My Beloved Husband

My Beloved Husband
Aku benci Pertemuan



Reaa mengikuti sampai mereka menemukan tempat. Payung besar yang berjajar di sepanjang bibir pantai menjadi incaran para pengunjung untuk berteduh duduk santai menikmati keindahan pantai tanpa harus merasakan sengatan terik matahari.


Reaa dan Harry bersebelahan dengan Tika dan kakak nya,berteduh di payung yang berbeda.


PoV Reaa


Aku benci pertemuan,,


Kenapa kamu selalu saja berhasil membuatku merasa nyaman??


Kenapa kamu selalu saja berhasil meyakinkan seolah olah aku satu satu nya bagimu,,padahal aku tau,aku hanyalah salah satu diantara gadis yang mungkin kau perlakukan sama dengan ku.


Kenapa aku sulit untuk menghindar bahkan menolak ucapan mu??


Aku benci, aku benci genggaman yang terlalu erat


Aku benci jarak yang terlalu dekat


Begitulah Harry, sebisa mungkin dia harus bisa menahlukkan kembali hati Reaa,


Harry tau betul kelamahan Reaa,


Dia berharap perasaan Reaa masih sama seperti yang dulu,Dia tau banyak karena pernah membaca Diary Reaa.


Setidaknya masih ada perasaan yang tersisa untuk dirinya.Harry tau betul Reaa bukan tipe orang yang mudah jatuh cinta.


Harry tau betul Reaa masih bertahan dengan Rian karena tidak ingin menyakiti perasaan Rian,tetapi kenapa Reaa tak peduli dengan perasaanya sendiri? itu yang masih membuat heran.


Harry tidak tau alasan Reaa menghindarinya,dia hanya berfikir karena tidak ingin menyakiti perasaan Rian,padahal yang membuat Reaa menghindar adalah sikap dari Harry sendiri.


Pantai mengingatkan pertemuan terakhirnya antara Reaa dan Harry.


Sebelum tiba kelulusan mereka kepantai,hanya saja saat itu mereka bahagia,tidak seperti saat ini.


Mereka Berdua duduk di hamparan pasir,dibawah payung besar yang menghadap ke pantai.Reaa terus meraba hati nya,dia merasa nyaman berada di dekat seseorang yang pernah membuatnya bahagia. Tetapi Reaa juga terus mengingat saat melihat nya bergandengan dengan gadis lain,itu yang membuat Reaa terus berfikir dan berupaya untuk menghindari Harry,tetapi kenapa begitu sulit untuk di hindari? ketika benar benar ada disisi nya justru merasa nyaman.


Ayoo Reaa,,kamu harus bisa mengendalikan perasaan mu sendiri, Harry hanya main main denganmu,lihatlah Disana ada orang yang tulus mencintaimu,


Hati kecil Reaa terus berperang,dia tidak boleh lemah,mengusir jauh jauh rasa nyamannya.


Sementara Harry,dia masih yakin di hati Reaa masih tersisa perasaan untuknya.


Harry merangkulkan tangannya di pundak Reaa dan mendekatkan tubuhnya agar Reaa menyandar di bahunya,tetapi Reaa segera menepis dan menjauhkan diri dari tubuh Harry.


" Nggak apa apa " Reaa menjawab dengan singkat sambil memalingkan pandangan nya.


Harry merasa heran,dulu setiap kali Reaa nyaman bersandar di pundaknya,kenapa sekarang menolak?? Sudah habis tak tersisakah perasaan untuk nya??


Harry meraih wajah Reaa, memaksa agar menghadap ke arahnya,


" Lihat aku "


" aku disini "


Suara Harry sedikit meninggi, membuat Reaa mengikuti ucapannya


Dalam sekejap mata mereka saling bertemu pandang


" Apakah aku tidak lagi bisa membuat mu nyaman??


" Apakah aku tidak lagi membuat hatimu bahagia?? "


Pertanyaan Harry membuat Reaa terkejut,


tidak tahu harus menjawab apa??


Tanpa berfikir panjang Reaa menjawab


" Rian akan segera menikahiku dalam waktu dekat "


" kuharap ini akan menjadi pertemuan terakhir untuk kita " ucap Reaa sambil menunduk tidak berani menatap mata Harry.


Reaa takut Harry melihat kebohongan di mata nya.


Rian dan Kedua orang tuanya beberapa waktu lalu membahas hubungan mereka ke depan nya untuk bertunangan terlebih dahulu,tetapi Reaa menolak,menurut Reaa lebih baik tanpa tunangan.


Reaa terus berusaha membujuk hati,belajar dan terus belajar untuk melabuhkan hatinya kepada Rian.


Harry terdiam beberapa saat ketika mendengar ucapan Reaa


Namun tiba tiba Harry merangkum wajah Reaa dengan kedua tangannya, mendaratkan sebuah ciuman ke bibir Reaa dan **********.


" untuk yang terakhir kali" Ucap Harry di sela kesibukan mempertahankan pelukanya karena Reaa berusaha menjauh