu ku ambil "


" ya " Reaa mengakhiri percakapan nya.


Reaa tidak membiarkan dirinya semakin terlarut pada sosok masalalunya.


Reaa menyadarkan dirinya bahwa di sana ada Rian yang sudah serius menjalin hubungan untuk kedepan nya.