
POV REAA
Tapi mau gimana lagi,perasaan yang kumiliki sepenuhnya untuk dia,seseorang yang kurang bisa menghargai seorang wanita
Sedangkan seseorang yang selalu ingin membahagiakan ku itu " aku tak memiliki rasa apa apa"
Lalu apa aku harus mencoba lupa dan mencoba menerima di waktu yang sama??
Memang benar, seringkali aku lemah ketika di hadapkan dengan hal hal yang menyangkut dirimu.
Tapi kali tidak lagi..
Aku harus benar benar berhenti kali ini.
Malam,,
sepulang dari perpustakaan
Cuaca masih mendung,sesekali angin bertiup agak kencang, Reaa yang sedang duduk santai bersama keluarga di teras rumah sesekali memeluk dirinya sendiri.
Malam ini lebih dingin dari biasanya.
Reaa memutuskan untuk masuk kamar dan merebahkan diri di atas tempat tidur.
Lagi lagi Reaa teringatkan kejadian beberapa hari yang lalu,di sini,disudut ruang ini.
Entah dengan mudah kenangan itu menari di benak Reaa,bahkan Reaa tersenyum sendiri,seolah menginginkan hal itu terjadi lagi.
"Aaarrrghhh lagi lagii aku teringat orang itu!!! "
umpat Reaa dalam hati
Bahkan di setiap sudut rumah ini selalu saja ada hal yang mengingatkan Reaa kepada orang itu.
"Bagaimana aku bisa melupakan?? Setiap sudut rumah ini banyak kenangan bersama nya "
" Arrggghhhhh jangan bodoh Reaa, kebodohan mu cukup di sampai di sini saja"
Reaa mengacak rambutnya dan memjamkan mata,berharap segera bisa melupakan dan tenang,,tetapi ternyata salah.
Reaa justru semakin mengingat.
"Dddrrtt Drrtttt"
Notif pesan masuk di telepo genggam Reaa
From: Harry
"Reaa,sudah tidur??"
To: Harry
" Belum "
To: Reaa
" Kenapa belum tidur? mikirin aku ya" ledek Harry
" Huft kayak dukun aja kamu,tau aja aku lagi mikirin kamu " gumam Reaa dalam hati
To: Harry
" Enggak kok "
From: Harry
seru Harry dengan emot tertawa
To: Harry
"Ha ha ha"
"Aku udah ngantuk Nih,tidur dulu ya"
From:Harry
" Oke, semoga mimpiin aku "
" Huftt "
Reaa membiarkan pesan singkat dari Harry dan segera memejamkan mata.
Tetapi lagi lagi terbayang sosok seseorang yang akhir akhir ini ingin di hindari
POV REAA
" Aku masih menyayangi nya,tetapi aku tidak ingin dia memperlakukan aku semau nya,
Aku terlalu lemah menghadapi nya
Aku terlalu lemah dengan Rayuannya.
Bagaimana kalau setelah dia mendapatkan apa yang dia inginkan dari ku terus pergi meninggalkan ku"
" Aku harus bisa menjauhinya,
Aku harus bisa menghindarinya
Aku harus bisa menghentikan setiap kemauan nya.
Aku tidak boleh lemah
Aku tidak boleh mudah terbuai
Aku harus bisa!!! "
Reaa tak henti henti nya menyemangati diri sendiri.
yang sebenarnya tidak ingin kehilangan nya,tapi juga tidak mau suatu saat kehilangan harga dirinya.
Reaa takut suatu saat Harry akan melakukan hal yang lebih dari itu.
Ulangan Semester hanya suatu alasan bagi Reaa agar Harry tidak sering menemuinya.
Tetapi tak bisa di pungkiri,jarak justru menciptakan Rindu untuk keduanya.
Sepekan telah berlalu,Ulangan semester pun hampir selesai.
Tinggal beberapa mata pelajaran lagi.
Reaa masih bersemangat belajar dan sedikit lega ulangan semester segera berakhir,meskipun masih was was karena belum tahu bagaimana nilainya nanti.
Di tengah kesibukan Ulangan semester Harry tak pernah absen memberi semngat untuk Reaa,
Komunikasi antara Reaa dan Harry masih berjalan seperti biasa,hanya saja mereka tidak bertemu hampir dua pekan ini.